8

Langkah-Langkah/Sintaks Model Pembelajaran Tipe STAD (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 17, 2020

Pembelajaran kooperatif tipe STAD ini merupakan salah satu tipe dari model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok-kelompok kecil dengan jumlah anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen. Diawali dengan tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok, (Trianto, 2009: 68).1.      

Ciri-ciri pembelajaran kooperatif tipe STAD secara umum yaitu melibatkan 4-5 orang siswa dalam pembagian kelompok, penyelesaian tugas kelompok oleh siswa melalui panduan guru, serta terakhir pemberian doorprize atau hadiah bagi kelompok terbaik.2.      

Suatu pembelajaran yang diterapkan oleh guru berisi tentang langkah-langkah praktis yang diterapkan ke siswa dalam proses pembelajaran. Menurut Trianto (2009: 69-70) Seperti halnya model pembelajaran lainnya, pembelajaran kooperatif tipe STAD ini juga membutuhkan persiapan yang matang sebelum kegiatan pembelajaran dilaksanakan. Persiapan-persipan tersebut antara lain:

a.       Perangkat pembelajaran: Sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran ini perlu dipersiapkan perangkat pembelajarannya, yang meliputi Rencana Pembelajaran (RP), Buku Siswa, Lembar Kegiatan Siswa (LKS), beserta lembar jawabannya.

b.      Membentuk Kelompok Kooperatif: Menentukan anggota kelompok diusahakan agar kemampuan siswa dalam kelompok adalah heterogen dan kemampuan antar satu kelompok dengan kelompok lainnya relatif homogen. Apabila memungkinkan kelompok kooperatif perlu memperhatikan ras, agama, jenis kelamin, dan latar belakang sosial. Apabila di dalam kelas terdiri atas ras dan latar belakang yang relatif sama, maka pembentukan kelompok dapat didasarkan pada prestasi akademik, yaitu: (1.    Siswa dalam kelas terlebih dahulu diranking sesuai kepandaian dalam pelajaran tertentu. Tujuannya adalah untuk mengurutkan siswa sesuai kemampuan  sainsnya dan digunakan untuk mengelompokkan siswa ke dalam kelompok. (2.   Menentukan tiga kelompok dalam kelas yaitu kelompok atas, kelompok menengah, dan kelompok bawah. Kelompok atas sebanyak 25% dari seluruh siswa yang diambil dari siswa ranking satu, kelompok tengah 50% dari seluruh siswa yang diambil dari urutan setelah diambil kelompok atas, dan kelompok bawah sebanyak 25% dari seluruh siswa yaitu terdiri atas siswa  setelah diambil kelompok atas dan kelompok menengah.                 

c.    Menentukan Skor Awal: Skor awal yang dapat digunakan dalam kelas kooperatif adalah nilai ulangan sebelumnya. Skor awal ini dapat berubah setelah ada kuis. Misalnya pada pembelajaran lebih lanjut dan setelah diadakan tes, maka hasil tes masing-masing individu dapat dijadikan skor awal.

d.     Pengaturan Tempat Duduk: Pengaturan tempat duduk dalam kelas kooperatif perlu juga diatur dengan baik, hal ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan pembelajaran kooperatif apabila tidak ada pengaturan tempat  duduk dapat menimbulkan kekacauan yang menyebabkan gagalnya pembelajaran pada kelas kooperatif.

e.       Kerja Kelompok: Untuk mencegah adanya hambatan pada pembelajaran kooperatif tipe STAD, terlebih dahulu diadakan latihan kerja sama kelompok. Hal ini bertujuan untuk lebih jauh mengenalkan masing-masing individu dalam kelompok.

Sementara itu, menurut Ibrahim, dkk (dalam Trianto, 2009: 70-71) langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD ini didasarkan pada langkah-langkah kooperatif yang terdiri atas enam langkah atau fase yaitu:

FaseKegiatan Guru
Fase 1Menyampaikan tujuan dan memotivasi siswaMenyampaikan semua tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar
Fase 2Menyajikan/menyampaikan informasiMenyajikan informasi kepada siswa dengan jalan mendemonstrasikan atau lewat bahan bacaan
Fase 3Mengorganisasikan siswa dalam kelompok-kelompok belajarMenjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompok belajar dan membantu setiap kelompok agar melakukan transisi secara efisien
Fase 4Membimbing kelompok bekerja dan belajarMembimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka
Fase 5EvaluasiMengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah diajarkan atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya
Fase 6Memberikan penghargaanMencari cara-cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok
Tabel: Sintaks Model Pembelajaran Tipe STAD.


Sumber Pustaka:

(1). Trianto. 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Prenada Media. Jakarta.

Comments (8)

  1. Saya tanpa sadar sudah praktekin sistem ini sebab ikutin pola penugasan di buku paket. Ternyata perlu insentif rupanya pantesan hasilnya selama ini belum optimal. Sepertinya menarik dilpraktikkan begitu KBM tatap muka diizinkan kembali. Saat ini mesti bersabar dengan penugasan individu aja.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar