32

Khawatir Menghadapi Ujian Praktik? Mengapa? (+8)

Bu Etna @gurutematik February 4, 2014

Selamat Siang Guraru. Kemarin sore sekelompok siswa bertanya tentang ujian praktik kimia. Dari cara mereka bertanya, menunjukkan bahwa mereka merasa khawatir tentang materi yang diujikan. Selain itu ada beberapa informasi yang membuat saya bingung, he he he. Walau sebenarnya bingung, namun tidak saya tampakkan, kasihan … bebannya bisa bertambah. Berikut penggalan kisahnya.

“Ibu, ujian praktik makin dekat. Tolonglah kami khawatir tak bisa mengerjakannya.”

“Tenanglah sayang, jangan pernah lagi berkata TIDAK BISA. Perkataan adalah suatu doa, sayang.”

“Ibu, kami selalu ingat akan hal itu. Namun sekarang sudah Februari. Kami benar-benar ketakutan. Maafkan kalau kami menjadi tak percaya diri lagi. Ya ya bu, kami akan berusaha. Maaf.”

“Bu ini kami sudah mendapat LKS untuk ujian praktik nanti. Setelah kami baca sepintas, waduh bu, sebagian kami tak pernah melakukannya. Bagaimana itu bu? Kami percaya ibu akan membantu kami secara optimal. Namun bagaimana cara ibu membantu, kalau kami sama sekali tidak pernah melakukan praktik? Maksudku yang sebagian itu?”

“Tenanglah sayang, jangan berkata WADUH, hehehe. Sudahlah, Insya Allah ibu dapat melayani kalian untuk mempersiapkan ujian praktik itu. Copykan LKS itu, lusa kita bertemu dan langsung ibu akan mulai membantu kalian. Senyumlah kalian.”

Mereka langsung tersenyum, ada yang menarik nafas panjang. Mereka tampak lega mendengar kesanggupan saya. Alhamdulillah, terima kasih ya Allah, mereka bisa tersenyum dengan lega. Insya Allah beban mereka berkurang. Bagaimanapun tak mudah mempersiapkan mereka untuk lulus ujian praktik dengan nilai bagus, sebab mereka belum pernah melakukannya, hehehe.

Ya Allah ampunilah rekan-rekan guru yang terlupa untuk melaksanakan pembelajaran praktik di laboratorium atau di kelas, sehingga ujian praktik mendatang membuat para siswa khawatir bahkan ketakutan. Ehmm … Insya Allah tulisan ini dibaca oleh rekan-rekan guru dan segera membantu siswanya agar persiapan ujian, khususnya ujian praktik tak menambah beban psikologisnya. Apa yang harus saya lakukan? Jelas saya harus membantu hingga mereka siap menghadapi ujian. Untuk itu memang diperlukan tambahan waktu, sebab saya harus menyiapkan peralatan yang diperlukan. Alhamdulillah saya memiliki lab sederhana di rumah. Insya Allah materi ujian itu sesuai dengan peralatan yang saya miliki. Saya harus membawa nalar mereka untuk melakukan praktik, membuat simpulan dari data yang diperoleh. Peralatan Insya Allah dapat dimodifikasi. Banyak jalan menuju sukses, Insya Allah. Demikianlah kejadiannya. Insya Allah tak banyak yang seperti ini.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (32)

  1. Insya Allah pesan penting ini sempat dibaca oleh rekan-rekan guru. Marilah kita persiapkan ujian yad dengan sebaik-baiknya, hingga siswa benar-benar siap. Insya Allah sebagian siswa yg khawatir, kurang percaya diri, dll dapat kita bantu secara optimal dg asih asah asuh. Salam peduli siswa.

  2. mendengar kata Tugas saja.. sudah menjadi beban tersendiri, dan ini tidak hanya terjadi pada siswa saja, terkadang lingkungan sekitar (mis:saudara,kakak,adik, ayah, ibu)juga terkena imbasnya untuk membantu menyelesaikan tugas tersebut

  3. sudah mulai musim ujian ya sekarang. insyaAllah lancar. semua. Bukankan begitu yang sering disampaikan Ibu Etna: InsyaAllah (jika Allah mengijinkan). Tentu saja harus belajar, tapi semuanya kembali kepada kata InsyaAllah. hehe.
    Semangat nulis terus ya! kelak, pasti akan semakin mahir mengungguli Pak Botak Sakti.

  4. Hehehe pak Yusuf sebenarnya inti permasalahannya terletak pada beban siswa yg berlebihan. Misal sudah dekat ujian tugas terlalu banyak. Bahkan ada masalah yg lebih berat lagi, yaitu bahan ujian praktik ada yg bekum dilaksanakan dalam pembelajaran. Aneh kan? Nah tulisan ini bermaksud untuk mengingatkan rekan guru. Insya Allah kejadian ini segera diatasi. Thx responnya. Salam peduli siswa.

  5. Oh pak Yusuf mengatakan saya akan dapat mengungngguli pak Isna? Ah yg benar saja. Mana ya pak Isna? Biasanya sih mampir, he he he. Tampaknya Guraru banyak yg sibuk, hehe. Pesan saya, jangan bandingkan kami antar Guraru. Misalnya nih, bisa menandingi penulis yg terkenal bla bla bla gitu. Kita smua harus sukses, hehehe maaf. Thx motivasinya.

  6. Ha ha ha bu Sri bisa saja. Saya tuh ingin memacu sahabat Guraru untuk aktif di sini disela-sela kegiatannya. Terus sharing ideas, experiences etc. Kemudian diskusi seperti ini, saling respon shg makin bermakna. Hehehe ini kan mauku hahaha. Thx so much. Salam peduli siswa.

  7. btw, memang benar, ada sementara guru yg kurang memperhatikan soal ini. Saya sendiri selalu berusaha melihat kondisi siswa ketika memberikan tugas. Minimal, saya memberikan tugas yang mendukung apa yang harus dilakukannya. Jadi, mereka mengerjakan tugas dalam rangka mempersiapkan diri mereka sendiri untuk melakukan tugas tersebut #nggladrah

  8. Pak Isna, sugeng enjang, hehehe. Maaf pak, itu pak Yusuf lho sembrono, eh maaf keliru, hehe maksud saya salah bicara, masak saya kok ngungguli bpk, gak bener tuh. Kita semua hrs unggul bersama paling tidak sedikit di bawah bpk gitu lho hahaha, bener ya?

  9. Terimakasih bunda Etna atas sharingnya. Kasih ibu tanpa batas begitu pula ibu dalam melayani dan mendidik anak-anak bangsa ini, salah satunya adalah mempersiapkan anak-anak dalam menghadapi ujian praktik. Semoga niat baik dan apa yang ibunda lakukan mendapatkan balasan pahala dari Allah SWT. Amin ya Ra. Semoga sehat selalu bunda. Saya berikan “VOTE” artikelnya.

    Salam,

  10. Saya sependapat dengan Bu.Etna, para siswa juga harus selalu diberi semangat dan kata-kata positif selain utk mempersiapkan UN, namun ujian sekolah dan Ujian praktek tak kalah pentingnya. Semangat untuk bunda Etna dan rekan-rekan seperjuangan.

  11. Alhamdulillah, terima kasih banyak motivasinya bu Fitria. Marilah kita dukung anak bangsa yang sedang bersiap diri menghadapi ujian akhir ibu. Insya Allah mereka selalu sadar bahwa setiap saat harus berdoa dan berjuang, melaksanakan ibadah sesuai agama masing-masing. Semoga lancar dan sukses ya bu, amin. Salam motivasi.

  12. Sahabat Guraru, ternyata kekhawatiran sebagian siswa yang akan menghadapi ujian praktik terbukti juga. Ada sekolah yang sudah mulai mengadakan ujian praktik. Ada beberapa materi yang diujikan, namun belum pernah dilakukan. Kasihan mereka. Insya Allah kekhawatiran ini segera terhapus, dengan cara kita semua menjelaskan kepada siswa bahwa apapun yang diujikan adalah yang ada di kurikulum dan sudah dipelajari. Insya Allah tak ada lagi terjadi belum dibahas, disinggung atau sejenisnya. Let’s doing our best. Salam perjuangan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar