9

Ketika Media Sosmed Ramai Dengan Video Mesum Remaja, Bagaimana Sikap Kita??? (+2)

Sri Sugiastuti January 5, 2014

Pendidik  atau guru  mana yang tidak miris ketika melihat kelakuan amoral anak didik saat ini. Semua dengan mudah bisa diakses, dibagikan dan dikomentari dengan menambahkan hal-hal yang lebih mesum lagi. Rupanya perlahan tapi pasti mental dan akhlak generasi kita sudah diruntuhkan oleh berbagai pihak.

Herannya si pelaku sendiri sudah putus urat malunya sehingga melakukan hal yang buruk pun tidak ada rasa bersalah, malu apalagi menyesal. Sebenarnya ini remaja punya panutan atau tokoh favorit yang bisa diteladani tidak sich? Menghadapi fenomena ini sikap pendiddik atau guru bagaimana khususnya pasti guru BK lah? Lalu perlakuaan orangtuanya sebenarnya seperti apa? / Koq bisa kecolongan seperti ini? Mungkin pertanyaan seperti itulah yang berseliweran di benak para guru, orangtua dan jug pemerhati pendidikan juga sosial.

Padahal tugas guru dan orangtua yang diberi amanah oleh Allah seharusnya tidak teledor. Mereka wajib membimbing anak didiknya  agar selamat dunia akherat. Menjaganya dan memberikan yang terbaik kepada mereka. Maka perlu dibimbing dan dikenalkan hal-yang positif dan terus dipantau tingkah lakunya agar tidak menyimpang.

Masalahnya, sanggupkah para guru orangtua yang merasa super sibuk, yang merasa beban hidupnya sangat berat, dan juga merasa sulit  mengontrol kegiatan anak didiknya di era digital seperti saat ini. Kesibukan anak didik di dunia maya yang cenderung banyak negatifnya memang harus diluruskan. Walau fakta berbicara hal ini  mempertajam kesenjangan antara anak, guru  dan orangtua. Sehingga anak didik bisa melakukan apa yang ingin dilakukan tanpa ada pengawasan dari guru dan orang tua mereka.

Seharusnya anak didik  memiliki pengetahuan yang luas dan bisa menerapkan akhlak mulia. Untuk itu anak didik perlu dijelaskan seperti apakah akhlaq yang buruk itu. Diharapkan dengan pengetahuan itu anak didik  bisa menghindar dari hal tersebut. Sifat yang jelek itu seperti ghibah atau ngerumpi, yakni membicarakan keburukan-keburukan teman dan orang yangketika  dibicarakan itu tidak ada di hadapannya.

Perbuatan ghibah itu bisa dalam bentuk perkataan, perbuatan, isyarat, ataupun sindiran. Kemudian namimah, yaitu perbuatan seseorang yang menukil perkataan seseorang dan kemudian menyampaikannya kepada orang lain dengan tujuan mengobarkan api permusuhan di antara kedua orang tersebut. Akhlaq tercela lainnya seperti riya’, hasad, ucapan keji, sombong, penyindir, pemalas, marah, kikir, bohong, tamak.

Sedangkan mereka yang berakhlaq baik biasanya hatinya akan dicondongkan kepada ajaran agama. Mudah bagi mereka menerima nasihat, dan selalu melakukan evaluasi diri. Anak-anak yang tumbuh di tengah keluarga yang istiqamah mengerjakan perintah Allah SWT dan menghindari larangan-Nya insya Allah akan selalu dituntun-Nya dalam pendidikan dan kasih sayang-Nya.

Dari kasus video mesum anak remaja itu sebaiknya guru dan orangtua bisa mengambil pelajaran dan harus ekstra ketat dalam mengawasi buah hati dan anak didik mereka. Lingkungan yang kondusif, merasa diaargai dan dipenuhi kebutuhan lahir batinnya. Insyaallah anak didik tidak lari ke hal yang neko-neko. Mereka bisa memposisikan diri sebagai anak didik yang memiliki tanggungjawab dan punya impian besar untuk menjadi orang yang sukses dunia dan akherat.

Yuk guruers mendekat dan merapat pada anak didik kita sehingga kita tahu persis bahwa mereka dalam koridor yang aman untuk mencapai pemahaman dan pengembangan dirinya.

Comments (9)

  1. yasirmaster.blogspot.com January 5, 2014 at 10:39 am

    sikap kita biasa saja karena mereka tanggung jawab orang tua mereka
    guru hanya sebagai orang tua kedua disekolah mana bisa membuat sikap yang berlebihan
    belum berbuat dah ada ham ini ham itu
    terpaksa diam
    terus juga orang tua membela anknya walau salah
    jadisikap guru masa bodoh jaman sekarang
    gak bisa berbuat apa papa

  2. Terimakasih bu Sri Sugiastuti atas sharingnya. Nah, ini judulnya sudah dijawab di artikelnya sehingga nyambung. Bagaimana sikap kita? “guru dan orangtua bisa mengambil pelajaran dan harus ekstra ketat dalam mengawasi buah hati dan anak didik mereka”.

    Salam menulis,

  3. Pak Yasirmaster ya ngga bisa cuma biasa saja lah. Paling tidak kita mengingatkan kepada anak didik kita bahwa di sosmed ada hal-hal yang membahayakan bagi mereka. Sehingga mereka harus cerdas ketika bermedia sosial. Begitu juga dengan bernasis ria yang ujung-ujungnya bisa di “bully”
    Tapi kan saya bertanya ya.. jadi terima kasih sudah dijawab dan mau berbagi.
    Salam Guraru

  4. Pak Sukani, memang judul saya buat dalam bentuk pertanyaan mengundang guraruers untuk peduli dalam masalah ini dan menyikapinya dengan arif sehingga ada kontrol dari segala penjuru. Terutama akhlak anak didik kita yang merupakan bagian dari tanggung jawab kita.

  5. Bagaimana cara melakukan pengawasan ekstra ketat tersebut? Banyak hal yang malah membuat anak melakukannya tak sepengetahuan orang tua dan guru, sehingga bisa tambah runyam. Yang penting, kita harus mampu membuat mereka SADAR. Ya bu, makin kuat imannya, kesadaran diri Insya Allah makin kuat. Thx for sharing. Salam.

  6. Bu Etna sepakat sekali dengan pendapat ibu yang sudah paham sekali dengan dunia mendidik. Ya dimulainya dari dalam rumah. Iman dan akhlaknya. Benteng kesadaran anak yang harus dijaga agar tidak ambrol. hehehe. Selamat beraktivitas Bu

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar