0

Kesombongan vs Kreativitas (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 18, 2021

Kreativitas timbul dari rasa tidak yakin pada sesuatu, kemudian mencari solusi untuk memenuhi rasa penasaran. maka lahirlah sesuatu yang baru. Definisi baru disini mungkin tidak sama sekali baru tapi mungkin berupa modifikasi. Ada beberapa kreatifitas yang mungkin bisa kita temui di sekitar kita. Contohnya kreativitas dalam bidang seni (artistic creativity), kreativitas dalam bidang penemuan (creativity of discovery), dan ada lagi kreativitas humor (creativity of humor). ari semua jenis kreativitas tersebut lahirnya hal yang baru dengan sudut pandang yang berbeda.

Dalam pergaulan hidup kita sehari-hari banyak tindakan yang menghambat kreativitas dengan bertopeng kasih sayang dan rasa khawatir. Terutama pada pergaulan dunia anak-anak, banyak sekali kita temui larangan-larangan dari orang tua yang malah menghambat kreativitas. Alasannya pun beraneka macam ada yang melarang karena alasan khawatir, misalnya ada anak kecil yang mencoba bermain tutup botol, orang tua atau orang yang lebih dewasa disekitarnya melarang, Jangan mainkan itu dik nanti kursi jok nya rusak, jangan mainkan dik nanti tertelan, jangan mainkan itu dik nanti ini atau itu entah banyak lasana larangan-larangan yang dilakukan orang yang lebih tua. Pengetahuan orang tua tentang sebab akibat memang menjadikannya lebih bijaksana dan hati-hati, tetapi jika berlebihan maka yang timbul adalah pengekangan-pengekangan kepada manusia yang memang memiliki keinginaan dan cara pandang yang berbeda. Hal ini juga tidak hanya pada kasus anak kecil, tetapi pada kasus di dunia kerja misalnya, antara yunior dan senior, orng yang senior mungkin akan lebih hati-hati dalam bertindak, dan berlebih hati-hatinya maka terkadang tidak memberikan kesempatan pada yuniornya untuk berkembang bereksplorasi mengatasi masalah di dunia kerja atau instansi yang ada.

Musuh utama kreativitas adalah wawasan yang sempit dan inspirasi yang dangkal. (Brian Clegg & Paul Birch, 2001:8). Wawasan yang sempit karena merasa puas dengan apa yang diketahui sekarang ini sehingga niatan untuk mencari sesuatu yang baru tertutup oleh ego dan rasa berpuas diri, atau ekstrimnya sombong dengan lingkungan sekitarnya. Memandang bahwa dirinya paling pintar atau lebih berwawasan dari yang lain menyebabkan tidak mau menerima sudut pandang dari yang lain, dan tidak mau lagi mempelajari yang lain. Dalam kata-kata bijak dari orang tua kita mungkin ada yang pernah mendengar jika kita menuntut ilmu, berlakulah seakan-akan kita masih belum tahu apa-apa, sehingga dapat menyerap apa yang orang lain sampaikan.

Sikap yang sempit menerima wawasan atau cara pandang orang lain dan tidak mau belajar inilah yang mungkin kita kenal dengan kesombongan. Kesombongan yang tidak nampak ini justru malah lebih berbahaya bagi diri manusia itu sendiri. Terkadang kita temui orang yang tidak suka pamer tapi dalam dirinya ada rasa sombong, sehingga menafikkan hal hal yang baru disekitarnya. Sombong dalam diam mungkin istilah yang tepatnya.

Kita yakin bahwa setiap hal atau pikiran dari orang lain yang kita dengar dalam forum diskusi atau kelas, atau dalam pergaulan sehari-hari pasti kita menemukan sesuatu yang baru, entah dari sudut pandang yang berbeda atau konteks yang berbeda. Jadi tetaplah rendah hati jika ingin mengasah kreativitas kita. Kesombongan dalam diri seseorang dapat menggerogoti kreativitas dalam dirinnya.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar