4

Macam Dan Jenis Bahan-Bahan Makanan Sebagai Aspek Keperluan Gizi Harian (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 21, 2020

Bahan Makanan

Bahan makanan sering juga disebut bahan pangan, dan dalam perdagangan disebut komoditi pangan, ialah apa yang kita produksi atau perdagangkan, misalnya daging, sayur, buah, dan sebagainya. Seseorang tidak membeli karbohidrat atau protein, tetapi membeli beras sebagai sumber karbohidrat dan daging sebagai sumber protein.

Yang dibeli, diolah dan disusun menjadi hidangan adalah bahan makanan dan bukan zat makanan. Kalau kita mengonsumsi suatu makanan, misalnya sesuap nasi, maka kita menelan campuran dari berbagai zat gizi. Orang mengonsumsi semua zat makana itu secara tidak sadar, sebab dalam pendapatnya, yang dikonsumsi itu adalah makanan atau bahan makanan.

Dalam susunan makanan hidangan Indonesia, berbagai jenis bahan makanan dapat dikelompokkan ke dalam:

  • Bahan makanan pokok;
  • Bahan makanan lauk-pauk;
  • Bahan makanan sayur; dan
  • Bahan makanan buah-buahan.

Susunan hidangan yang mengandung keempat jenis kelompok bahan makanan tersebut, masing-masing dalam jumlah yang mencukupi kebutuhan badan, dikenal oleh para ahli gizi Indonesia sebagai susunan ”empat sehat”. Kalau susunan empat sehat ini ditambah dengan susu dalam jumlah yang mencukupi, menjadi ”lima sempurna”. Slogan ”empat sehat, lima sempurna” ini menggambarkan susunan hidangan Indonesia yang sanggup memberikan kesehatan gizi yang baik, dan dianjurkan kepada seluruh anggota masyarakat untuk mencapainya. Susunan lima sempurna terutama ditujukan bagi anggota masyarakat yang disebut kelompok rentan gizi. Yang masuk ke dalam golongan rentan ini ialah bayi dan anak-anak, ibu yang sedang hamil dan yang sedang menyusukan. Mereka inilah yang akan paling dahulu menderita, bila suatu masyarakat kekurangan penyediaan bahan makanan. Golongan rentan berhubungan dengan pertumbuhan pesat.

Pembagian kelompok bahan-bahan makanan di atas, berdasarkan bentuk lahiriahnya, dan bukan berdasarkan fungsinya di dalam tubuh maka:

(a). Bahan Makanan Pokok

Bahan makanan pokok dianggap yang terpenting di dalam suatu susunan hidangan di Indonesia, dan biasanya dapat segera terlihat di atas piring, karena merupakan kwantum terbesar di antara bahan makanan yang sedang dikonsumsi. Bahan makanan pokok juga dianggap yang terpenting, karena bila suatu susunan hidangan tidak mengandung bahan makanan pokok, tidak dianggap lengkap, dan sering orang yang mengonsumsinya mengatakan belum makan, meskipun perutnya telah kenyang olehnya.

Bahan makanan pokok merupakan sumber utama kalori atau enersi. Sering pula bahan makanan pokok itu memberikan iuran penting terhadap konsumsi protein, bila termasuk golongan serealia.

(b). Bahan Makanan Lauk-Pauk

Golongan bahan makanan ini disebut lauk-pauk, karena memang mencakup bahan pangan lauk (ikan,daging). Pada umumnya kelompok bahan makanan ini merupakan sumber utama protein di dalam hidangan. Kita mengenal protein hewani dan protein nabati. Pembagian ini berdasarkan sumbernya yaitu berasal dari hewani atau tumbuhan. Jadi lauk-pauk juga dapat tergolong hewan dan juga tergolong tumbuhan. Semua bahan pangan yang berasal dari hewan, termasuk lauk-pauk, misalnya daging,ikan, telur, dan sebagainya. Bahan pangan nabati yang termasuk lauk-pauk ialah jenis kacang-kacangan seperti kacang kedelai dan hasil olahnya, yaitu tempe dan tahu.

(c). Bahan Makanan Sayur Dan Bahan Makanan Buah

Kedua kelompok bahan makanan ini termasuk bahan nabati. Sayur merupakan berbagai bagian tumbuhan, seperti daun, akar, batang dan bunga, bahkan buahnya yang biasanya masih muda. Yang digolongkan bahan makanan buah, biasanya yang sudah matang, atau setidak-tidaknya sudah tua. Buah-buahan sebagian besar dimakan ”mentah”, dan disebut buah cuci mulut.

Bahan makanan buah dan sayur, umumnya merupakan penghasilvitamin dan mineral. Ada beberapa jenis sayur dan buah yang menghasilkan enersi dalam jumlah cukup berarti, seperti nangka muda untuk sayur dan sukun. Pisang merupakan buah yang banyak menghasilkan enersi, demikian pula sao dan alvokad (alpukat). Kalau enersi di dalam alpukat berasal dari lemak, maka dalam buah lainnya yang disebut terdahulu, berasal dari karbohidrat.

Penggolongan bahan makanan di berbagai negara berbeda-beda, ada yang menggolongkannya menjadi lima kelompok, bahkan ada yang tujuh. Dasar pengelompokan dilakukan untuk memudahkan penyusunan hidangan dan juga membantu dalam upaya pendidikan gizi.

Daftar Pustaka:

  • Winarno, F.G. 1982. Kerusakan Bahan Pangan dan Cara Pencegahannya. Jakarta: Balai Aksara.
  • Winarno, F.G. 1992. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
  • Wahlroos, Sven. 1999. Komunikasi Keluarga. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia.
  • Zang, S.M dan Bailey N.C. 2004. Manual Perawatan-Di-Rumah. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar