5

KISAH LAIN DI BALIK TWC3 (+2)

Atjih Kurniasih January 4, 2014

Betapa kagetnya saya saat mengeluarkan baju baju kotor oleh oleh dari TWC 3 yang akan saya masukan kedalam mesin cuci. Ada sepasang baju saya yang tidak terbawa.

“Yaaah ” keluh saya. Balik ? oh No  hari gini balik, ?,  ke Jakarta lagi. terbayang kemacetan total Puncak -Jkarta menghadapi tahun baru. Tapi ……baju itu, baju itu saya sangat suka, baju dengan dasar coklat dipadu dengan warna hitam, bahannnya ringan tapi tidak membawa kesan saya kurus. ” Ah ….sudahlah iklaskan saja ” kata saya menghibur diri. Namun …sebentar saya usaha dulu, ya saya ingat seseorang  Om Jay, ya Om jay, saya akan minta kepadanya nomor telp Wisma UNJ, pasti dia tahu. dan tidak menunggu lama sms balasan dari Om jay yang berisi nomor telpon Wisma. UNJ.

Foto1002

Belum niat saya terlaksana  menghubungi Wisma UNJ untk menanyakan baju, dan kalau ada nanti keponakan yang di Jakarta mengambilnya, Hp saya memberitahukan kalau ada sms masuk

” Bu, ibu ketinggalan baju di lemari gantung ga? kemarin setelah ibu pulang lia pas buka lemari nemu baju warna coklat bunga bunga hitam, apa itu milik ibu?”  bunyi sms Bu Dahlia rekan   sekamarku dan juga panitia TWC3 dan menghadirkan sebuah harapan.

” Terus bagaimana nasibnya bu Lia ”

“Bajunya ada di Lia, nanti Lia kirimkan ke ibu,, alamatnya sms aja ya bu ? ibu udah pulang ke Cianjur blm ” bunyi smsnya lagi. Bu Lia tahu kalau saya begitu selesai TWC3 tidak langsung pulang tapi mampir dulu ke Cempaka Putih tempat kakak.

Foto1023[1]

” Alhamdulilllah , masih milik ” kata saya sambil mengetik alamat dan dikirimkan ke Bu Lia.sementara kenangan saya kembali ke TWC3

Bu Lia, dia adalah peserta wanita  pertama ( Eh Ternyata dia panitia ) yang saya temui  sesudah Om jay. Karena kamar penginapan saya di bawah, dan sendiri pula saya memutuskan untuk pindah ke atas. Usianya masih muda jauuuuuuh di banding saya. namun ternyata kami bisa sharing dan bukan itu saja bersama dengan Bu Etna, dan bu Lilis kami seperti  sudjh lama saling kenal. tidak ada kekakuan melanda kami padahal baru saja bertemu. kecuali bu Lilis dengan Bu Lia mereka peserta setia. Tawa kami memenuhi ruangan. apalagi saat kami mau memfoto Bu Etna yang sedang tekun membuat postingan. Kami seperti ada yang menggerakkan, sama sama mengambil fotonya sementara tawa tak bisa kami bendung. Kami tertawa  bersama.

Lamunan saya terhenti, dan saya baca ulang sms yang dikirim  bu Lia semetara itu sebuah kalimat lirih seakan ingin terucap , TERIMA KASIH BU LIA, TERIMA KASIH PANITIA TWC 3, walau dua hari, namun kenangan itu tak akan bisa terhapus dua hari, mungkin selama kan ada, ada di sini, di sudut ruang  di mana hati bisa merasakan. SELAMANYA .

Comments (5)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar