7

Komik Digital untuk Pembelajaran yang Menyenangkan (+6)

Tetty Hermawati May 14, 2015

” Teknologi Pendidikan dapat ditafsirkan sebagai media yang lahir dari perkembangan alat komunikasi yang digunakan untuk tujuan pendidikan” -Prof. Dr. Nasution. M.A.

Pendidikan dan Teknologi

Seperti yang dikemukakan oleh Prof. Dr. Nasution, M.A bahwa teknologi pendidikan adalah media yang lahir dari perkembangan alat komunikasi yang digunakan oleh manusia dan kemudian dikembangkan untuk mencapai suatu tujuan pendidikan.

Ada juga yang memaknai teknologi pendidikan sebagai pengembangan, penerapan, dan penilaian sistem-sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar manusia. Pendapat lain juga mengatakan bahwa teknologi pendidikan adalah pemikiran yang sistematis tentang pendidikan, penerapan metode problem solving dalam pendidikan, yang dapat dilakukan dengan alat-alat komunikasi modern, akan tetapi juga tanpa alat-alat itu.

Sejauh ini kita bisa melihat bahwa perkembangan teknologi tentu bisa dimanfaatkan dengan sangat baik untuk tujuan pendidikan dan pembelajaran. Karena teknologi dianggap mampu memberikan solusi dalam memecahkan berbagai masalah belajar.

Peran Media dalam Proses Pembelajaran

Setelah menganalisis konsep teknologi pendidikan, maka kita bisa mengambil kesimpulan bahwa teknologi yang sangat berkembang pesat saat ini, sangat mungkin digunakan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Kemudian, bagaimana proses penerapannya?

Sebelumnya, kita harus tahu dulu dimanakah peran teknologi diterapkan di dalam proses pembelajaran?

komponen sistem pembelajaran

Teknologi dapat kita tempatkan pada komponen media pembelajaran. Media pembelajaran sendiri berarti teknologi pembawa pesan yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran (Schramm, 1977). Media pembelajaran merupakan salah satu komponen yang penting untuk menunjang proses pembelajaran.

Manfaat media pembelajaran sendiri adalah:

1. Memperjelas pesan agar tidak terlalu verbalistis.

2. Mengatasi keterbatasan ruang. waktu tenaga, dan daya indera.

3. Menimbulkan gairah belajar, interaksi lebih langsung antara murid dengan sumber belajar.

4. Memungkinkan anak belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya.

5. Memberi rangsangan yang sama, mempersamakan pengalaman, dan menimbulkan persepsi yang sama.

Selain itu, kontribusi media pembelajaran antara lain:

1. Penyampaian pesan pembelajaran dapat lebih terstandar.

2. Pembelajaran dapat lebih menarik.

3. Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan menerapkan teori belajar.

4. Waktu pembelajaran dapat diperpendek.

5. Kualitas pembelajaran dapat ditingkatkan.

6. Proses pembelajaran dapat berlangsung kapanpun dan dimanapun diperlukan.

7. Sikap positif siswa terhadap materi pembelajaran serta proses pembelajaran dapat ditingkatkan.

8. Peran guru berubah kearah yang positif.

(Kemp dan Dayton, 1985)

Mengapa Komik Digital?

Definisi komik sendiri adalah bentuk seni yang menggunakan gambar-gambar yang tidak bergerak dan disusun sedemikian rupa sehingga membuat suatu alur cerita. Biasanya komik diproduksi dalam bentuk cetak seperti koran, majalah, atau berbentuk buku tersendiri. Sedangkan definisi digital sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesi  adalah berhubungan dengan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu; berhubungan dengan penomoran.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa komik digital adalah komik yang dibuat tidak menggunakan printed material, yaitu dengan menggunakan angka-angka untuk sistem perhitungan tertentu. Dalam hal ini biasanya dilakukan oleh si mesin pintar komputer, gadget, smartphone dan sejenisnya.

Peminat komik sendiri di Indonesia masih sangatlah banyak. Bisa kita lihat di televisi atau pun di media lainnya. Komik buatan negeri sakura Jepang memiliki pangsa pasar tersendiri di tanah air.

Selain itu, cepatnya perkembangan Teknologi dan Informasi di Indonesia juga merupakan potensi yang luar biasa untuk mengembangkan komik digital. Sebuah survey yang dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengatakan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia ditahun 2012 mencapai 63 juta orang atau 24,23 persen dari total populasi penduduk Indonesia. Dan pada tahun 2015 ini angka tersebut diperkirakan naik menjadi 139 juta orang atau setara dengan 50 persen populasi penduduk Indonesia (Kompas.Com Desember 2012)

Ramah Lingkungan, Hemat Biaya, dan Fleksibel

Wikipedia mengatakan bahwa, “Penelitian Greenpeace mencatat tingkat kerusakan hutan di Indonesia mencapai angka 3,8 juta hektare  pertahun...” Masih dari sumber yang sama Wikipedia mengatakan, “… Badan Penelitian Departemen Kehutanan menunjukkan angka Rp 83 milyar perhari sebagai kerugian finansial akibat penebangan liar.”

Data di atas tentunya membuat kita berpikir ulang untuk menggunakan printed material berbahan dasar kertas bukan?

Selain ramah lingkungan, komik digital ini juga hemat biaya. Kita bisa menghemat biaya percetakan, setting naskah, membuat plat, menjilid, pengepakan, pengeleman dan juga biaya menggandakan buku. Seperti yang kita tahu, bahwa komik digital pastinya sangat mudah digandakan dan disebarluaskan dibandingkan komik dalam bentuk printed material.

Komik digital juga sangat mudah diakses dimanapun dan kapan pun. Apalagi dengan hadirnya smart phone, belajar tak harus lagi membawa bahan belajar printed material yang memberatkan siswa. The information only in student’s hand!

Cara Pembuatan

Pembuatan komik diawali dengan pembuatan Garis Besar Program Media. Dimana disini kita menentukan Mata pelajaran apa yang akan dibuat komik digital, dan tentunya penentuan tujuan pembelajaran, materi, standar kompetensi, kompetensi dasar, dan juga indikator.

Tahap selanjutnya adalah membuat Story Boardyang merupakan penjabaran dari GBPM tadi dimana disitu pun sudah dimuat cerita (alur, tokoh, sudut pandang, visualisasi dan lain sebagainya). Story board ini lah yang akan memandu kita untuk membuat cerita yang utuh dalam komik digital dan tentunya sesuai dengan tujuan pembelajaran yang kita inginkan.

Teknis pembuatan komik digital ini tidak begitu sulit. Bagi yang sudah terbiasa menggambar, akan sangat mudah untuk membuatnya. Biasanya diawali dengan pembuatan sketsa, kemudian proses scanning, dan proses pewarnaan dan finishing menggunakan software grafis melalui komputer.

1

2

3

4

5

Bagaimana jika tidak bisa menggambar?

Don’t worry be happy!

Kesulitan dalam menggambar tidak lantas membuat kita tidak bisa membuat komik digital. Di era digital dan internet seperti sekarang ini, dengan sangat mudah kita akan mendapatkan gambar yang kita inginkan dengan mesin pencari. Gambar apapun yang kita inginkan, banyak tersedia di internet dan disajikan secara gratis.

Namun jangan lupa, biasanya gambar yang diunduh secara gratis mengharuskan kita untuk menuliskan credit atau nama pembuat gambar pada karya yang kita buat. Hal ini untuk menghindari pelanggaran hak cipta seseorang. Dan merupakan salah satu cara untuk mengapresiasi karya orang lain.

Tidak ada halangan kan untuk  berkreativitas?

Hasil yang Memuaskan

Setelah dilakukan uji coba, ternyata komik digital ini memiliki pengaruh yang  signifikan terhadap hasil pembelajaran pada aspek kognitif Analisis dan Sintesis. Uji coba sendiri dilakukan di sebuah SMP di Kota Bandung dengan total sampling 25 orang siswa. Mereka memperoleh perubahan (kenaikan nilai) yang signifikan setelah belajar dengan menggunakan media komik digital pada mata pelajaran Sejarah setelah dilakukan 3 kali pre test dan post test secara berulang (metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan teknik time series).

Mudah Dikembangkan

Komik digital sangat mudah untuk dikembangkan. Dengan kecanggihan teknologi yang terus berkembang saat ini, didukung dengan produsen komputer dan gadget yang ada di Indonesia yang juga mumpuni dalam dukungan hardware dan software. Indonesia tentu akan mampu membuat suatu media pembelajaran yang menarik, inovatif, dan tentunya memiliki hasil yang signifikan dalam meningkatkan hasil belajar siswa.

Komik digital dapat dikembangkan baik secara online maupun offline. Semua tergantung pada kebutuhan dan ketersediaan sarana dan pra sarana yang ada di lapangan.

Bagi guru, tentunya sangat mudah di era digital ini untuk membuat media yang kreatif dan disukai siswa. Sedangkan bagi siswa, belajar dengan media visual yang mumpuni, mempermudah penalaran dan pemahaman, tentunya akan sangat membantu dalam memecahkan masalah belajar di sekolah dan dimana saja.

“Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

Sumber:

Susilana, Rudi dan Riayana, Cepi. 2008. MEDIA PEMBELAJARAN Hakikat, Pengembangan, Pemanfaatan dan Penilaian. Bandung: Jurusan Kurtekpend FIP UPI

Nasution.1994. Teknologi Pendidikan. Jakarta:Bumi Aksara.

Skripsi. Ijang Permana Sidik. EFEKTIVITAS MEDIA KOMIK DIGITAL TERHADAP PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH (Kuasi Eksperimen terhadap Siswa kelas 7 SMP AL Mukarromah Bandung). Tahun 2013.

_______________.2013, Pengguna Internet Indonesia Bisa Tembus 82 Juta. [online] tersedia : http://tekno.kompas.com/read/2012/12/13/10103065/2013.Pengguna.Internet.Indonesia.Bisa.Tembus.82.Juta?utm_source=WP&utm_medium=box&utm_campaign=Ktkwp. (diakses pada tanggal 5 April 2012)

_______________.Komik. [online] tersedia http://id.wikipedia.org/wiki/Komik. (diakses pada tanggal 5 April 2012)
_______________.Pembalakan Liar. [online] tersedia http:// id.wikipedia.org/wiki/ Pembalakan_liar. (diakses pada tanggal 13 Desember 2012)

Catatan: Gambar komik di atas merupakan hasil karya dari Ijang Permana Sidik, alumni jurusan Kurikulum dan Teknologi Pendidikan FIP UPI. Penulis telah mendapatkan izin untuk mempublikasi hasil karyanya.

Comments (7)

  1. Yappp…Komik Digital memang jadi salah satu media belajar yang pastinya akan menarik bagi siswa, karena dgn komik akan melayani kesukaan otak siswa kita yang Otak Kanan nya lebih doiminan, yang mana Gambar, warna, Simbol bahkan suara adalah “makanan otak” manusia. Aplikasi yang ditawarkan untuk membuat Komik saat ini sdh cukup banyak ragamnya. Dan artikel Bu Tetty ini sanggup memotivasi para guru untuk tertarik membuat komik sbg media belajar. Kreatif ….! saya Kasih Vote…!

    Salam Kreasi Inovasi Motivasi! 🙂

    http://guraru.org/guru-berbagi/senangnya-jadi-guru-inovatif-ajaib/#comment-39774

  2. Bu Rosiana: Iya ibu, selamat berkarya. 🙂

    Pak Taufik: terima kasih Pak, semoga kita selalu bisa berkarya untuk pendidikan indonesia. 🙂

    Pak Subakri : Setau saya, baru ada software untuk pembuatan template komiknya saja. Karena memang dasar pembuatan komik dengan menggambar. 🙂

    Bang Syaiha: Iya tentu, anak SD pasti suka dengan buku-buku yang lebih berwarna, bergambar, bercerita dan menarik untuk dibaca 🙂

    I Gusti: Selamat berkarya, terima kasih 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar