0

Kesalahan Istri yang Tidak Pakai Jilbab di Rumah (+2)

Kusnandar Putra February 21, 2014

بسم – الله – الرحمن – الرحيم

Suatu saat ada seorang istri senantiasa berhijab di luar rumah kedatangan tamu. Ternyata tamunya adalah adalah akhwat yang juga seorang muslimah yang taat kepada Alloh dan Rosul-Nya.

Maka nyonya rumah sangat senang atas kedatangannya. Namun anehnya, kesenangan itu ditampakkan dengan rambut terbuka. Pakaian hanya daster. Sambil menggendong anak.

Ini adalah sebuah pemandangan yang kerapkali terjadi di tubuh keluarga kaum muslimin. Seolah-olah karena dibolehkannya memperlihatkan aurat kepada mahrom, maka dengan praktis pula semena-mena menyambut tamu tanpa menghiasi diri. Amat miris sekali.

Kita tahu bahwa Alloh subhanahu wa ta’ala mewajibkan kaum muslimah untuk berhijab, Alloh berfirman berfirman,

“Wahai Nabi katakanlah kepada isteri-
isterimu, anak-anak perempuanmu serta para wanita kaum beriman agar mereka mengulurkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu agar mereka mudah dikenal & tak diganggu orang. Alloh Maha pengampun lagi Maha penyayang.”
(Al Ahzab: 59)

Dan kita juga tahu bahwa Rosulululloh shollallohu alayhi wasallam bersabda,

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.”
(HR. Bukhari)

Dalam hadits di atas memuliakan tamu
merupakan sunnah (jalan/tuntunan) Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Bahkan, ia merupakan perintah dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam yang sudah sepantasnya seorang
muslim dan muslimah yang mengaku cinta kepadanya untuk menjalankannya.

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan segala apa yang diperintah
Rasulullah maka kerjakanlah, dan segala yang dilarang darinya maka tinggalkanlah.”
(Al Hasyr: 7)

Karena itulah, kepada seluruh keluarga kaum muslimin, hendaknya kita memuliakan tamu dalam segala prospek, baik yang datang adalah teman kita maupun kakak atau adik kandung (wanita) kita. Bukan hanya penjamuannya berupa makanan dan minuman, bukan hanya sekadar pembicaraan yang sopan kepada tamu. Tapi, perlu pula kita membenahi penampilan diri. Bagi ibu-ibu hendaknya memakai jilbab saat menjamu tamu, anak-anak (wanita) juga jangan lupa untuk dijilbabkan saat tamu datang, dan sang suami pula hendaknya memakai gamis dan wangi-wangian agar tamu mendapatkan penjamuan istimewa.

Bukankah Islam adalah mengajarkan akhlak?

Rosululloh shollallohu alayhi wasallam bersabd,
“Sesungguhnya aku diutus untuk
menyempurnakan akhlaq (umat manusia).”

Semoga Alloh subhana wa ta’ala menjadikan kita termasuk golongan orang-orang yang beriman kepada Alloh dan hari akhir…[]

–Pannampu, 9 Rabiul Akhir 1435 H

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar