3

Kenapa Psikologi Pendidikan Itu Penting? Yuk Pahami! (0)

Pengelola Guraru July 1, 2021

Faktanya, psikologi dan pendidikan ternyata berkaitan erat. Bahkan, cabang ilmu psikologi ini sangat bermanfaat untuk para peserta didik dalam menentukan metode pembelajaran. Namun bagaimana ‘cara kerja’ psikologi pendidikan dapat memberi petunjuk guru dalam menjalani proses pembelajaran yang lebih efektif dan terarah? 

Pengertian Psikologi Pendidikan

Sebagai pengajar, Guraru perlu tahu mengenai psikologi pendidikan secara komprehensif. Meskipun ilmu ini terbilang baru, namun perkembangannya cukup pesat dan memberi pengaruh besar untuk dunia pendidikan.

Psikologi pendidikan adalah ilmu yang mempelajari dan meneliti bagaimana manusia belajar dan menyerap informasi. Bahkan, cabang ilmu psikologi ini juga mengamati cara bersosialisasi, emosi, dan rasa ingin tahu yang dimiliki tiap individu. Lalu, apa kaitannya dengan pendidikan?

Melalui teori ilmu psikologi pendidikan, seorang psikolog profesional dapat melibatkan pengetahuannya dengan pendidikan. Agar lebih mudah untuk memahaminya, seorang psikolog dapat berperan sebagai konsultan bagi pendidik. Tugasnya adalah ia dapat memberi strategi pendidikan yang efektif dan terarah. 

Namun tentu saja seorang psikolog akan membuat strategi dan metode pembelajaran yang tepat setelah mempelajari karakter siswa. Apalagi, pada faktanya setiap orang mempunyai cara berbeda ketika belajar dan menyerap informasi.

Apa Tujuannya untuk Pendidikan?

Tujuan utama ilmu psikologi pendidikan adalah untuk membuat strategi pembelajaran hingga menemukan solusi ketika proses pembelajaran mengalami kendala. Namun, untuk lebih jelasnya, berikut fokus utama tujuan psikologi di dunia pendidikan:

  1. Memahami karakter individu atau siswa saat proses belajar mengajar berlangsung serta bagaimana kemampuan siswa menyerap informasi.
  2. Mengetahui potensi yang dimiliki siswa selama proses belajar berlangsung.
  3. Membimbing siswa untuk menggali potensi yang dimiliki dengan strategi yang disesuaikan karakter dan minat peserta pendidik.
  4. Meneliti dan memenuhi proses pembelajaran yang efektif dan tepat sasaran.
  5. Mendapatkan solusi ketika guru mendapatkan kendala selama proses belajar mengajar.
  6. Tak hanya sekedar menyampaikan ilmu pengetahuan, namu guru dapat membantu siswa hingga benar-benar paham atas materi yang disampaikan dengan menggunakan pengetahuan psikologi pendidikan. Salah satunya dengan mengetahui karakter siswa.

Kesimpulannya, tujuan utama psikologi pendidikan di dunia belajar mengajar adalah untuk menjalani sistem belajar sesuai karakter para siswa. Namun, metode belajar yang diimplementasikan tak selalu berhasil 100 persen. Lagi-lagi bukan karena metodenya yang tidak tepat. Melainkan setiap individu memiliki kemampuan berbeda dalam menyerap pelajaran. 

Nah, disinilah manfaat psikologi pendidikan. Dengan ilmu ini, guru dapat mempelajari sikap bagaimana para siswa memahami materi pelajaran yang telah disampaikan. Namun, ketika metode pembelajaran dinilai kurang efektif, guru dapat menelaah dan memecahkan masalah yang dihadapi siswa atau individu yang belum memahami pelajaran.

Baca juga: Media Sosial untuk Proses Belajar Mengajar 

Apa Manfaatnya untuk Pendidikan?

Setelah mengetahui tujuan psikologi pendidikan dalam dunia belajar dan mengajar, maka Anda sudah memahami bahwa cabang ilmu psikologi ini dapat menjadi pendukung bagi para pengajar. 

Agar Anda mengetahui lebih dalam apa saja fungsi psikologi pendidikan, berikut manfaatnya untuk dunia pendidikan:

1. Memahami siswa

Setiap individu sudah pasti memiliki karakteristik yang berbeda, sehingga sangat penting bagi guru untuk mengenal siapa dan bagaimana karakter peserta didik yang ditangani. Adanya psikologi pendidikan membantu guru lebih mudah memahami karakter masing-masing siswa. Dengan begitu, guru akan lebih mudah bagaimana berkomunikasi dan menyampaikan pelajaran sesuai kepribadian siswa.

2. Menciptakan kelas yang kondusif

Dengan melakukan pendekatan yang tepat, guru dapat menciptakan ruang kelas yang kondusif. Sebab, guru sudah mengetahui karakteristik peserta didiknya dan telah memilih metode belajar yang sesuai, sehingga sangat mungkin suasana belajar akan lebih kondusif dan efektif.

3. Memudahkan untuk memilih metode dan strategi pembelajaran

Memilih metode dan strategi pembelajaran tak lepas dari seberapa kenalnya guru pada peserta didiknya. Memang, untuk ‘meramu’ metode pembelajaran yang efektif, guru harus memahami karakter dan perkembangan siswa. Ingat, setiap siswa memiliki keunikan tersendiri, bukan?

Baca juga: 10 Manfaat Learning Management System (LMS) untuk Pembelajaran Masa Kini 

4. Membimbing siswa

Tak hanya sekadar transfer ilmu saja, namun guru juga dapat menjadi pembimbing. Dalam hal ini, guru dapat mengasah kemampuan yang dimiliki siswa agar nilai akademik mereka memenuhi jurusan yang dipilih. Tak hanya itu saja, guru juga dapat membimbing siswa yang mengalami penurunan nilai dengan cara mencari solusi metode belajar yang tepat hingga siswa dapat mengejar ketertinggalannya.

5. Mengevaluasi pembelajaran

Jika guru merasa telah mengenal siswa, dan telah menentukan metode pembelajaran namun ternyata pada prakteknya kurang efektif. Guru dapat mengevaluasi metode yang sebelumnya diimplementasikan.

Buatlah pemetaan apa sebab dan cari solusinya. Ingat, seperti yang sudah dikatakan, tak ada metode pelajaran yang 100 persen tepat. Selain itu, psikologi pendidikan tak dapat memberitahukan apa yang harus dilakukan guru. Namun, dengan mempelajari psikologi pendidikan, guru dapat memiliki prinsip dalam mengambil keputusan. 

Perlu diingat, pengetahuan psikologi pendidikan merupakan akumulasi pengetahuan kebijaksanaan dan teori yang didasarkan pada pengalaman yang seharusnya dimiliki setiap guru untuk memecahkan masalah pelajaran sehari-sehari dengan tepat.

Baca juga:

Contoh Metode Psikologi Pendidikan

Untuk dapat mengetahui karakteristik dan perkembangan siswa dalam belajar membutuhkan berbagai metode. Berikut metode psikologi pendidikan yang perlu Anda ketahui.

1. Observasi

Observasi atau pengamatan adalah metode psikologi pendidikan yang paling dasar. Misalnya, guru mengamati apa saja yang telah dikerjakan anak didik pada Learning Management System (LMS) yang digunakan sekolah. Atau guru mengamati salah satu siswa yang perlu diperhatikan dari nilai akademiknya, apakah ia memahami materi yang disampaikan atau tidak.

2. Tes

Layaknya tugas, guru akan memberikan tes kepada siswa. Tugas yang diberikan diusahakan berkaitan dengan tujuan untuk melakukan pengamatan peserta didik. Dari hasil jawaban siswa, guru dapat mengukur perkembangan murid dalam proses belajar.

3. Eksperimen

Guru dapat membuat sebuah eksperimen menggunakan soal sebagai instrumen. Misalnya, membuat sebuah kata bertuliskan “ungu” berwarna hijau. Lalu diteruskan dengan kombinasi warna lainnya. Pilih salah satu siswa yang hendak guru ketahui tingkat fokusnya. Jika percobaan ini memberikan hasil bahwa murid lebih banyak menyebut warna pada tulisan, guru dapat menyimpulkan bagaimana murid beradaptasi dan menangkap sebuah informasi, apakah ia mudah terdistraksi atau justru sangat fokus.

Baca juga: Pembelajaran E-Learning dan Sederet Fakta Menarik di Baliknya

4. Kuesioner

Jika guru ingin mengetahui respons para siswa mengenai metode pembelajaran yang dipakai, guru dapat menyebar kuesioner atau daftar pertanyaan kepada siswa yang menjadi responden guru. Dengan begitu, guru bisa mendapatkan sebuah kesimpulan dan solusi untuk membuat strategi penyampaian materi.

5. Studi kasus

Untuk mengetahui kemampuan kognitif hingga psikis anak didik, Anda dapat melakukan studi kasus. Namun cara ini sangat menguras waktu karena membutuhkan data yang akurat. Pasalnya, guru atau psikolog yang bekerja di dunia pendidikan harus meneliti mulai dari hal terkecil hingga latar belakang sosial dan budaya, ekonomi, mental hingga fisik siswa.

Kesimpulannya, psikologi pendidikan dapat membantu Anda mengetahui emosi dan perbedaan antar siswa dalam proses belajar mengajar. Dengan begitu Anda dapat mengambil keputusan dan menentukan strategi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, sehingga dapat menciptakan kelas belajar efektif dan kondusif. Jadi, apakah Anda sudahkah tertarik mempelajari psikologi pendidikan?

Nantikan berbaga tips dan rekomendasi lainnya hanya di Guraru!
Belum Bergabung ? Yuk segera gabung disini.

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar