2

Kriteria Pelajar Pancasila Menurut Mas Menteri Pendidikan dan kebudayaan (0)

oloan February 27, 2021

Ini cerita November 2020 yang kembali saya ulas dan bisa menjadi pedoman kita sebagai guru agar dapat menerapkannya dalam kegiatan pembelajaran walau masih daring sehingga anak-anak kita mengerti akan apa itu Pelajar Indonesia dan Pelajar Pancasila.

Pada Kamis, 10 November 2020 lalu, masih teringat dengan jelasnya saat telah berlangsungnya Seminar Virtual Nasional yang diselenggarakan oleh Pusat Penguatan Karakter melalui Zoom Meeting, dengan tema _“Generasi Cerdas Berkarakter, Indonesia Maju Bermartabat_”. Seminar ini merupakan rangkaian acara dalam rangka Pekan Untuk Sahabat Karakter (PUSAKA) Tahun 2020.

Dalam Seminar tersebut terbagi dalam tiga sesi. Sesi pertama, diperuntukkan
bagi 1000 peserta Guru, Tenaga Kependidikan, Dosen, dan Pelaku Budaya, yang dimulai pada pukul 09.00 s.d. 11.00. Dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, (Ainun Na’im), Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, (Muhadjir Effendy) dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Nadiem Anwar Makarim).

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mas Nadiem Makarim memaparkan bahwa sebagai pemuda Pancasila, pelajar Indonesia harus memiliki kemampuan gotong royong yaitu kemampuan untuk melakukan kegiatan bersama-sama dengan sukarela agar kegiatan yang dikerjakan dapat berjalan mudah, lancar dan ringan. Kuncinya yaitu diperlukan adanya kolaborasi, sifat kepedulian, dan berbagi.

Selain itu, pelajar yang kreatif harus mampu memodifikasi dan menghasilkan sesuatu yang orisinal, bermakna dan berdampak positif. Elemen kuncinya menghasilkan gagasan orisinil
Menghasilkan karya dan tindakan orisinil.

Menurut beliau, pengembangan SDM unggul harus bersifat holistik dan tidak terfokus kepada kemampuan kognitif saja. SDM yang unggul merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berprilaku sesuai dengan nilai-nilai pancasila.

Selanjutnya menurut Mas Nadiem, pendidikan seni adalah salah satu pendidikan karakter. Pendidikan seni satu hal yang luar biasa untuk melatih kreativitas dan dapat membangun budaya emosional yang paling berdampak terhadap pendidikan karakter.

Profil pelajar Pancasila yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia. Dia memahami ajaran agama dan kepercayaannya serta menerapkan pemahamannya dalam kehidupan sehari-hari. Kuncinya adalah Iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, akhlak pribadi, akhlak kepada manusia, akhlak kepada sesama, akhlak bernegara.

Dalam berkebinekaan global, fungsi dari Pelajar Indonesia adalah harus dapat mempertahankan budaya luhur, lokalitas, identitasnya, serta tetap berpikiran terbuka dalam berinteraksi dengan budaya lain, sehingga menumbuhkan rasa
saling menghargai, dan kemungkinan terbentuknya budaya baru, yang positif dan tidak bertentangan dengan budaya luhur bangsa.

Kuncinya mengenal dan menghargai budaya komunikasi dan interaksi antar budaya, serta
Refleksi dan tanggung jawab terhadap pengalaman kebinekaan.

Inilah ciri-ciri Profil pemuda Pancasila: mandiri, bergotong royong, kreatif, bernalar kritis, beriman, bertakwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, dan berkepribadian globa. Mengakhiri paparannya Mas Nadiem berpesan Jadilah kita pemuda Indonesia yang banyak tanya, banyak coba dan banyak karya.

Demikian paparan yang disampaikan Mas Nadiem dalam sambutannya membuka serangkaian kegiatan Seminar Virtual Nasional Puspeka. Selanjutnya acara dilanjutkan dengan pemaparan materi dari beberapa narasumber yang luar biasa hebat dan keren pada sesi ke-2 dan ke-3.

Pendidikan karakter memang sangat berperan besar terhadap tumbuh kembang peradaban bangsa dalam era globalisasi sekarang ini. Sangat penting untuk diterapkan seorang pendidik dalam kehidupan sehari-hari kepada anak, baik di sekolah, dia rumah maupun di masyarakat, agar terciptanya generasi cerdas yang berakhlak mulia.

Salam pendidikan…mari kita terapkan ini agar peserta didik kita bisa menjadi Pelajar Pancasila yang mampu menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan mereka..

Comments (2)

  1. Betul pak. Menerapkan ideologi terbuka bukan berarti melupakan nilai-nilai Pancasila sebagai jati diri bangsa. Karakter baik bangsa Indonesia tidak boleh terkikis.Tugas orang tua termasuk guru untuk membinanya

  2. Benar ibu Ayuma, bahwa kita harus benar-benar menerapkan nilai-nilai ideologi Pancasila dengan baik agar Indonesia tetap kokoh dan kuat dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar