39

Lomba Menulis Komunitas Sejuta Guru Ngeblog (+6)

wijaya kusumah April 4, 2014

Komunitas sejuta guru ngeblog mengadakan lomba menulis dengan tema “Urgensi matpel Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan matpel Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi (KKPI) di Sekolah”.

Artikel dituliskan di word dengan jumlah kata antara 500 sampai 1500 kata. Kirimkan tulisan ke  [email protected]

Total hadiah sebesar Rp. 1.000.000,- (Satu Juta rupiah) akan diberikan kepada:

  1. juara pertama Rp. 500.000, (Lima ratus ribu rupiah)
  2. juara kedua Rp. 300.000, (Tiga ratus ribu rupiah)
  3. juara ketiga Rp. 100.000, (Seratus ribu rupiah).

 

Batas akhir tulisan tanggal 11 April 2014. Hadiah kejutan akan diberikan kpd 2 orang penulis lainnya senilai Rp. 100.000,-

 

Yuk Ikutan!

Yuk Ikutan!

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

About Author

wijaya kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Dosen STMIK Muhammdiyah Jakarta, dan Guru TIK SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : [email protected]

View all posts by wijaya kusumah →

Comments (39)

  1. Peserta 25
    PENTINGNYA MAPEL TIK DI SMP
    “Saya tidak setuju apabila mapel TIK dihilangkan/dihapus, karena mata pelajaran TIK sangat dibutuhkan untuk kemajuan perkembangan bangsa Indonesia ini dalam hal pendidikan. Mata pelajaran TIK juga sangat diperlukan oleh sebagian siswa yang telah lulus sekolah dan akan melamar pekerjaan, kebanyakan lowongan pekerjaan menentukan persyaratan dengan keahlian TIK, khususnya komputer. Jika SMP/SMA tidak punya bekal dalam keahlian itu maka orang akan semakin kesulitan dan menyebabkan banyaknya pengangguran. Dan mungkin dikota-kota biasa dalam hal ini, tetapi coba bayangkan, bagaimana pengaruhnya di pelosok desa. Pengaruhnya negara ini akan semakin mundur dan mundur, tertinggal dengan negara lain di jaman teknologi ini. Dan saya sangat amat tidak setuju jika mata pelajaran TIK dihilangkan.”
    Itulah satu contoh dari 300 lebih pendapat siswa-siswi smp di tempat saya mengajar. 100% siswa-siswi di sini tidak setuju dengan panghapusan mapel TIK ini. Mulai dari anak-anak kelas 7, kelas 8 sampai kelas 9, semua menolak penghapusan mapel TIK. Pernyataan dari anak-anak kelas 7 sudah saya buat sebuah video durasi pendek sebagai bukti nyata dan sebagai dokumen yang saya buat untuk membantu perjuangan AGTIKKNAS (Asosiasi Guru TIK dan KKPI Nasional) dalam mengembalikan mapel TIK dan KKPI ini kembali masuk ke dalam kurikulum. Kalau untuk pernyataan penolakan penghapusan mapel TIK bagi kelas 9, mereka saya minta menuliskan tanggapannya dan mengirimkannya ke email saya dan 100% menolak. Belum puas dengan hal tersebut, saya masukkan pertanyaan tentang penghapusan mapel TIK ini ke dalam ujian sekolah di nomor terakhir. Dan lagi-lagi ternyata tetap 100% anak-anak kelas 9 menolak penghapusan mapel TIK dari kurikulum dengan berbagai alasan tentunya. Alasan anak-anak sangat jujur dan polos, seperti satu contoh di atas. Justru alasan semacam inilah yang seharusnya bisa menggugah para penentu kebijakan. Anak-anak desa yang masih berani jujur mengungkapkan pendapatnya dengan jujur dan anak desa ini bukan cuma satu atau dua saja melainkan jutaan anak yang ada di seluruh negeri tercinta ini. Artinya pelajaran TIK ini masih sangat penting bagi semua siswa-siswi di Indonesia. Anak-anak desa, anak pinggiran maupun anak pedalaman merupakan generasi penerus bangsa yang paling banyak dirugikan dengan penerapan kurikulum 2013 yang telah menghapus mata pelajaran TIK. Penghapusan mapel TIK ini jelas telah merampas hak anak-anak bangsa ini. Keadaan inilah yang juga dirasakan oleh anak didik di smp tempat saya mengajar.
    Setiap harinya saya mengajar mapel TIK ini anak-anak selalu bersemangat karena keingintahuannya akan teknologi informasi ini sangat besar. Lokasi sekolah kami berada di pinggiran, sehingga banyak anak didik yang hanya bisa mendapatkan informasi teknologi ini dari sekolah. Karena mayoritas masyarakat di sini tidak mempunyai komputer di rumahnya. Laboratorium komputer yang sangat terbatas tidak mengurangi semangat anak-anak dalam belajar TIK. Dalam pembelajaran TIK ini saya selalu memberikan informasi-informasi yang up to date. Informasi yang tidak bisa didapat dari buku. TIK tidak sebatas hanya bisa menggunakan komputer atau bisa berinternet saja. Namun mulai dari mengenal perjalanan sejarah terciptanya komputer, bagaimana bisa tercipta dan apa saja yang ada dalam perangkat komputer dari software maupun hardware hingga pengelolaan informasi dengan komputer dan masih banyak lagi yang bisa kita dapatkan dari TIK ini. Semua itu tidak bisa didapat hanya dengan belajar sendiri tanpa ada yang menjadi “figur pengendali”.
    TIK adalah disiplin ilmu, jadi yg paling tepat TIK diajarkan di sekolah agar manfaat dan tujuan TIK ini tercapai dengan benar karena dengan pembelajaran di sekolah anak-anak bisa mengerti, memahami dan mengembangkan materi TIK dengan terarah, tepat dan sesuai kaidah-kaidah yg benar. Sehingga generasi bangsa sekarang ini di masa depan dapat mencipta karya teknologi yang bermanfaat dan membanggakan bangsa Indonesia sehingga tidak cuma bisa jadi bangsa yang hanya bisa membeli teknologi/produk teknologi dari negara lain.

    Ristanto S.kom [email protected]
    10:37 PM (16 hours ago)

    to me
    Indonesian
    English Translate message
    Turn off for: Indonesian
    Pada Jumat, 11 April 2014 22:34, Ristanto S.kom menulis:
    Penulis : Ristanto

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar