0

Kenali 3 Pilihan dan Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri (0)

Pengelola Guraru August 21, 2022

Dalam mendukung Implementasi Kurikulum Merdeka, Kemendikbud Ristek menawarkan pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) kepada satuan pendidikan. Pilihan ini memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan untuk menentukan berdasarkan angket IKM yang mengukur bagaimana kesiapan tenaga pendidik dalam melaksanakan Kurikulum Merdeka.

Melalui angket tersebut akan didapatkan calon satuan pendidikan yang berminat dan mereka akan memperoleh pendampingan pembelajaran untuk Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri. Lalu, apa saja pilihan dalam Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri? Simak selengkapnya berikut ini.

Baca juga: Apa itu Learning Management System dan Manfaatnya Bagi Pendidikan

Pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri

Hasil dalam angket Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri akan menentukan apakah sekolah tersebut siap atau tidak dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Jika sekolah dinyatakan sudah siap, terdapat 3 pilihan IKM Jalur Mandiri yang bisa diaplikasikan, berikut penjelasan dari masing-masing pilihan tersebut:

1. Mandiri Belajar

Pilihan ini memberikan kebebasan kepada satuan pendidikan saat menerapkan beberapa bagian dan prinsip Kurikulum Merdeka, tanpa mengganti kurikulum satuan pendidikan yang sedang diterapkan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7, dan 10.

2. Mandiri Berubah

Pilihan ini memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan saat menerapkan Kurikulum Merdeka dengan menggunakan perangkat ajar yang sudah disediakan pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7, dan 10. 

3. Mandiri Berbagi

Pilihan ini memberikan keleluasaan kepada satuan pendidikan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka dengan mengembangkan sendiri berbagai perangkat ajar pada satuan pendidikan PAUD, kelas 1, 4, 7, dan 10.

Baca juga: Kiat Guru untuk Bangkitkan Semangat Belajar Siswa di Masa Pandemi

Strategi Implementasi Kurikulum Merdeka Jalur Mandiri

Kurikulum Merdeka yang diluncurkan pada tahun 2021 oleh Kemendikbud Ristek mulai diterapkan oleh Sekolah Penggerak (SP). Pada awal tahun 2022, Kemendikbud Ristek mulai melakukan pendataan yang akan menjadi dasar untuk penerapan Kurikulum Merdeka. Terdapat beberapa strategi Implementasi Kurikulum Merdeka jalur mandiri yang akan dijadikan acuan kebijakan, yaitu:

1. Rute Adopsi Kurikulum Merdeka Secara Bertahap

Pendekatan strategi ini adalah dengan memfasilitasi satuan pendidik untuk mengenali kesiapannya sebagai dasar menentukan pilihan Implementasi Kurikulum Merdeka serta memberikan umpan balik berkala (3 bulanan) dan pemetaan kebutuhan penyesuaian dukungan Implementasi Kurikulum Merdeka dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah.

2. Menyediakan Asesmen dan Perangkat Ajar (High Tech)

Pendekatan strategi ini menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang berfungsi dalam menyediakan beragam pilihan asesmen dan perangkat ajar (buku teks, modul ajar, contoh projek, contoh kurikulum). Pilihan tersebut akan tersedia dalam bentuk digital yang dapat digunakan satuan pendidikan untuk melakukan pembelajaran berdasarkan Kurikulum Merdeka.

3. Menyediakan Pelatihan Mandiri dan Sumber Belajar Guru (High Tech)

Pendekatan strategi ini menggunakan teknologi informasi dan komunikasi yang berfungsi dalam melakukan pelatihan mandiri Kurikulum Merdeka dan dapat diakses secara daring oleh tenaga kependidikan. Hal ini untuk memudahkan adopsi Kurikulum Merdeka yang disertai sumber belajar dalam bentuk video, podcast, atau e-book lalu didistribusikan melalui media penyimpanan (flashdisk).

4. Menyediakan Narasumber Kurikulum Merdeka (High Touch)

Pendekatan strategi ini digunakan dalam menyediakan narasumber kurikulum merdeka dari Sekolah Penggerak/SMK PK yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Penerapannya bisa dilakukan dalam bentuk webinar atau pertemuan luring yang diadakan pemerintah daerah atau satuan pendidikan. Pertemuan luring bisa dilakukan dalam bentuk seminar tatap muka, lokakarya, maupun pertemuan lainnya yang dilakukan di daerah maupun di satuan pendidikan.

5. Memfasilitasi Pengembangan Komunitas Belajar (High Touch)

Pendekatan strategi ini menggunakan komunitas belajar yang dibentuk oleh lulusan Guru Penggerak dan diinisiasi oleh pengawas sekolah sebagai wadah untuk berbagi praktik Kurikulum Merdeka.

Baca juga: Strategi Membangun Tim Pengembangan Sekolah Unggul

Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) yang diawali dengan pendataan yang dilakukan oleh Kemendikbud Ristek akan melihat seberapa jauh kesiapan satuan pendidikan. Pendataan yang dilakukan akan memperoleh dukungan dari Kemendikbud Ristek dalam menjalankan IKM jalur mandiri. Lalu, sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka akan saling berbagi praktik dan pengalaman sehingga terbentuk jejaring dukungan antar guru dan tenaga kependidikan. Komunitas tersebut akan terus berkembang sehingga pada tahun 2024 telah tercipta ekosistem yang siap menerapkan Kurikulum Merdeka secara nasional. 

Demikian penjelasan mengenai pilihan dan strategi Implementasi Kurikulum Merdeka jalur mandiri. Apakah sekolah Anda merupakan salah satu yang mau menerapkannya?

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar