5

Keselamatan Siswa Terancam (0)

FitriyaniElHasan January 8, 2021

Probolinggo, 7 Januari 2020.

Saya mendapat berita duka kemarin siang dilaman grup facebook wilayah saya, Probolinggo. Terjadi laka lantas yang menewaskan seorang siswa madrasah kelas VII.

DRINGURadar Bromo–Rencana Fendy Yulianto, 15, untuk gandol truk trailer, Kamis (7/1) siang berujung tragedi. Remaja asal Desa Tamansari, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo itu malah terlindas roda belakang truk yang akan digandolinya. (Sumber: Radar Bromo)

Dari kronologi berita dan juga penyampaian para saksi waktu itu, diketahui bahwa si Fendy ini hendak pergi bersama teman-temannya. Entah kemana tujuan mereka, yang pasti sekolah sudah mulai masuk lagi meski lewat online.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, kecelakaan itu terjadi pukul 10.30. Saat itu, melaju sebuah truk trailer dari Banyuwanti. Truk trailer bernopol L 9592 UT itu disopiri Nyoman Astawa, 61, warga Denpasar, Bali.

Sementara itu di Jalan Raya Dringu, Desa Tamansari, korban bersama dua temannya sedang berdiri di bahu jalan di selatan jalan. Mereka berniat gandol truk yang lewat. Saat akan gandol itulah, diduga korban terjatuh. Kemudian, korban terlindas roda kiri bagian belakang truk. Sopir truk awalnya tidak tahu bahwa ada tiga remaja yang berusaha gandol truk.

Akibat terlindas roda truk itu menurut Nyoman, korban mengalami remuk di bagian kepala dan tubuhnya. Sedangkan dua remaja teman korban tidak ada di lokasi kejadian. Diduga, keduanya kabur ketakutan setelah mengetahui temannya jatuh dan terlindas roda truk.

Dari kejadian ini, entah kenapa saya merasa bersalah sebagai seorang pendidik. Namun apakah yang patut disalahkan dalam hal ini adalah orangtuanya?? Yang mengizinkan anaknya keluar ketika sudah mulai aktif belajar. Wallahu’alam

Yamg pasti, dari kejadian ini seolah masa pandemi ini mengancam keselamatn siswa yang salah dalam bergaul. Banyak saya mendengar kisah para pelajar di daerah saya yang melakukan tindakan tidak sesuai sebagai pelajar selama BDR ( belajar dari rumah).

Jauhnya jangkauan guru untuk memantau belajar setiap siswa menjadi kendala besar dalam memberikan nasihat pula. Lantas, ini tugas siapa??

Ini adalah tugas orangtua. Mereka harus lebih mawas diri terhadap perilaku anaknya selama di rumah. Mereka juga harus memantau secara detail akan belajar dan bermainnya. Pengertian dan nasihat orang tua sangat berperan besar dalam hal ini. Hingga tidak ada lagi kejadian yang membahayakan nyawa anaknya ketika tidak di rumah.

Semoga atas kejadian yang terjadi pada siswa di daerah saya ini menjadi pelajaran bagi siswa lainnya agar tidak melakukan hal yang tidak baik dan tidak wajar. Lebih berhati-hati dalam bergaul. Bukankah kita dianjurkan untuk di rumah saja?? Maka, patuhilah anjuran ini. Agar tidak ada laka dan malapetaka yang merugikan diri sendiri.

Semoga membawa hikmah!

Comments (5)

  1. Inilah kendala yang dialami oleh anak-anak kita bu, sebagai peserta didik mereka belum bisa ke sekolah untuk tatap muka, sementara kalau PJJ ada kelemahannya, saya mengalami bu, di kelas online anak itu online, tetapi faktanya, bisa saja dia tinggalkan hp androidnya atau laptopnya online, dia pergi ntah kemana, ketika saya absen, si anak tidak menyahut dan setelah kita tanya orangtuanya, baru mereka sadar bahwa si anak tidak ada di tempat, keluyuran entah kemana…

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar