2

Kenyataannya Guru Terbiasa Menerapkan “1” Metode Pembelajaran (0)

Hendra Darmawan August 14, 2014

Metode pembelajaran adalah suatu cara atau upaya (keterampilan yang dimiliki guru) yang dilakukan oleh para pendidik agar proses belajar-mengajar pada siswa tercapai sesuai dengan tujuan. Tujuan pembelajaran yang paling mendasar adalah membuat peserta didik dari tidak tahu menjadi tahu secara psikis dan pola pikir. Tujuan pembelajaran dapat dilihat hasilnya melalui perubahan prilaku dan kompetensi siswa dalam bentuk penampilan, pernyataan atau deskripsi yang spesifik (tertulis). Untuk mencapai tujuan pembelajaran tentu banyak sekali metode pembelajaran yang dapat digunakan, namun tidak semua metode pembelajaran dapat diterapkan pada semua peserta didik di semua sekolah. Hal itu dikarenakan masing-masing sekolah memiliki karakteristik yang berbeda-beda, mulai dari sarana, prasarana, latar belakang peserta didik, lingkungan, tenaga pendidik, dll. Sehingga kita bisa melihat ada perbedaan disetiap sekolah tentang metode pembelajaran, walaupun semua sekolah memiliki tujuan pembelajaran dasar yang sama. Kalau kita pelajari dari semua literatur yang ada, kurang lebih ada 35 macam metode pembelajaran yang bisa diterapkan pada peserta didik untuk mencapai suatu tujuan pembelajaran, antara lain :

1. Ceramah / Ceramah Plus
2. Resitasi (Resume)
3. Peer Theaching Method
4. Examples Non Examples
5. Picture And Picture
6. Numbered Heads Together (Kepala Bernomor, Spencer Kagan, 1992)
7. Cooperative Script (Dansereau Cs., 1985)
8. Kepala Bernomor Struktur (Modifikasi Dari Number Heads)
9. Student Teams-Achievement Divisions (Stad) Tim Siswa Kelompok Prestasi (Slavin, 1995)
10. Jigsaw (Model Tim Ahli) (Aronson, Blaney, Stephen, Sikes, And Snapp, 1978)
11. Problem Based Introduction (Pbi)
12. Artikulasi
13. Mind Mapping
14. Make – A Match (Mencari Pasangan, Lorna Curran, 1994)
15. Think Pair And Share
16. Debate
17. Role Playing
18. Group Investigation
19. Talking Stick
20. Bertukar Pasangan
21. Snowball Throwing
22. Student Facilitator And Explaining
23. Course Review Horay
24. Demonstration
25. Explicit Instruction
26. Cooperative Integrated Reading And Composition (Circ)
27. Inside-Outside-Circle (Lingkaran Kecil-Lingkaran Besar)
28. Tebak Kata
29. Concept Sentence
30. Complete Sentence
31. Time Token Arends 1998
32. Pair Cheks Spencer Kagen 1993
33. Keliling Kelompok
34. Tari Bambu
35. Dua Tinggal Dua Tamu (Two Stay Two Stray) Spencer Kagan 1992

Pada kenyataannya dari sekian banyak metode pembelajaran tersebut guru hanya menggunakan 1 metode pembelajaran secara terus menerus. Metode pembelajaran yang paling banyak digunakan adalah Metode Ceramah. Metode ini adalah metode yang sudah melekat secara alami di setiap orang. Dengan anggapan bahwa memberitahu dengan menggunakan lisan 86% efektif akan diterima peserta didik, padahal peserta didik saat ini tidak lagi sepenuhnya menerima metode ini dilakukan secara terus menerus. Akibat yang ditimbulkan jika guru hanya fokus menjalankan 1 metode pembelajaran saja adalah proses belajar mengajar dikelas dirasa membosankan bagi peserta didik. Oleh karena itu sebaiknya guru mempunyai inovasi-inovasi dalam menerapkan metode pembelajaran sesuai dengan kompetensi dasar yang di ajarkannya dan usahakan gunakan lebih dari satu metode pembelajaran, metode pembelajarannya pun tidak harus mengikuti apa yang sudah ada saat ini. Seandainya guru menemukan caranya sendiri untuk menerapkan metode pembelajarannya itu lebih baik, asalkan tujuan pembelajaran dalam kompetensi dasarnya tercapai tidak monoton mengikuti literatur metode pembelajaran yang sudah ada. Karena guru lah yang paling tahu karakteristik peserta didik, latar belakang peserta didik, kondisi lingkungan, dan sekolahnya bukan Kepala Sekolah, Kepala Dinas Pendidikan ataupun Menteri Pendidikan. Akhir kata semoga guru semakin sejahtera dan lebih baik di masa yang akan datang. Semoga bermanfaat 🙂

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar