6

Kritik dan Saran dari Siswaku (+1)

Sofyanto January 13, 2013

Siapkan kertas dan pulpen di atas meja, buku dan lainnya dimasukan di dalam tas dan laci meja. Siswa merasa kebingungan, dan saling bertanya satu sama lainnya termasuk pada saya sebagai gurunya karena kenapa pertama masuk langsung ujian. Saya masuk pada hari rabu untuk mengajar untuk tahun ajaran baru ini pada les 4-5, dan hari kamis sampai sabtu juga masuk. Saat masuk kelas, saya melakukan apersepsi, tanya kabar setelah liburan dan kabar siswa yang tidak datang. 

Setelah itu, saya siapkan pertanyaan dan siswa menjawab untuk soal pertama, dan dilanjutkan pertanyaan ke 2 dan kemudian dijawab, sampai pada pertanyaan ke empat. Setelah selesai mengerjakan jawaban, maka muncul pertanyaan, "berikan kritik dan saran kepada guru yang mengajar geografi di kelas ini". Siswa menuliskan di lembar jawaban bagian bawah. Setelah itu dikumpulkan kepada saya.

Setelah dikumpulkan, saya bertanya kepada siswa, apakah ada guru yang melakukan ujian / pre test seperti ini??? Siswa menjawab, bahwa tidak ada melakukannya. Saya heran dengan kondisi ini, bagaimana guru mau mengajarkan, kalau guru saja tidak mengetahui kemampuan awal siswa melalui tes yang dilakukan sebelum pembelajaran berlangsung.

Tapi saat test selesai, suasana mencair dan menyenangkan, karena siswa dipilih untuk membacakan hasil tesnya, namun banyak yang masih kosong dan pasa pertanyaan tentang kritik dan sarna, banyak ditulis siswa. Maka, ketika siswa membacakan dari hasil tulisan di kertas tes dan ada juga tidak langsung menyampaikan kritik dan saran.

Beberapa siswa di kelas-kelas yang berbeda untuk menyampaikan kritik dan saran, menyampaikan beberapa hal tentang guru yang mengajar geografi di kelas itu. Berarti itu ditujukan kepada saya sebagai gurunya. Ada dan saran untuk saya yaitu:

1. TIDAK PELIT NILAI, dan saya jelaskan dan siswa mulai paham, mengapa saya berikan nilai itu, karena hasil dari kerja keras selama semester ganjil, mulai dari ulangan harian, mid dan tugas-tugas lainnya. Saya mengangap itu wajar, karena siswa berfikir, siapa yang memberi nilai tinggi itu baik, padahal sebaliknya, saya memberikan nilai itu untuk proses pembelajaran lebih serius untuk selanjutnya

2. MENGAJARNYA JANGAN TERLALU CEPAT. Saya sebagai guru, kalau berbicara dengan karakter cepat saat berbicara atau menerangkan. Saya sadari hai ini tidak baik bagi siswa yang memiliki keterlambatan/kesulitan dalam menerima materi dan lainnya. Sampai saat ini saya berusaha agar siswa lebih memahami saya dan saya juga terus belajar memahami siswa agar saya tidak terlalu cepat saat menyampaikan materi.

3. SERING BERCANDA. Siswa saat ini suka diajak bercanda, namun terkadang candaan saya sering "garing",  namun saya terus berlatih agar siswa mudah untuk menerima materi agar tidak monoton terhadap apa yang disampaikan.

4. METODE MENGAJAR. Kalau mengajar, gunakan metode yang menarik dan saya terus belajar bagaimana pembelajaran ini terkesan dan bermakna bagi kehidupan siswa kelak

5. TIDAK BANYAK PR. Wau, ternyata di sekolah banyak pekerjaan rumah oleh siswa yang diberikan guru untuk pertemuan selanjutnya dan berimbas pada saya, karena siswa takut kalau saya akan memberikan PR, maka akan semakin banyak PR mereka

6. SERING MASUK DAN CEPAT MASUK KELAS. Ini kritikan yang paling tajam dan menusuk hati karena terasa bagi saya. Namun hal ini saya sudah sampaikan kepada siswa sejak awal masuk, bahwa saya terkadang sering terlambat dan terkadang tidak masuk. Namun saya sudah minta maaf sebelumnya. Hal ini sering terjadi karena sebagai staf wakasek, banyak perkerjaan yang harus siap karena berhubungan dengan guru dan siswa, misalnya menggurusi seleksi siswa masuk PTN ataupun urusan jadwal guru, perangkat guru dan lainnya. Selain itu ada perintah dari atasan untuk kegiatan di luar sekolah, misalnya ke dinas, rapat dan mendampingi siswa berlomba.

Terima kasih atas kritik dans saran yang tertulis dan  tidak tertulis untuk siswaku. Semoga tahun 2013 dan selanjutnya lebih baik dari sebelumnya. Mudah-mudahan tidak mengecewakan.

Gurumu ini mencintai potensi, bakat dan minatmu, jadikan gurumu ini untuk menjadi guru yang lebih profesional karena siswaku telah banyak memberikan pelajaran. Ingat, guru tidak sempurna namun mencari kesempurnaan, dan siswa menilai guru secara objektif berdasakan apa yang dilihatnya, sehingga tingkat kebenarannya ada. Siswa terkadang khilaf dan terkadang benar. Maka guru dan siswa ada tindakan yang benar dan ada tindakan yang salah.

Terima kasih siswaku !!!

Comments (6)

  1. Kritik dan saran dari siswa, kadang lucu-lucu, aneh tapi banyak jg yang berkesan. Terbayang sekali pak Sofyanto mendapat kritik saran no.6…. sebagai siswa mereka ingin sosok bapak sebagai guru di kelas, sebagai wakasek, tugas bapak mengharuskan banyak meninggalkan kelas. Ini terjadi di banyak lokasi ya pak. Semoga dapat penyelesaian yang baik bagi semua pihak.

  2. mungkin klo soal kritik diberikan kepada siswa, pada saat ujian berlangsung maka mungkin saja jawabannya yang baik2, karena pasti semua siswa pingin nilai baik. tapi kalo guru lain yang mereka kritik boleh jadi hasilnya lain… coba di tes pak guru lain yang masuk trus beri tugas kepada mereka untuk mengkritik guru lain yang masuk dikelas.. saran saya.. ini lebih fear dibanding kita sendiri yang melakukan uji coba dikelas… 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar