2

Keutamaan menyebar salam (0)

Ayuma Sofyati March 3, 2021

Sesama muslim kita hendaknya saling mengucapkan salam baik ketika hendak memasuki rumah maupun ketika berpapasan di jalan, kepada orang yang kita kenal maupun yang tidak kita kenal. Mengucapkan dan menjawab salam adalah salah satu hal yang menjadikan tali ukhuwah semakin erat. Menyebarluaskan salam adalah perintah Allah dan Rasulullah SAW.

Allah memperhatikan segala sesuatu termasuk memperhatikan kehidupan manusia dalam menegakkan sopan santun yang bisa memperkuat hubungan persaudaraan antara sesama mereka. Apabila seorang muslim mengucapkan salam kepada kalian, maka balaslah salamnya itu dengan salam yang lebih baik darinya, atau balaslah ia dengan salam yang sama. Salam lebihan hukumnya sunat, dan salam yang semisal hukumnya fardu

Islam adalah agama yang damai dan kasih sayang. Islam adalah agama yang senantiasa menyebarkan kedamaian dan ketenteraman bagi seluruh umat manusia. Tidak hanya kedamaian bagi umat Islam, tapi juga bagi umat agama lain.

Islam itu berarti keselamatan, kedamaian, ketenangan, dan kesejahteraan. Sudah selayaknya bila setiap Muslim senantiasa menyebarkan salam dan kedamaian, baik kepada orang yang sudah dikenal maupun yang belum.

Al-quran menjabarkan hal ini di beberapa surat diantaranya;

1.    Surah An-nisa ayat 86,  

“Dan apabila kamu dihormati dengan suatu (salam) penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (penghormatan itu, yang sepadan) dengannya. Sungguh, Allah memperhitungkan segala sesuatu”

 ( QS An-nisa :86)

2.     Surah An-Nur Ayat 27 dan 61

“ Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat”. ( QS An-Nur : 27)

    ……..”Apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam (kepada penghuninya, yang berarti memberi salam) kepada dirimu sendiri, dengan salam yang penuh berkah dan baik dari sisi Allah. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat(-Nya) bagimu, agar kamu mengerti”. ( QS An-Nur : 61)

3.    Surah adz- Dzariyat 25

“(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan, “Salaman” (salam), Ibrahim menjawab, “Salamun” (salam). (Mereka itu) orang-orang yang belum dikenalnya”. ( QS adz- Dzariyat : 25 ) 

Dan di terangkan pula dalam beberapa hadis diantaranya;

1. Hadis yang di riwayat kan oleh Bukhari dan Muslim   

Dari Abu Hurairah berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

“Hendaklah orang yang berkendaraan memberi salam kepada orang yang berjalan kaki, dan orang yang berjalan kaki memberi salam kepada orang yang duduk, kelompok orang yang sedikit memberi salam kepada kelompok yang banyak” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

2. Dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata,”Bahwasannya seseorang bertanya kepada Rasulullah, mana ajaran Islam yang terbaik? Rasulullah Saw menjawab,”(yaitu) memberi makan (kepada fakir miskin) dan memberi salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang belum engkau kenal.(Riwayat Bukhari dan Muslim)

Oleh karena itu, menyebarkan salam merupakan kewajiban setiap Muslim dan terdapat banyak keutamaan di dalamnya.

Menyebarluaskan salam berarti menyebarluaskan kedamaian dan keselamatan. Karena, makna dari kalimat “Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh” adalah semoga Allah memberikan kedamaian (kesejahteraan), merahmati serta keberkahan kepada kalian semua. Kalimat di atas berarti mengajak setiap umat dan orang yang mendengarnya untuk senantiasa cinta akan kedamaian dan keselamatan. Dengan salam pula, diharapkan seluruh umat akan terhindar dari sikap permusuhan dan kebencian.

Sementara itu sebagai seorang Muslim, kewajiban kita adalah menjawab salam, jika ada orang yang memberi salam. Jawaban itu hendaknya dengan ucapan yang serupa atau bahkan lebih baik lagi, yakni “Wa‘alaikumussalam wa rahmatullahi wa barakatuh” (Semoga Allah juga memberikan keselamatan, kedamaian, dan keberkahan kepada kalian).

Abu Umarah al-Barra’ bin Azib RA berkata, “Rasulullah SAW menyuruh kami melaksanakan tujuh hal, yakni menjenguk orang yang sakit, mengantarkan jenazah, mendoakan orang yang bersin, menolong orang yang lemah, membantu orang yang teraniaya, menyebarluaskan salam, dan menepati janji.” (Muttafaq alaih).

Ada enam golongan yang tidak berkewajiban menjawab salam yang disampaikan kepadanya, yakni;

1.     orang mati

2.     orang yang tertidur

3.     orang gila

4.     orang tuli

5.     orang bisu

6.     orang kafir. Nah, semoga  kita bukan termasuk orang yang enggan untuk menjawab salam yang di ucapkan saudara kita,jika kita bukan termasuk dari enam golongan tersebut dan Semoga Allah senantiasa memberikan taufiq dan  hidayahnya kepada kit sampai kita kembali kepadaNya dengan husnul khotimah. Aamiin.

About Author

Ayuma Sofyati

Saya adalah seorang guru di SMP Negeri 2 Pontang Kabupaten Serang Banten juga blogger . Senang menyerap ilmu dan senantiasa belajar belajar dan belajar karena saya adalah pembelajar .Guraru adalah salah satu wadah untuk menyerap ilmu. Salam sukses !

View all posts by Ayuma Sofyati →

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar