1

LAYAR BERBICARA (sebuah pengalaman unik Pembelajaran Jarak Jauh) (0)

Eva Melisda October 18, 2020

Nama saya Eva, seorang guru Bahasa Inggris dari salah satu SMP di daerah Jakarta Timur.  Mengajar adalah hal yang sangat menyenangkan bagi saya. Karena selain berbagi ilmu, melalui interaksi dengan siswa saya dapat menggali karakter siswa dan memperkaya wawasan saya. Kegiatan pembelajaran didalam kelas, bertatap muka, berdiskusi, tanya jawab, dan diselingi canda tawa, tentu saja sangat menyenangkan. Namun, semua terasa berbeda ketika pandemi datang tanpa diundang. Proses kegiatan belajar mengajar yang idealnya dilaksanakan di sekolah, seketika wajib dilakukan dari rumah. Proses yang terjadi secara tiba-tiba ini, tentu saja memberikan dampak yang luar biasa bagi guru dan siswa.  Hal yang belum pernah terjadi, bahkan membayangkan pun tidak.

Proses pembelajaran jarak jauh memberikan pengalaman-pengalaman unik bagi saya. Diawali dengan pengalaman unik siswa yang bersorak gembira karena tidak perlu hadir di sekolah. Yeay… belajar di rumah, mungkin seperti itu kalau boleh saya gambarkan perasaan para siswa di sekolah kami. Namun, suasana berubah menjadi membosankan ketika sudah hampir dua minggu harus berada didalam rumah. Rasa terkekang, rindu teman, rindu guru, rindu suasana sekolah, mulai menghampiri mereka. Satu persatu dari mereka mulai “curhat” mengungkapkan kebosanannya. Kebetulan saya dipercaya menjadi salah satu wali kelas. Sehingga mereka yang biasanya hampir setiap hari  berceloteh dengan wali kelasnya, mulai mencari saya. Bagaimana caranya? Pastinya melalui aplikasi sosial media yang ada dalam layar gawai kami. Saya sebut hal ini sebagai layar berbicara. Salah satu aplikasi yang kami gunakan adalah media whatsapp. Unik rasanya ketika melayani siswa yang menyampaikan isi hatinya melalui layar ponsel, baik dalam bentuk chatting maupun videocall. Hal yang sangat baru dan berkesan bagi kami.

Keunikan yang lain yang saya alami adalah ketika rasa bosan dalam diri siswa memberikan dampak yang kurang baik bagi siswa tersebut. Beberapa dari mereka mulai mencapai tingkat kejenuhan dan rasa malas mengikuti kegiatan pembelajaran muncul dalam diri mereka. Hal ini membuat saya sebagai seorang guru dan wali kelas harus berpikir cerdas mencari ide untuk mengatasinya. Seringkali saya dengan penuh kerelaan hati membangunkan para siswa yang masih melingkar di atas tempat tidur mereka pada pagi hari. Lagi – lagi, layar gawai saya berbicara melalui panggilan video yang saya gunakan untuk membangkitkan motivasi mereka bersekolah dari rumah. Mengajak mereka untuk meninggalkan tempat tidur, membersihkan diri, dan bersiap mengikuti pembelajaran. Hal unik yang belum pernah saya lakukan selama saya menjadi seorang guru. Dari apa yang saya lakukan ini, ternyata memberikan dampak positif bagi para siswa. Mereka kembali bersemangat ketika mendapati bahwa gurunya juga penuh semangat memperhatikan dan membimbing mereka. Ah, memang unik rasanya menjadi guru dimasa pandemi ini.

Keunikan lain yang saya rasakan adalah ketika para orangtua siswa mulai mengakui betapa sulitnya menjadi seorang guru yang harus sungguh – sungguh bertanggung jawab terhadap anak didiknya. Para orangtua mulai merasakan bagaimana rasanya mengajar dan membimbing anak – anak mereka belajar dari rumah. Dan ternyata, fakta membuktikan bahwa siswa lebih percaya dan mau mendengarkan nasihat dari guru mereka. Saya mulai mendapati layar ponsel saya kembali berbicara menceritakan ungkapan – ungkapan hati para orangtua. Sungguh bangga menjadi seorang guru dimasa pandemi. Karena bukan hanya melayani anak didik, namun sekaligus juga orangtua mereka. Guru dapat menjadi jembatan komunikasi antara siswa dengan orangtua. Sangat unik bukan?

Memasuki masa new normal, kegiatan pembelajaran yang dilakukan sepenuhnya dari rumah, mulai berangsur ada perubahan. Saya dan guru – guru lain di sekolah kami mulai diijinkan untuk mengajar dari sekolah. Meskipun siswa kami masih tetap harus belajar dari rumah. Masa new normal juga memberikan keunikan bagi saya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pengalaman mengajar, saya harus merasakan mengajar dalam kelas tanpa siswa. Sangat unik ketika diri saya berceloteh menjelaskan materi, bergerak kesana kemari didalam kelas, dengan tatapan kursi- kursi kelas. Saya sempat tersenyum sendiri menyaksikan bagaimana uniknya diri saya mengajar dihadapan kursi kosong. Bahkan salah satu staf sekolah sempat tertawa ketika melihat saya sedang bersemangat mengajar dengan suara yang lantang tanpa siswa didalam kelas. Dimanakah siswa saya? Ya, tentu saja ada dalam layar ponsel atau laptop saya yang kembali berbicara saat proses belajar mengajar berlangsung dan saat kami berdiskusi melalui media google meet yang kami gunakan di sekolah. Suasana yang tidak pernah terpikirkan akan terjadi, dan kenyataannya memang terjadi.

Keunikan juga saya rasakan ketika saya harus membuat video pembelajaran sendiri, powerpoint interaktif, bahkan harus merekam suara saya saat menyampaikan materi dalam bentuk video powerpoint. Saya pun akhirnya memiliki channel youtube yang berisi video – video materi pembelajaran yang saya ciptakan sendiri. Unik sekali rasanya ketika harus mendengarkan kembali suara saya dari hasil perekaman. Sesekali saya tertawa ketika mendapati suara saya agak fals, kurang enak didengar. Dan tentu saja melalui video – video tersebut, layar ponsel saya kembali berbicara.

Demikian pengalaman unik yang saya hadapi dalam melakukan kegiatan belajar mengajar pada sebelum dan saat new normal. Layar berbicara menjadi pengalaman unik dan berkesan sepanjang hidup saya sebagai seorang guru. Melalui layar ponsel, layar laptop, layar tablet, saya dan siswa dapat melakukan banyak kegiatan. Kami dapat merasakan komunikasi yang maksimal, merasakan kedekatan antara guru, siswa, dan orangtua,  tetap ada walaupun hanya bertatap muka dan berchatting ria melalui sebuah layar. Saya juga dapat merasakan bagaimana membangkitkan gairah dan motivasi siswa untuk senang belajar. Sebuah karakter yang sangat dirindukan oleh seorang guru pastinya. Karena belajar yang merdeka dapat dilakukan dimana saja dengan suasana yang menyenangkan. Bangga menjadi guru yang dapat memotivasi siswa dengan berbagai keunikan yang saya rasakan. Sampai saat ini layar gawai saya masih berbicara, dan akan terus berbicara sebagai upaya menggali potensi siswa dalam merdeka belajar yang menyenangkan. Bagaimana dengan layar gawai anda?

#WritingCompetition

#NewNormalTeachingExperience

Comments (1)

  1. Selamat Malam 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi pada Guraru Writing Competition 2020.

    Semoga #sharing pengalaman dan ilmu diatas dapat bermanfaat bagi rekan guru lainnya dan semoga beruntung untuk memenangkan salah satu hadiah dari Guraru!

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar