4

Lahirkan Generasi Emas Kids Zaman Now (0)

Dyna Rukmi Harjanti Soeharto November 24, 2020

Ali bin Abi Thalib ra pernah berkata, “Didiklah anak-anakmu sesuai dengan zamannya.” Kids zaman now pasti beda jauh dengan kids zaman old seperti kita. Kalau kita suka bermain bentengan dan congklak beramai-ramai, mereka suka bermain game online dengan gawai mereka. Kalau kita belajar dengan membawa buku setumpuk, mereka cukup menyanding gawai dan klik google search. Kalau kita tanya cita-cita mereka pun, jawabannya pasti banyak yang dulu saat zaman kita pekerjaan itu belum ada. Seperti travel blogger, web designer, influencer, pemilik toko online, atau you tuber, yang piranti kerjanya hanya gawai canggih.

Kita yang notabene kids zaman old ini pasti heran, you tuber itu bagaimana. Cara mendapatkan uang bagi seorang travel blogger itu bagaimana. Jam kerja seorang web designer itu kapan. Dan pertanyaan-pertanyaan lain yang sejenis.

Di masyarakat pun nilai-nilai yang dianut mulai bergeser. Dari mulai syair lagu sampai bahasa pergaulan yang dipakai sehari-hari mengalami pergeseran nilai yang berada pada tingkat mengkhawatirkan. Jika dulu seorang gadis hamil di luar nikah akan dianggap aib bagi keluarga, dan bisa dikucilkan oleh masyarakat, maka sekarang hal itu hanya dianggap kecelakaan biasa. Solusinya adalah pernikahan atau malah aborsi…na’udzubillahi min dzalik. Jika dulu sepasang manusia akan malu berdua-duaan di tempat gelap, maka sekarang orang yang menyaksikannya yang akan malu sendiri melihat keberanian mereka.

Kids zaman now juga sangat mahir menggunakan gawai, lebih mahir daripada orangtua atau gurunya. Baru pegang sekali mereka akan langsung bisa mengoperasikannya. Beda dengan kids zaman old seperti kita, harus belajar berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan untuk bisa mengoperasikan semua aplikasi di gawai kita dengan mahir. Ditunjang dengan rasa ingin tahu mereka yang begitu besar, maka mereka akan mengeksplor gawai itu dengan antusias. Itulah mengapa mereka lebih tahu apa yang sedang terjadi di belahan bumi lain daripada apa yang terjadi di sebelah rumah. Karena mereka lebih akrab dengan gawainya daripada dengan tetangga sebelah.

Memang gawai itu memudahkan kita. Kita bisa pesan tiket, transfer uang, baca berita, ataupun berdagang dengan gawai kita. Tetapi di situ juga terdapat banyak sekali konten yang tidak layak tonton untuk anak-anak kita. Padahal anak-anak kita lebih mahir daripada kita dalam mengoperasikannya

Nah, sebagai orangtua maupun guru bagi kids zaman now ini tentunya kita harus punya amunisi yang amazing agar berhasil mendidik mereka dengan baik sesuai zamannya. Kita harus bisa menjadi kamus berjalan atau ensiklopedi hidup yang bisa menjawab segala macam pertanyaan yang mereka ajukan. Kita harus bisa menarik perhatian mereka. Lebih menarik daripada gawai mereka. Alangkah leganya jika setiap pertanyaan mereka bisa kita jawab dengan sukses. Setiap rasa ingin tahu mereka bisa kita tuntaskan dengan puas.

Pengalaman saya sendiri, beberapa waktu yang lalu saat mengisi kajian Pembinaan Tunas Bangsa di sekolah, saya mengambil tema “Disiplin”. Karena murid-murid saya saat itu laki-laki yang sangat gemar sepak bola, maka saya mengambil contoh seorang pemain sepak bola. Sehingga mereka tertarik dengan apa yang saya sampaikan. Begitupun saat memberikan materi “Bina Kelas”, saya ambil contoh sinetron yang sedang ngehits saat itu. Sehingga mereka tahu, saya tahu segala yang ingin mereka tahu. Mereka mengerti, saya bisa dijadikan tempat bertanya. Mereka akan lebih mempercayai kita. Mereka akan mempercayakan rahasianya kepada kita.

Jika kita tidak tahu apa yang mereka senangi, kita harus mencari tahu. Jika kita gagap tetntang hal-hal yang mereka senangi, kita harus mempelajarinya. Karena belajar itu kewajiban kita seumur hidup. Jika bukan karena anak-anak pun, kita juga wajib belajar agar tidak salah melangkah.

Saat kids zaman now itu sudah percaya kepada kita, maka jangan khianati kepercayaannya. Kita harus mengarahkan langkah mereka agar tidak salah. Kita harus memberi pengertian tentang hal-hal yang tidak mereka pahami. Jika apa yang kita sampaikan tidak sesuai dengan yang berlaku di masyarakat, maka kita harus memberi pemahaman kepada mereka.

Yang utama dan tidak boleh dilupakan adalah, sertakan Allah dalam setiap usaha yang kita lakukan. Kita kenalkan Allah pada mereka. Ceritakan pada mereka tentang kisah-kisah para Rasul dan sahabat, yang bisa menggugah semangat mereka. Kisah-kisah inspiratif yang bisa membuat mereka termotivasi untuk mengikuti para panutan tersebut. Sering putarkan film-film tentang perjuangan Islam, sehingga pengetahuan mereka bertambah. Sebut nama-nama mereka dalam do’a-do’a kita. Karena senjata seorang muslim adalah do’a. Allah akan melihat kesungguhan kita lewat do’a-do’a yang kita panjatkan.

Yang terakhir, jangan mudah terkejut dan panik dengan apa yang dilakukan oleh kids zaman now. Mungkin kita kaget saat tahu mereka membuka konten yang tidak patut. Tetapi jangan panik. Segera beristighfar dan tenangkan diri dulu. Setelah tenang, baru kita ajak anak-anak itu bicara. Apa yang mereka cari, bagaimana perasaannya, dan lain sebagainya. Sebenarnya anak-anak itu sadar jika apa yang dilakukannya keliru. Kita sentuh perasaannya dari situ. Insya Allah dia akan bisa memperbaiki diri.

Mendidik di era kids zaman now ini memang luar biasa tantangannya, karena kita harus mempersiapkan mereka untuk menghadapi fitnah akhir zaman. Tetapi dengan kekuatan hati, meluruskan niat, dan menyandarkan sepenuhnya urusan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, insya Allah tak ada yang tak mungkin. Generasi emas islami akan lahir dari rahim kita sebagai ibu maupun guru.

Comments (4)

  1. Generasi jaman now memang perlu dididik dengan metode berbeda dibandingkan generasi Y zaman dulu ya kan? setiap jaman akan berbeda cara perlakuan kepada siswa. Yang penting sabar dan terus semangat saja saat menghadapi siswa dengan berbagai macam karakter 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar