5

Ketika Fathimah Berusia Tiga Tahun. ( 3 ) (+3)

Sri Sugiastuti January 30, 2014

Salam, Guraruers yang dimuliakan Allah. Masih lanjutan kisah Fathimah Az-Zahra.

Tinggal di lembah di daerah pinggiran kota Mekah. Mereka diboikot oleh penduduk Mekah. Dilarang bertransaksi dengan penduduk Mekah. Tindakan itu dilakukan karena Nabi Muhammad saw mengecam kepercayaan orang-orang Arab jahiliayah..

Nabi Muhammad saw mengubah pandangan buruk bangsa-bangsa di dunia dengan mengangkat derajat kemanusiaan baik lelaki maupun perempuan. Perbedaan tidak dilihat dari status sosial, keturunan, kekayaan, intelaktual, perbedaan jenis, namun ditentukan oleh sikap taqwa, yaitu taat kepada perintah-perintah Allah Sang Maha Pencipta.

Di pengasingan, Fathimah turut merasakan penderitaan fisik ayah dan ibunya serta pengikut ayahnya yang setia.Fathimah, putri surga yang cerdas itu cepat memahami makna kehidupan. Dalam usia belia dia mulai memahami tugas berat yang diemban ayahnya.Dia hidup di tengah keceriaan dankebahagiaan ruhani keluarga Muhammad saw, dan pada saat yang sama juga merasakan intimidasi dari kaum yang menghalangi risalah kenabian secara fisik.

Tokoh-tokoh kafir Mekkah gembira karena Abu thalib meninggal dunia. Kini orang yang mereka segani, pelindung Muhammad telah tiada . Mereka semakin leluasa melakukan tekanan yang lebih keras kepada Muhammad dan keluarga serta pengikutnya.

Sementara Khadijah sakit keras ketika pulang dari pengasingan. Khadijah bersyukur menyaksikan suami dan anak-anaknya selamat. Dia bersyukur dapat melampaui ujian berat yang dihadapi keluarganya dan kaum muslimin. Bagi Khadijah harta dan jiwa raganya harus dipersembahkan untuk misi Islam.

Khadijah melewati sisa harinya dengan berbaring di ranjangnya. Fathimah selalu menghiburnya. Khadijah berkata pada putrinya: “ Apa yang akan engkau lakukan setelah kepergianku, wahai putriku? Hari ini atau lusa hidupku akan berakhir.” Fathimah membesarkan hati ibunya dan berkata;” Ibu, aku tidak akan pernah menggantikan rumah ini dengan yang lain. Putrimu ini tidak akan pernah meninggalkan mu.”

Belum merasakan nikmatnya kehidupan dan belum bisa bernafas lega. Fathimah harus kehilangan ibunya. Duka yang terlalu cepat menghampirinya sungguh mendera jiwanya yang lembut. Hatinya terluka. Dia benar benar terpukul. Bunga-bunga harapannya seolah layu. Air bening yang hangat menggelinding membasahi pipinya.

Nabi Muhammad dan Fathimah harus ikhlas kehilangan Abu Thalib dan Khadijah Fathimah merasa sebagian hidupnya hampa. Dalam kesedihannya Nabi mengusap air mata putri tercintanya. Setelah Khadijah dimakamkan, Fathimah sering bertanya “ Ayah dimana ibuku?”

Nabi tak mampu menjawab ketika Fathimah bertanya kemana ibunya pergi. Maka waktu itu datanglah malaikat Jibril dan berkata”Wahai Muhammad, Tuhanmu mengutusku untuk menyampaikan salam pada Fathimah. Katakanlah pada Fathimah, sesungguhnya ibunya berada di sebuah rumah terbuat dari zambrud. Disana tidak ada letih dan penat.”

Rasulullah sering mengajak Fathimah keluar dan menunjukkan kepada kaum jahiliyah bahwa betapa beliau bangga mempunyai anak permpuan. Akhlak mulia ini dipamerkan. Padahal pada jamannya ayah-ayah lain merasa malu mempunyai anak perempuan. Melalui Nabi Muhammad saw, Islam menghargai perempuan. Perempuan menjadi terhormat di hadapan kaum lelaki.

Sumber: The True Story of Muhammad and Khadijah’s Beloved Daughter Fathimah
By: Muhammad Amin

http://astutianamudjono.blogspot.com/2013/06/catatan-kecil-tentang-fathimah-az-zahra_1325.html

Comments (5)

  1. kayaknya sebagian orang posting ini hal yang membosankan heeeeee …. 🙂
    tidak untuk yang ingin tahu pribadi fatimah yang suci ……. 🙂
    kontradiksi itu suatu yang biasa ………… saling tersenyum sajalah 🙂 🙂 🙂
    lanjut 😉

  2. Alhamdulillah, thx so much ibu. Saya senang membaca kisah Fatimah, Insya Allah bisa mengikuti jejak beliau walau secuil. Namun maaf saya terlalu sibuk sehingga membaca artikel Guraru disambi, hehehe. Oleh sebab itu respon hanya beberapa. Malam ini saya belum ingin tidur, maklum ketika rekan guru libur, saya malah banyak aktivitas. Insya Allah artikel ibu bermanfaat. Salam sukses.

  3. Bu Etna semoga kesibukan kita tidak sia-sia. Tadi seharian saya juga di rumah, karena ada permintaan dari penerbit untuk revisi untuk terbit ulang buku SPM (Seri Pendalaman Materi ) yang saya susun dan teman saya.Saya juga ngulik di guraru untuk taaruf lebih jauh lagi.Tulisan yang ada di guraru ternyata bisa dijadikan sumber referensi bagi kita yang ingin lebih dekat dengan dunia pendidikan.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar