0

Kenapa Jadi Guru? Seseorang Memberikanku Inspirasi (0)

Ega Bekti December 7, 2020

Memiliki orang tua yang dikatakan sebagai individu biasa akan sangat membantu. Kami hampir tidak terlihat. Faktanya, banyak yang menutup mata. Namun masih banyak yang bisa dicintai. Terlalu rewel. Hehehe-hehehe-hehe

Di masa lalu, itulah yang saya pikirkan. Meski demikian, tuduhan tidak bisa datang dari yang diucapkan. Kami buruk, menurut beberapa rekan. Itu kaya, menurut ibu kami. Sekali lagi menurutnya, buktinya kita tidak pernah mengemis dan merampok.

Selain itu juga tidak pernah menimbulkan masalah. Efek pada moral secara bertahap merendahkan karena moralitas yang lemah dan iman yang buruk. Mendapatkan pendekatan budaya yang mengkhawatirkan. Menurut sang ibu, ini adalah ciri lemah.

Sudut pandangnya jauh berbeda dengan yang kita kenal saat itu pada umumnya.

Nah saat menempuh sekolah, sering muncul konsekuensi lain dari kendala. Dalam menghadapi keadaan peserta didik yang berasal dari latar belakang kurang mampu, pendidik memiliki tipe yang berbeda-beda.

Bahkan, saya punya instruktur khusus. Dia duduk di bangku sekolah menengah pertama saat dia disana. Dia seorang instruktur matematika. Oh ya, Alhamdulillah. Saya juga akrab dengan guru matematika selama masa sekolah saya.

Guru matematika ditemukan kaku, pemarah dan sedikit dihantui oleh beberapa siswa. Saya tidak merasa seperti itu, Alhamdulillah. Sebaliknya, dengan hampir semua guru matematika yang pernah saya kenal, saya berhasil merajut cinta dan mengukir kisah-kisah indah.

Hubungan dengan guru yang terlibat dalam bidang aritmatika ini sangat tinggi. Guru matematika juga salah satu mentor saya yang menginspirasi.

Nyonya Hasnita adalah dia. Lembut dan mengundang. Mereka malas melihat anak-anak dari kalangan ekonomi biasa jika ada pendidik yang melakukan kesalahan. Kebalikannya adalah Nyonya Hasnita.

Dia terjebak dengan siswa yang sebagian besar tertindas. Mereka terus mengangkat semangat dan harapan kami.

Ia kenal baik dengan hampir semua siswa dari berbagai kalangan. Dia berkomitmen untuk mendengarkan dongeng dan curahan hati murid-muridnya.

Dia adalah pendengar yang baik setiap saat. Setia di antara kami para siswa untuk menjadi advokat dan penyedia solusi. Saya sangat setia padanya karena itu.

Saya cukup sering bermalam di rumahnya. Ia terkadang mengunjungi rumah saya, yang berada di pinggiran kota. Tak segan-segan menjejakkan kaki demi mengunjungi rumah kami di pematang sawah.

Yang lebih manis lagi, kue bolu pandan selalu dipanggang hanya untuk saya bawa pulang. Di rumah, dia melakukan kursus studi tambahan. Saya masih diundang gratis untuk menghadiri kelasnya. Jika, karena dia ragu-ragu, dia berhenti, dia mengerutkan kening.

Tawaran itu akhirnya diterima. Saya menemukan dalam dirinya sosok seperti ibu, saudara laki-laki dan teman. Selalu ada keinginan untuk menjadi seorang guru setiap kali Anda melihatnya.

Dalam jejaknya, Anda ingin menjadi penerus yang kehadirannya ditunggu-tunggu oleh siswa. Saya memperoleh beberapa pelajaran penting darinya. Diantaranya:

Selanjutnya guru merupakan sumber motivasi siswa. Saya mendapat pemahaman dari sosok dasar Bu Hasnita. Dalam istilah lain, pendidik bukan hanya pemisah materi pelajaran dan rumus. Tetapi juga orang yang menginspirasi yang menciptakan aspirasi siswa.

Dalam mencapai tujuan dengan metode menawan, ia juga menceritakan kisah perjalanan karakter dan narasinya sendiri.

Banyak dari kita yang mendengar ceritanya tergoda untuk mewujudkan impian kita secara instan. Lelah dan lelah, mereka berani bertarung. Tidak takut dengan rintangan. Kekuatan yang kuat dimotivasi oleh instruktur untuk belajar mengatasi tantangan apa pun. Dalam upaya untuk mewujudkan mimpi.

Kedua, guru sebagai mode fitur. Guru serupa dengan mereka yang sering berbagi informasi berharga dengan siswa mereka. Berbagi teori itu mudah. Itu bisa dicapai oleh siapa saja.

Terlebih lagi, mendapatkan sumber konten sangat sederhana di zaman sekarang ini. Cukup gerakkan jari Anda di gadget, dan materi apa pun yang Anda suka akan terlihat. Sekarang giliran kehidupan sehari-hari untuk mempraktikkan ide-ide ini. Tidak banyak orang yang bisa melakukannya.

Di sinilah dia spesial bagi Bu Hasnita. Tanpa ragu, hampir semua cerita, hipotesis, dan penguatan yang dia sebutkan diterapkan. Sampai hari ini, kami telah melihat semua itu. Hal inilah yang akan selalu membuat Anda rindu untuk datang mengunjunginya.

Guru adalah model peran dari tempat saya belajar, yang akan dicari dan ditiru oleh siswa mereka.

Gaya luar biasa yang ia tunjukkan memberikan kehangatan bagi mata. Setiap pengalaman membawa kedamaian. Mampu tanpa berteriak untuk menaklukkan siswa yang paling nakal sekalipun. Mendidik tanpa terluka.

Ketiga, panduan. Ingatannya masih baru, kenangan masa kecil memasak di masa lalu. Berebut untuk menceritakan kisah orang tua dan teman sekelas kadang-kadang. Anda ingin menjadi apa saat dewasa? Apa pokok ceritanya?

Meskipun mereka tidak sepenuhnya mengerti apa yang mereka bicarakan, cerita mengalir deras dari mulut kecil. Cara berpikir terus berubah seiring bertambahnya usia.

Harapan untuk masa depan lebih diarahkan pada kehidupan sendirian di alam semesta. Profesi itu sempurna, seperti nanti. Selama banyak uang yang bisa dikantongi dan Anda bisa mentraktir teman Anda. Pikiran ini sering muncul.

Guru memainkan perannya sebagai referensi di sini. Dia mengajar, bukan hanya uang yang harus dicari. Fokus haruslah kebahagiaan pikiran. Harta yang melimpah, jika hidup terus menderita, tidak ada artinya.

Guru yang bijak ada di sana bagi siswanya untuk mengarahkan mereka. Memberikan pilihan jalan yang dapat diambil di dunia ini dan di akhirat menuju kesuksesan dan keselamatan.

Keempat; kesabaran grosir, pembuat instruktur. Murid yang baik atau nakal adalah hal biasa. Yang juga terkenal adalah siswa yang berhasil atau gagal. Yang ganjil adalah jika di segala bidang ada siswa yang utuh tanpa kekurangan. Tidak mungkin.

Karena pada kenyataannya tidak ada manusia yang sempurna. Ini adalah hukum dan fakta yang tidak bisa diganggu gugat.

Sangat menyenangkan dan menyenangkan untuk bekerja dengan siswa yang cerdas, patuh dan rendah hati. Bagaimana jika Anda bertemu dengan siswa yang terkadang melakukan hal-hal yang tidak disarankan oleh guru? Rekan-rekan yang mengganggu, misalnya. Kebisingan terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung.

Ada juga siswa yang benar-benar menguji kepercayaan diri guru. Guru yang bijaksana harus bisa mengatur dirinya sendiri saat bekerja dengan mereka. Stok harus banjir, dengan sabar.

Untuk terus membina dan memimpin siswa yang terkadang terlihat merepotkan. Tidak ada kesabaran yang akan menjatuhkan pertahanan. Menjadi guru yang bijaksana akan menjadi impian.

Dalam penyampaian pendidikan karakter dan akhlak mulia kepada peserta didik, kesabaran yang tiada henti dan tanpa muka harus menjadi salah satu aset utama seorang pendidik.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar