0

Langkah-langkah Pembelajaran Kemampuan Berbicara dengan Pendekatan Komunikatif Melalui Metode Bermain Peran (0)

oloan February 27, 2021

Sebelum mengemukakan langkah-langkah pembelajaran berbicara dengan pendekatan komunikatif melalui metode bermain peran, terlebih dahulu dijelaskan pengertian masing-masing komponen berbicara tersebut, yaitu:

1.Lafal adalah cara seseorang atau sekelompok orang di suatu masyarakat bahasa mengucapkan bunyi bahasa (Depdiknas, 2004: 551).

2.Intonasi adalah ketepatan penyajian tinggi rendahnya nada dari seseorang (Depdiknas, 2004: 385).

3.Jeda (penjedaan) adalah waktu berhenti (mengaso) sebentar; berjeda berhenti sebentar, ada jedanya, terputus-putus (Depdiknas, 2004: 406).

4.Mimik adalah peniruan dengan gerak-gerik anggota badan dan raut muka (Depdiknas, 2004: 656).

5.Ekspresi adalah pengungkapan atau proses menyatakan (yaitu memperlihat atau menyatakan maksud gagasan, perasaan dan sebagainya) (Depdiknas, 2004: 254).

6.Gerak adalah peralihan tempat atau kedudukan baik sekali maupun berkali-kali (Depdiknas, 2004: 311).

7.Gerik adalah berbagai-bagai gerak (pada anggota badan) tingkah laku (Depdiknas, 2004: 312).

Dalam hubungannya dengan pelaksanaan proses pembelajaran masing-masing komponen berbicara tersebut akan dinilai sesuai dengan rumusan skor penilaian. Adapun langkah-langkah proses pembelajaran dalam pementasan drama atau bermain peran agar efektif, Roestiyah (2001: 91-92) mengatakan sebagai berikut:

(1) guru harus menerangkan kepada siswa, untuk memperkenalkan teknik ini. Siswa dapat memecahkan masalah hubungan yang aktual di masyarakat, kemudian guru menunjuk beberapa siswa yang akan berperan.

Masing-masing akan mencari pemecahan masalah sesuai dengan perannya, dan siswa yang lain jadi penonton dengan tugas-tugas tertentu pula,

(2) Guru harus memilih masalah yang urgen sehingga menarik minat anak-anak. Ia mampu menjelaskan dengan menarik, sehingga siswa termotivasi untuk memecahkan masalah itu,

(3) agar siswa memahami peristiwa, maka guru harus bisa menceritakan sambil mengatur adegan yang pertama,

(4) bila ada kesukarelaan dari siswa untuk berperan, harus ditanggapi tetapi guru harus mempertimbangkan apakah siswa tersebut tepat untuk perannya itu.

Bila tidak ditunjuk saja siswa yang memiliki kemampuan dan pengetahuan serta pengalaman seperti yang diperankan itu,

(5) jelaskan pada pemeran-pemeran itu sebaik-baiknya, sehingga mereka tahu tugas pemeranannya, menguasai masalah, pandai bermimik maupun berdialog;

(6) siswa yang tidak turut harus menjadi penonton yang aktif, di samping melihat dan mendengar mereka harus bisa memberi saran dan kritik pada apa yang harus dilakukan setelah kegiatan itu selesai,

(7) bila siswa belum terbiasa perlu bantuan guru menimbulkan kalimat pertama dalam dialog,

(8) setelah bermain peran itu dalam situasi klimaks, maka perlu dibuka tanya jawab, diskusi atau membuat karangan berbentuk sandiwara.

Untuk mengembangkan kemampuan berbicara peserta didik, menurut Hardjono (1998:32), ada beberapa hal yang dapat dilatihkan, yaitu:

(1) menangkap hubungan makna kalimat secara intuitif diskursif,

(2) mempergunakan materi yang telah dikuasai dalam berbagai kombinasi, situasi maupun kondisi baru,

(3) membuka percakapan,

(4) mengadakan respon yang cepat terhadap ucapan lawan bicara,

(5) menyusun konsep pemikiran maupun bahasa sebagai respon atau melanjutkan percakapan,

(6) berbicara dengan kecepatan, ucapan, intonasi yang sesuai dengan hasil yang diinginkan tercapai.

Selain memberikan latihan keterampilan, menurut Lawtie (2004: 5), dalam kegiatan pembelajaran berbicara, guru harus bisa mendorong siswa untuk berbicara.

Lebih lanjut Lawtie menjelaskan hal-hal yang bias mendorong siswa untuk berbicara adalah (1) bertanya dengan menggunakan bahasa Indonesia; (2) berikan umpan balik yang positif; (3) bersikap rileks kepada siswa yang pemalu; (4) motivasilah siswa berbicara lebih sering; (5) beritahu siswa bahwa mereka diberi nilai setiap berbicara; (6) memotivasi siswa agar berbicara dengan menggunakan bahasa Indonesia sebanyak mungkin.

Berdasarkan pendapat di atas, disimpulkan bahwa kemampuan berbicara dapat dikuasai dengan baik oleh peserta didik, dengan memberikan dorongan, kesempatan dan latihan yang banyak saat proses pembelajaran berlangsung.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar