4

Ketika anak berkata kotor (0)

Tantri March 6, 2021

Seorang ibu curhat kepada pemateri sebuah webinar. Di masa pandemi, webinar menjadi hal yang sangat umum terjadi. Bahkan dalam satu hari itu bisa ada 3 atau webinar.

Seorang ibu tadi mengantakan, dia mendapati anaknya berkata-kata kotor. Dia kaget karena merasa tidak pernah mengajari anaknya seperti itu. Bahkan dia pun di rumah tidak pernah melihatkan kata-kata kotor kepada anaknya.

Sang Ibu bingung dari mana seorang anaknya belajar itu semua. Tidak kalah bingungnya, apa yang sebaiknya dilakukan?

Lalu pakar parenting tadi malah bertanya, “Apakah dalam sehari itu anak-anak bermain keluar rumah atau hanya di rumah saja?”

Sang ibu menjawab,
“Anaknya saat ini memang sering keluar rumah. Di lingkungannya masih aman Covid-19 sehingga anak-anak lain pun masih sering beraktivitas di luar rumah.”

Pakar parenting tadi mengatakan,
“Nah itu. Bisa jadi pengaruh buruk itu didapatkan dari ketika anak bermain di luar rumah, dari teman sebayanya. Sambil bermain ya kadang keluar kata-kata kotor atau kata-kata buruk yang itu diikuti oleh anak.”

“Mungkin dua atau tiga kali mendengarnya masih belum memberikan pengaruh kepada sang anak, tapi kalau hal itu berlangsung lama, wajar kalau seandainya seorang anak tadi ikut bisa mengucapkan kata-kata kotor atau buruk.”

Ibu tadi pun bertanya,
“Lalu apa sebaiknya yang harus kita lakukan?”

“Paparan buruk dari lingkungan memang sebuah hal yang tidak mungkin dihindari, kecuali kita mengurung anak di dalam rumah dan tidak memberikan akses keluar. Nah itu baru bisa dihindari.”

“Tapi kalau orang tua atau keluarga memberikan kesempatan kepada anak untuk berinteraksi di luar rumah hal itu tidak bisa dihindari. Namun, yang bisa kita lakukan adalah meminimalisasi pengaruh tersebut. Ibaratnya pengaruh buruk merupakan rupa-rupa dalam sebuah silaturahim.”

“Trntu saja ada positif dan negatif dari sebuah interaksi itu. Yang bisa orang tua lakukan adalah memberikan edukasi kepada anak bahwa kata-kata tersebut merupakan kata-kata yang tidak baik. Bisa diberikan pengertian bahwa kata-kata yang buruk memberikan pengaruh yang buruk juga untuk diri sendiri.”

“Orang tua bisa memberikan penguatan bahwa berkata baik akan lebih bermakna dan memberikan manfaat daripada berkata kotor. Mungkin tidak akan langsung berpengaruh. Akan tetapi memerlukan proses dan waktu yang tidak sebentar.”

“Minimal kita sudah memberikan edukasi kepada anak. Tinggal menunggu hasilnya dengan penuh kesabaran. Memang mendidik anak tidak langsung sekali jadi. Mendidik anak menjadi tugas sepanjang waktu, dan tanpa kenal lelah. Mungkin orang tua akan tetap repot karena anak kembali mengulangi hal yang sama. Padahal m belum lama diberitahu.”

“Selain itu tentu ada penjagaan yang disiplin dari orang tua agar anaknya tidak terlalu dekat berteman dengan teman yang memberikan pengaruh buruk. Ya, lingkungan memang memberikan pengaruh yang sangat besar dalam pembentukan karakter seseorang. Karena itu orang tua harus lebih selektif dalam memilih kan lingkungan buat anak.”

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar