0

Kiat Mudah Membentuk Keluarga Sakinah Perindu Jannah. Bagaimana Caranya? (0)

Supadilah S.Si October 24, 2020

Pembaca, izinkan saya meresensi buku bertema keluarga. Buku ini asyik sekali. Ringan kok bacanya. Pertimbangan saya meresensi buku adalah karena bersifat aplikatif. Saya yang sudah berkeluarga ini merasa sangat bermanfaat sekali isi buku.

Nah, berikut ini data bukunya.

Judul                     : Keluarga Sakinah Perindu Jannah

Penulis            : Bachtiar Nasir dan M. Anwar Djaelani

Penerbit          : Pro-U Media

Cetakan          : Pertama, 2019

Tebal              : 286  halaman

ISBN               : 978-623-705-835-9

Peresensi        : Supadilah

Semua aktivitas kita tentunya dalam rangka menuju ke surga. Begitu pula dengan berkeluarga yang juga merupakan ikhtiar kita menuju surga. Kondisi surga sudah bisa kita rasakan sejak di dunia jika keluarga surga itu bisa kita ciptakan. Dari rumah tercium aroma jannah. Lantas, setiap anggota keluarga mengupayakan untuk reuni di surga. Sekeluarga reuni di sana. Maka, tak mengapa berlelah-lelah di dunia. Sebab di surga kita akan terbebas dari segala bentuk kepayahan.

Buku ini mengupas tentang profil keluarga sakinah yang mampu membawa seluruh keluarga hingga ke surga. Dan yang lebih penting, dijabarkan pula bagaimana cara mewujudkannya.

Ada tiga profil keluarga surga yaitu pertama, keluarga yang menjadikan takwa sebagai sebaik-baiknya bekal. Kedua, keluarga yang memelihara diri dan keluarga dari siksa neraka. Ketiga, keluarga yang mengusahakan agar kelak bisa masuk surga sekeluarga.

Buku ini memotivasi kita untuk bersemangat membentuk keluarga sakinah. Caranya? Pertama, saling menguatkan di jalan Allah, baik suami maupun isteri. Kedua, memilihkan lingkungan yang kondusif bagi terpeliharanya iman dan akhak anak (hlm 21). Untuk itu, di rumah perlu dibikin musala untuk melakukan ibadah-ibadah sunah (laki-laki salat di masjid), tahajud berjamaah, mengaji, dan belajar. Lengkapi pula rumah dengan berbagai fasilitas keilmuan. Ringkasnya, jadikan rumah sebagai ‘rumah ibadah’ dan ‘rumah ilmu’.

Seorang kepala rumah tangga, dalam mencari sosok teladan, cukuplah Rasulullah sebagai sosok yang patut diteladani. Kuncinya adalah bahwa tidak memuliakan wanita, kecuali laki-laki yang mulia; dan tidak merendahkan seorang wanita, kecuali laki-laki yang rendah juga (hlm 46). Sebagai sosok suami yang santun, hindari perilaku sewenang-wenang terhadap isteri.

Visi keluarga sakinah adalah Sekeluarga Pulang ke Surga. Dari visi itu tergambarlah siapa saja yang sepatutnya mengupayakan terwujudnya keluarga surga. Semua. Ya. Semua anggota keluarga hendaknya memiliki visi itu. Bukan hanya tugas kepala keluarga atau ibu rumahtangga. Namun semuanya bersinergi saling mengingatkan dan mengupayakan agar visi itu tercapai.

Bagi seorang Muslim, surga tentu sangat menggiurkan. Untuk dapat sampai ke sana tentalu butuh perjuangan. Dan kota akan merasakan lelah. Namun lelah itu akan terbayar lunas jika kita benar sampai di surga.

Dalam sebuah keluarga, komunikasi merupakan hal yang penting. Namun acapkali bab tentang komunikasi ini jarang dikuasai oleh sang ayah. Padahal, komunikasi oleh sang ayah sangat berarti dalam pembentukan karakter anak. Begitu banyak anak yang gagal lantaran komunikasi tidak terbentuk. Ada petunjuk Al Quran agar perkataan kita komunikatif yaitu ucapkanlah perkataan yang benar (surah An Nisa’ ayat ke-9), perkataan yang baik (surah Al Baqarah ayat ke-263), perkataan yang mulia (Al Isra’ ayat ke 23), perkataan yang lemah lembut (surah Thaha ayat ke-44), dan perkataan yang berbekas pada jiwa (surah An Nisa’ayat ke 64).

Banyak generasi muda yang nakal lantaran mereka ‘lapar ayah’ yaitu sebuah ungkapan yang menggambarkan kaum muda yang kurang mendapatkan kasih sayang, perhatian, dan pendidikan dari sang ayah. Dalam hal ini, buku menganjurkan agar orang tua terutama ayah, belajar pada sosok Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Nuh, dan keluarga Imran sebagaimana dicantumkan dalam Al Quran.

Intisarinya adalah kukuhkan tauhid anak dan membimbing anak-anak untuk ketat menaati syariat Allah. Harus ada visi besar, cita-cita agung pada sebuah keluarga sakinah. Tidak lupa dengan doa. Bahwa usaha kita haruslah dibarengi dengan doa sebab Allah pula yang memberikan kekuatan untuk mampu mewujudkan cita-cita itu. Dan, hak Allah pula mengabulkan usaha kita. Berpulang ke jannah atau masuk surga merupakan kenikmatan yang tiada tara. Hendaknya ini menjadi obsesi setiap keluarga. Dengan gamblang, sederhana, dilengkapi dengan landasan agama yaitu Al Qur’an dan hadist, buku ini sangat membantu dalam meraihnya.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar