12

Kok Bisa? (+1)

Botaksakti December 7, 2013

Seorang kawan, rupanya selalu mengikuti tulisan-tulisan saya. Mungkin karena terpaksa juga, lha bagaimana tidak terpaksa, tulisan saya selalu saya share ke dinding facebook-nya 😀

“Kok bisa sih, sepertinya semua hal bisa dituliskan?”, tanya kawan itu lewat sebuah pesan di ponsel.

Begitulah, saya juga heran. Sepertinya saya menuliskan apa saja yang ingin saya tuliskan. Saya memang tidak membatasi diri untuk hanya menulis hal-hal/bidang tertentu saja. Bukan apa-apa, semua karena saya memang merasa masih dalam tahap mencari kira-kira bidang apa yang bisa menjadi fokus tulisan saya. Di samping itu, saya juga merasa masih dalam tahap memperlancar alur tulisan. Dengan kata lain, saya masih belajar menumpahkan isi kepala agar mengalir lancar dalam sebuah postingan.

“Tapi kan tidak setiap forum atau media cocok untuk tulisan segala bidang?”, sergah kawan itu.

Betul sekali. Beberapa kali saya terpaksa menanggung malu karena ternyata saya salah tempat menaruh tulisan. Tulisan politik saya taruh di blog pendidikan atau sebaliknya. Oleh karenanya, saya juga sedang berlatih menempatkan tulisan saya pada forum yang sesuai. Hanya saja, kadang memang ada yang terpaksa tidak mendapatkan tempat sehingga akhirnya masuk ke blog pribadi yang bahkan saya sendiri belum tahu mau fokus di bidang apa. Sementara ya itu tadi, saya gunakan untuk menaruh tulisan saya yang sepertinya kurang pas untuk semua forum yang saya ikuti.

“Tapi bagaimana caranya supaya semua bisa menjadi inspirasi atau bahan untuk menulis?”, kejar sang kawan.

Entahlah, mungkin saya termamsuk orang yang kurang kerjaan. Saya selalu berpikir sebaliknya manakala membaca sebuah tulisan. Saya tidak pernah berhenti hanya dengan mengangguk-anggukkan kepala terhadap sebuah tulisan. Selalu saja muncul pertanyaan, atau ebih seringnya ‘mempertanyakan’. Mungkin itu kurang baik juga karena kesannya saya jadi kurang menghargai tulisan orang lain. Akan tetapi, justru dengan cara itu saya menghargai tulisan orang lain tersebut.

Tidak jarang, manakala saya membaca sebuah tulisan yang cukup datar, tulisan itu sampai terbawa dalam waktu-waktu selanjutnya. Benak saya masih saja mengingat-ingat tulisan tersebut dan mencari kira-kira apa yang bisa digali, apa yang bisa dipertanyakan, apa yang bisa ditentang, dan lain sebagainya.Dan itu juga berlaku untuk semua pernyataan, berita, atau apapun. Dengan demikian, itulah yang terjadi. Keinginan untuk menulis selalu muncul karena terdorong untuk menyuarakan pendapat atau keresahan saya itu. Jadi, saya menikmati itu semua. Nah, bagaimana dengan rekan-rekan? Punya pengalaman lain?

 

Comments (12)

  1. Sebenarnya per-soal-an ada di mana-mana, tinggal kita mau perduli atau tidak saja, jika sudah perduli, pasti muncul banyak pertanyaan, menjawab pertanyaan menurut versi diri itulah yg bapak botak nan sakti ini menjerumuskan diri dlm celoteh tak berujung tapi bermakna, bermakna karena kesaktian beliau itu.

  2. Sy contohkan sj, coba cermati komentar saya di atas, dari kecermatan, mengkritisnya, berdalih dan seterusnya, pembaca dijamin bisa punya tulisan baru yg akan layak ditulis dan diposting di web guraru.org ini. Wkkkk

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar