0

LESSON STUDY PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS INKUIRI DI SMA NEGERI 1 SINGKAWANG (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 5, 2021

Pendidikan di era digital mempengaruhi sektor pendidikan. Pendidikan mengalami perubahan yang radikal dari sisi media dan karakter peserta didik yang bersinggungan perkembangan teknologi informasi. Media semakin mengalami modifikasi dan kemudahan dengan beberapa aplikasi yang mengubah dimensi waktu dan jarak yang diharapkan memudah dalam komunikasi didalam pembelajaran. Peserta didik mengalami perubahan menyesuaikan pengaruh global informasi dan kemudahan akses informasi.

Pendidikan karakter di Indonesia dalam kurikulum 2013 menempatkan pendidikan karakter sebagai unsur pendidikan yang utama. Hal tersebut dapat dilihat dalam Kompetensi Inti (KI 1 dan KI 2) yang memuat sikap religius dan sikap sosial pada semua mata pelajaran. SMA Negeri 1 singkawang sebagai pelaksana kurikulum 2013 sejak tahun 2013. Karakter yang menjadi prioritas dalam kurikulum ini adalah 3 nilai karakter yaitu integritas (jujur, dipercaya, berkarakter, tanggung jawab), kerja keras (etos kerja, daya saing, optimis, inovatif, dan produktif) serta gotong royong (kerjasama, solidaritas, komunal dan berorientasi pada kemaslahatan).

Permasalahan di sekolah adalah pengembangan profesional guru sering memprihatinkan karena terbagi menjadi bagian-bagian kecil dan terpisah-pisah. Program program pre-servis sering hanya berupa kumpulan kursus-kursus. Ada jurang pemisah yang lebar antara kursus sains dengan kursus pendidikan dan antar bahasan dalam topik sains dan pendidikan itu sendiri. Para guru baru sering ditempatkan pada posisi yang paling tidak diinginkan, dengan beban mengajar yang penuh, banyak persiapan, kesulitan untuk mengajar siswa dan sedikit atau tidak adanya dukungan untuk meringankan tantangan transisi dari peran sebagai guru menjadi pekerja profesional sepenuh waktu. Guru sebagai pemegang kunci dalam komunikasi pembelajaran harus mampu mengolah komponen komunikasi dalam pembelajaran yaitu pembelajaran yang sesuai dengan potensi peserta didik dan memanfaatkan media secara optimal untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam suatu bentuk atau model pembelajaran. Kelas sebagai tempat pembelajaran seharusnya memberikan kesan sebagai tempat yang menyenangkan sehingga ada istilah kelas atau sekolah bagi siswa adalah taman. Sekolah menjadi taman memerlukan beberapa dukungan, dan salah satunya adalah peranan guru dalam mengelola pembelajaran yang dapat menyenangkan bagi siswa. Pembelajaran yang menyenangkan dapat diterapkan oleh guru dengan berbekal keterampilan dan pengetahuan dalam mengelola pembelajaran.

Pembelajaran inkuiri pada pelajaran IPA Sebagaimana yang ditegaskan oleh National Education Standards (National Research Council, 1996), para siswa yang menggunakan inkuiri untuk mempelajari sains akan banyak menjalani aktivitas-aktivitas dan proses berpikir yang sama dengan para ilmuwan yang sedang mengembangkan pengetahuan manusia tentang alam semesta. Namun aktivitas dan proses berpikir para ilmuwan tersebut kurang begitu dikenal oleh para pendidik dalam bentuk pengenalan model inkuiri dalam kelas. Dengan menggambarkan inkuiri baik dalam proses sains maupun dalam pembelajaran di kelas, dapat ditemukan berbagai Kebermaknaan pembelajaran IPA terutama Kimia Model pembelajaran kimia cenderung konstruktivisme.

Pembelajaran inkuiri memiliki beberapa keutamaan, yang pertama pembelajar terikat dengan pertanyaan-pertanyaan berorientasi ilmiah. Kedua, pembelajar mengutamakan bukti, yang membuat mereka mengembangkan dan mengevaluasi penjelasan terhadap pertanyaan-pertanyaan berorientasi ilmiah. Ketiga, pembelajar menyusun penjelasan berdasarkan bukti terhadap pertanyaan-pertanyaan berorientasi ilmiah. Pembelajar mengevaluasi penjelasan dalam arahan penjelasan-penjelasan alternatif , khususnya yang merefleksikan pemahaman ilmiah. Pembelajar mengkomunikasikan dan menilai penjelasan-penjelasan yang diajukan.

Pembelajaran IPA terutama kimia seharusnya menggunakan inkuiri tetapi kenyataan dilapangan di beberapa sekolah di Singkawang dari hasil observasi penulis pembelajaran kimia masih menggunakan metode ceramah. Siswa masih belum merasakan aktivitas yang mendidik tentang ilmuwan dan bagaimana ilmuwan menmperoleh pengetahuan, serta sikap-sikap yang dikembangkan dalam menemukan suatu pengetahuan.

Pembelajaran karakter jujur, disiplin dan gotong royong memiliki titik temu dengan pembelajaran inkuiri karena dalam inkuiri dapat terlihat beberapa karakter tersebut dalam setiap langkah-langkah pembelajaran. Pembelajaran inkuiri ini terprogram mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan atau evaluasi pembelajaran. Dalam tahap perencanaan yang dilakukan sesuai dengan pedoman pengembangan RPP, dan tahap pelaksanaan sesuai dengan pengembangan model pembelajaran inkuiri, serta penilaiannya mendasarkan pada pedoman pengembangan penilaian.

Pembelajaran inkuiri yang sesuai dengan pedoman pengembangan model dapat menjadi formula mengatasi permasalahhan sikap peserta didik yang belum menunjukkan karakter yang positif, disamping hasil belajar pada aspek pengetahuan juga tidak dikesampingkan. Kecenderungan siswa merasakan sesuatu yang baru menjadi landasan penulis untuk memberikan solusi berupa pembelajaran inkuiri dengan penekanan bahwa siswa belajar menjadi seorang ilmuwan IPA dan sekaligus merasakan dan mengembangkan sikap-sikap yang diutamakan oleh para ilmuwan.

Pemecahan masalah yang dilakukan adalah menerapkan pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran kimia dengan metode eksperimen yang dilakukan di laboratorium. Pelaksanaan model inkuiri dengan pendekatan eksperimen ini melalui beberapa tahap yang dilakukan oleh penulis mulai dari persiapan (perencanaan), pelaksanaan pembelajaran, penilaian dan pelaporan serta reflesi dan tindak lanjut dari yang sudah dilakukan bersama dengan guru, kepala sekolah dan dosen dalam forum Lesson Study Club Singkawang.

Sesuai dengan fokus best practise maka tujuan dari best practise ini adalah untuk menerapkan pembelajaran inkuiri berjenjang dalam rangka meningkatkan karakter peserta didik dan melaksanakan lesson study sebagai bentuk komunitas belajar guru-guru di kota singkawang dalam melaksanakan pengembangan profesi dan pembelajaran.

Pembelajran Inkuiri yang digunakan pembelajaran Inkuiri yang berjenjang atau Level of inquiry berdasarkan wenning. Pembelajaran inkuiri berjenjang dapat melayani semua siswa mulai dari kegiatan yang paling sederhana yaitu pada level discovery learning dengan kemampuan tingkat berpikir pada level dasar sampai level real worl aplication yang merupakan tingkat berpikir yang tinggi. Dengan berjenjangnya level berpikir inilah maka siswa dari kelas yang heterogen kenmampuannya teraktifkan semua dan terlayani semua.

Lesson Study sebagai pengembangan pelaksanaan Pembelajaran Inkuiri dan sekaligus sebagai komunitas belajar bagi Guru. Dalam lesson study sebagai bentuk sharing pengalaman dan pengetahuan yang dapat menambah dan mengembangkan kemampuan guru dalam mengelola kelas terutama tentang bagaimana siswa belajar bukan pada bagaimana guru mengajar. Hal ini karena pada lesson study yang dimulai dari tahapan Plan (Perencanaan) pembelajaran dilakukan bersama oleh tim lesson study yang didalamnya dibahas bagaiman tindakan guru dan pr4ediksi respon siswa. Dengan dilakukan penyusunan bersama perencanaan pembelajaran (Lesson PLAN) pada kelas model seminimal mungkin untuk bagaimana guru mengajar tidak terjadei kesalahan sehingga yang diamati oleh observer adalah bagaiaman siswa belajar.

Tahap persiapan atau perencanaan adalah dengan membuaat skenario pembelajaran yang sesuai dengan pedoman dan sintaks inkuiri. Dengan langkah pertama adalah membuat analisis SKL dan KI KD yang ada. Dibuat indikator pencapaian kompetensinya. Setelah itu dibuatlah langkah pembelajaran dari kegiatan pendahuluan, inti dan penutup. Dalam tahapan persiapan ini secara bersama-sama dalam forum MGMP Kimia dan Geografi dan Juga dari beberapa akademisi menyusun Lesson Plan pembelajaran. Penyusunan lesson secara bersama-sama dilakukan untuk sharing pengalaman dan pengetahuan ditinjau dari berbagai perspektif guru dan kademisi yang menghasilkan lesson plan. Lesson didalamnya mencakup Aktifitas guru dan prediksi respon siswa dengan maksud sekecil-kecilnya kesalahan yang dilakukan oleh guru untuk lebih fokus nanti untuk para observer untuk mengobservasi kelas pada fokus siswa bagaiamana belajar.

Pembelajaran yang dilakukan adalah pembelajaran dengan model Inkuiri berjenjang yang memperhatikan beberapa tingkatan berpikir. Langkah yang dilakukan adalah analisis Kompetensi Dasar dan materi digolongkan dalam beberapa produk sains yaitu : fakta, konsep, prosedur, dan meta kognitif. Setelah itu dilakuakn penyusunan pengalaman belajar untuk setiap jenajang inkuiri seperti yang dijelaskan dalam tabel berikut ini :

Berikut ini , Jenjang inkuiri Tahapan Pembelajaran Inkuari dan tujuan Pembelajaran Inkuari

  1. Discovery learning. Peserta didik mengembangkan konsep berdasarkan pengalaman langsung (fokus pada keterlibatan aktif dalam membangun pengetahuan)
  1. Interactive demonstrations. Peserta didik terlibat dalam penjelasan & prediksi – memungkinkan guru untuk mengidentifikasi dan menghadapi konsepsi alternatif (menangani pengetahuan sebelumnya)
  1. Inquiry lessons. Peserta didik mengidentifikasi prinsip dan/atau hubungan ilmiah (kerja sama yang digunakan untuk membangun pengetahuan yang lebih terperinci)
  1. Inquiry labs. peserta didik membuat hukum empiris berdasarkan pengukuran variabel (kerja kolaboratif yang digunakan untuk membangun pengetahuan yang lebih terperinci)
  1. Real-world applications. peserta didik memecahkan masalah yang berkaitan dengan situasi otentik saat menggunakan pendekatan berbasis masalah dan berbasis proyek.
  1. Hypothetical inquiry. peserta didik menghasilkan hipotesis dan menguji hipotesis/ eksplanasi untuk fenomena yang diamati (pengalaman bentuk sains yang lebih realistis)

Pengamatan dari pembelajaran yang dilakukan oleh beberapa observer dan direfleksikan antara penulis dan beberapa observer dengan instrumen pengamatan bertahap dari beberapa pertemuan menggunakan pertemuan 1 sampai dengan 4. Pengamatan menggunakan isstrumen penagamatan dengan indikator yang dikembangkan dari aspek karakter sikap Rasa Ingin tahu, toleransi, disiplin, tanggung jawab dan kerjasama.

Lesson study menjadi sangat relevan untuk mengembangkan pembelajaran dan profesi guru di sekolah. Sebagai jembatan anatara teori dan praktik dikelas. Banyaknya modeel dan teori pembelajaran tidak teraktualkan didalam kelas oleh guru. Maka dengan adanya lesson studi memberikan peluang besar bagi guru mendalami kajian akademisi tentang pembelajaran dan mengaktualisasikan kedalam pembelajaran di kelas. Dan untuk para akademnisi juga ikut andil dalam menyumbang adata untuk dikaji di perguruan tinggi sehingga memperkaya data bagi para peniliti.

Pembelajaran inkuiri memiliki memberikan solusi untuk mengembangkan ketrampilan dan kemampuan berpikir untuk menyongsong masa depan siswa yaitu critikal thingking, kolaborasi , komunikasi dan ekskplorasi. Sis langsung mengalami sendiri penemuan ilmu pengetahuan dengan tahapan-tahapan inkuiri yang dilalui oleh siswa dalam menemukan poengetahuan se3hingga selain kognisi yang dibangun juga termasuk karakter saintis mereka mendalami dan menimplemntasikan dalam pembelajaran sekaligus menyelesaikan permaslahan yang aktual dan kontekstual siswa dengan lingkungan sekitarnya.

Waktu yang terbatas sehingga sulit mengontrol kegiatan dan keberhasilan siswa satu persatu. Mengingat keragaman siswa dalam waktu singkat kurang dapat melihat/ mengontrol keberhasilan siswa. Sehingga dalam praktik pembelajaran saya hanya melihat secara global perkelompok dalam kegiatan presentasi kelompok.

Sulit dalam merencanakan pembelajaran oleh karena terbentur dengan kebiasaan siswa dalam belajar. Kadang-kadang dalam mengimplementasikannya, memerlukan waktu yang panjang sehingga sering guru sulit menyesuaikannya dengan waktu yang telah ditentukan.

Kriteria keberhasilan dari aspek penguasaan materi pelajaran kurang maksimal karena banyaknya materi dan waktu untuk penyelidikan sangat lama sehingga kalau dilihat dari penguasan materi pelajaran masih kurang. Selama kriteria keberhasilan belajar ditentukan oleh kemampuan siswa menguasai materi pelajaran, maka strategi ini tampaknya akan sulit diimplementasikan.

Jaringan internet disekolah yang tersedia menjadi pendukung pembelajaran inkuiri ketika siswa melaksanakan penyelidikan dalam permasalahan yang dihadapi oleh siswa. Dalam pencarian informasi menggunakan internet saya melakukan pemantauan dan pemberian informasi tentang beberapa sumber yang valid yaitu situs-situs yang dapat dipertanggung jawabkan seperti situs perguruan tinggi dan kementrian pendidikan dan kebudayaan. Saya menyarankan kepada siswa ketika mengambil informasi harus mencantumkan alamat situsnya.

Perpustakaan yang tersedia ikut mendukung pelaksnaan pembelajaran inkuiri. Sumber informasi yang diperoleh dari perpustakaan relatif lebih valid jika dibandingkan dari sumber web atau situs di internet. Saya juga memberikan saran kepada siswa untuk mencantumkan sumber pustaka yang diambil dalam menjawab permasalahan yaitu dengan menuliskan jidul buku, nama pengarang, tahun terbit dan halaman pada buku.

Dari penjelasan faktor pendudkung dan penghambat tadi maka perlu perncanaan yang matang dalam penyusunan lesson plan tentang waktu yang diperlukan dalam pembelajaran yang dilakuakn. Hal ini dibahas setiap pada tahapan refleksi untuk merencanakan pembelajaran selanjutnya.

Ketersediaan alat dan bahan di labiratorium memberikan stimulus yang nyata bagi siswa mendukung pembelajaran inkuiri, selain berfungsi sebagai alat peraga atau media alat-alat di laboratorium menarik perhatian siswa dalam mengawali pembelajaran inkuiri. Maka perlu adanya ketrampilan khusus dan update pengetahuan bagi guru untuk mengelola alat bahan laboatorium sebagai media pembelajaran.

Pembelajaran inkuiri dalam pembelajaran kimia meningkatkan sikap toleransi, kerjasama, disiplin dan tanggung jawab yang ditunjukkan dari beberapa presentasi yang dilakukan siswa dengan menggunakan pengamatan langsung. Dari simpulan yang ada maka perlu dilakukan beberapa rekomendasi berikut ini : 1). Lesson Study sebagai komnitas belajar bagi guru dan akademisi perguruan tinggi perlu dikembangkan lebih massif untuk menjembatani teoiu dan praktik pembelajaran yang berkualitas dan terbaru. 2). Pembelajaran inkuiri perlu dikembangkan dengan pelaksanaan pembelajaran diluar kelas ditempat yang lebih menyenangkan sehingga siswa tidak merasa terlalu berat. 3). Perlu adanya penelitian tentang efektifitas pembelajaran inkuiri pada mata pelajaran kimia di SMA Negeri 1 Singkawang.

REFERENSI

Rusman, “ Model-model Pembelajaran”.Jakarta. Rajawali Persamaan. 2013

Silberman Mervin L, “Active Learning”, Diterjemahkan Raissul Mutaqien. Bandung. Nuansa Cendekia. 2014

Syaiful Sagala, “Konsep dan Makna Pembelajaran”. Bandung. Alfabeta. 2010

Tony Buzan, “ Gunakan Memori Anda”. Diterjemahkan oleh Alexander Sindoro. Interaksara. Batam. 2006

Yovan P. Putra. “Memori dan Pembelajaran Efektif”. Bandung. Yrama Widya, 2008

Tim IBL, “UNIT PEMBELAJARAN KIMIA BERBASIS INKUIRI” PPPPTK IPA KEMDIKBUD BANDUNG, 2018

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar