1

Kreativitas dalam Pembelajaran (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 13, 2021

Pembelajaran di era digital ini yang menjadi titik sorot diantaranya adalah kreatifitas. Dengan adanya kreatifitas seorang siswa diharapkan mampu menghadapi semua bentuk perubahan yang relatif sangat cepat pada era digital. Pemikiran yang kreatif sisiwa mampu mencari terobosan dalam setiap bidang masalah yang dihadapinya.

Kreativititas merupakan penunjang dalam proses pembelajaran, kreativitas yang dimaksud dalam tulisan ini adalah kreativitas dari siswa pada proses pembelajaran kimia. Kreativitas sebagai faktor internal siswa yang banyak dipengaruhi atau dapat muncul oleh faktor eksternal siswa, seperti kondisi sekolah, guru, dan keluarga yang harus diharmonisasikan untuk tujuan pembelajaran.

Syamsu Yusuf (2006:246) dalam Landasan Bimbingan Konseling memberikan pengertian ”kreativitas yaitu sebagai kemampuan untuk menciptakan suatu produk baru, atau kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam pemecahan masalah”.  Menurut Torrance (1981) dalam Mohamad Asrori (2007 : 63) “ kreativitas itu bukan semata-mata merupakan bakat kreatif atau kemampuan kreatif yang dibawa sejak lahir, melainkan merupakan hasil dari hubungan interaktif dan dialektis antara potensi kreatif individu dengan proses belajar dan pengalaman dari lingkungannya”. Jadi menurut saya dalam hal kreativitas siswa semua siswa mempunyai kreativitas hanya tingkatannya saja yang berbeda, dan kreativitas dapat dipengaruhi oleh proses belajar dan lingkungan siswa.

Kreativitas mempunyai ciri-ciri kognitif maupun ciri-ciri non kognitif, ciri kognitif antara lain berupa kelancaran (fluency),keluwesan (flexibility), keaslian ( originality), elaborasi (elaboration) dan pemaknaan kembali (redefinition) dalam pemikiran, maupun ciri non kognitif (non aptitude) seperti motivasi,sikap,rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan, dan selalu ingin mencari pengalaman baru.

Penjelasannya untuk ciri-ciri tersebut adalah sebagai berikut :Kelancaran adalah kemampuan menghasilkan banyak gagasan. Keluwesan adalah kemampuan untuk mengemukakan bermacam-macam pemecahan atau pendekatan terhadap masalah. Keaslian adalah kemampuan untuk mencetuskan gagasan dengan cara-cara yang asli tidak klise. Elaborasi adalah kemampuan untuk menguraikan sesuatu secara terinci. Redefinisi adalah kemampuan untuk meninjau suatu persoalan berdasarkan perspektif yang berbeda dengan apa yang sudah diketahui oleh orang banyak.

Dari ciri-ciri kognitif diatas maka beberapa ahli mengembangkan tentang karakteristik kepribadian yang kreatif. Utami Munandar dalam Syamsu Yusuf (2006 : 246) dalam  Landasan Bimbingan dan Konseling, memberikan karakteristik ciri kepribadian yang kreatif  yaitu sebagai berikut :

“mempunyai daya imaginasi yang kuat, mempunyai inisiatif, mempunyai minat yang jelas, bebas dalam berpikir ( tidak kaku dan terhambat), bersifat ingin tahu, selalu ingin mendapat pengalaman-pengalaman baru, percaya pada diri sendiri, penuh semangat, berani mengambil resiko, berani menyatakan pendapat dan keyakinan (tidak ragu-ragu dalam menyatakan pendapat meskipun mendapatkan kritik dan berani mempertahankan pendapat yang menjadi keyakinannya) “.

Sedangkan menurut Dedi Supriadi (1994) dalam Syamsu Yusuf (2006 :248) memberikan ciri-ciri pribadi yang kreatif  adalah :

“ Terbuka terhadap pengalaman yang baru, flexibel dalam berpikir dan merespon, bebas menyatakan pendapat dan perasaan, menghargai fantasi, tertarik kepada kegiatan-kegiatan kreatif, mempunyai pendapat sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh orang lain, mempunyai rasa ingin tahu yang besar, toleran terhadap perbedaan pendapat dan situasi yang tidak pasti, berani mengambil resiko yang diperhitungkan, paercaya diri dan mandiri, memiliki tanggung jawab dan komitmen pada tugas, tekun dan tidak mudah bosan, tidak kehabisan bekal dalam memecahkan masalah, kaya akan inisiatif, peka terhadap situasi lingkungan, lebih berorientasi ke masa kini dan masa depan daripada ke masa lalu, memiliki citra diri dalam stabilitas emosional yang baik, tertarik kepada hal-hal yang abstrak, kompleks, holistic dan mengundang teka-teki, memiliki gagasan yang orisinal, mempunyai minat yang luas, menggunakan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat dan konstruktif bagi pengembangan diri, kritis terhadap pendapat orang lain, senang mengajukan pertanyaan yang baik, memiliki kesadaran etik moral dan estetika yang tinggi “.

Dari beberapa ciri-ciri pribadi yang kreatif pada ranah kognitif diatas maka peneliti membuat suatu indikator untuk mengukur kreativitas dengan beberapa indikator sebagai berikut : Mempunyai inisiatif, terbuka terhadap pengalaman yang baru, flexibel dalam berpikir dan merespon, bebas menyatakan pendapat dan perasaan, menghargai fantasi, tertarik kepada kegiatan-kegiatan kreatif, mempunyai pendapat sendiri dan tidak mudah terpengaruh oleh prang lain, mempunyai rasa ingin tahu yang besar, toleran terhadap perbedaan pendapat dan situasi yang tidak pasti, berani mengambil resiko yang diperhitungkan, percaya diri dan mandiri, memiliki tanggung jawab dan komitmen pada tugas, tekun dan tidak mudah bosan, tidak kehabisan bekal dalam memecahkan masalah, kaya akan inisiatif, peka terhadap situasi lingkungan, lebih berorientasi ke masa kini dan masa depan daripada ke masa lalu, memiliki citra diri dalam stabilitas emosional yang baik, tertarik kepada hal-hal yang abstrak, kompleks, holistic dan mengundang teka-teki, memiliki gagasan yang orisinal, mempunyai minat yang luas, menggunakan waktu luang untuk kegiatan yang bermanfaat dan konstruktif bagi pengembangan diri, kritis terhadap pendapat orang lain, senang mengajukan pertanyaan yang baik, memiliki kesadaran etik moral dan estetika yang tinggi. Dari indikator inilah yang kemudian dikembangkan menjadi instrumen dalam penelitian yang  berupa angket kreativitas siswa.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar