7

Apa saja kemampuan digital yang perlu dipelajari generasi digital native? (+2)

bukik setiawan December 7, 2013

Pada jaman digital, kita tidak cukup dengan mendampingi anak mengakses internet. Kita harus melangkah lebih jauh, membekali anak-anak kita, generasi digital native dengan kemampuan digital.

Idenya simpel. Orang tua jaman nomaden membekali kemampuan berburu pada anaknya. Orang tua jaman agraris membekali kemampuan bercocok-tanam pada anaknya. Orang tua jaman industri membekali kemampuan mengelola pengetahuan pada anaknya. Orang tua jaman informasi membekali kemampuan mengakses informasi pada anaknya. Lalu pada jaman digital? Tentu kita perlu membekali anak-anak kita, generasi digital native dengan kemampuan digital.

Di negara lain telah muncul isu mengenai pentingnya literasi digital. Tapi sayangnya belum ada rumusan baku mengenai apa saja kemampuan yang perlu dipelajari anak agar bisa disebut melek digital. Saya mencoba merumuskan 8 kemampuan digital yang perlu dipelajari anak-anak kita. Saya tulis di blog Teman Takita, tapi pembaca awam cenderung hanya membaca padahal draft ini masih perlu dikritik dan dikembangkan lebih jauh. Saya posting ulang di blog Guraru dengan harapan mendapat masukan agar konsep kemampuan digital ini.

Ditunggu kritik, tanggapan dan komentarnya

kemampuan digital

 

1. Kemampuan mengelola identitas personal 

Jaman digital memungkinkan interaksi tanpa batas. Kita bisa berinteraksi dengan siapa saja, bahkan dengan orang di ujung dunia. Ketika interaksi tanpa batas maka tantangannya adalah mengelola identitas personal. Apa informasi identitas diri yang perlu disampaikan, pada saat kapan dan pada siapa? Perjalanan identitas diri pada dunia digital diawali dengan pembuatan surel (email). Surel pada awalnya dirancang sebagai alat untuk menyampaikan pesan tapi perkembangan menunjukkan surel sebagai identitas personal untuk mengakses atau menggunakan berbagai layanan digital. Anak yang akan menggunakan aplikasi Takita pun diwajibkan mempunyai surel.

2. Kemampuan melakukan pencarian informasi

Apapun yang kita cari bisa kita temukan di mesin pencari. Kalimat itu betul tapi dengan catatan, “asal tahu cara melakukan pencarian”. Penggunaan mesin pencari memang dimudahkan oleh perancangnya sehingga banyak orang yang langsung begitu saja memasukkan kata kunci dan melakukan pencarian. Akibatnya, orang seringkali mendapatkan konten yang berkualitas rendah atau konten yang tidak sesuai. Kemampuan melakukan pencarian meliputi kemampuan mengenali kebutuhan diri akan informasi, pemahaman mengenai apa yang dicari, cara melakukan pencarian yang efektif dan menilai secara kritis informasi yang didapatkannya. Kemampuan melakukan pencarian ini setara dengan kemampuan mengetahui dan menghafal yang diajarkan pada anak-anak jaman industri.

3. Kemampuan mempelajari peralatan digital

Generasi digital native berkenalan dengan perangkat digital dalam usia muda. Seringkali orang tua meremehkan potensi perangkat digital sehingga memperkenalkan perangkat itu tanpa mengajarkan cara penggunaannya yang efektif. Pada masa mendatang, generasi digital native perlu dibekali kemampuan mempelajari peralatan digital mulai dari aspek teknis, aspek psikologis, sekaligus potensi dan dampak negatifnya. Peralatan digital bukan berhala sekaligus bukan bahaya, tapi perlu dipandang secara kritis dan dioptimalkan potensinya secara efektif.

4. Kemampuan mengoptimalkan layanan digital 

Layanan digital meliputi situs, permainan (games), hingga aplikasi digital yang jumlahnya ratusan ribu dan terus bertambah. Generasi digital native perlu dibekali kemampuan mengenai kebutuhan dan keinginan, kemampuan mengenali beragam aplikasi digital, kemampuan memilih dan menggunakannya secara efektif. Dengan kemampuan ini, orang tua tidak perlu terlalu banyak melarang generasi digital native dalam mengeksplorasi dunia digital. Generasi digital native bisa efektif dan kritis dalam memilih dan menggunakan peralatan digital.

5. Kemampuan membuat konten digital 

Dunia digital menyediakan kesempatan yang luar untuk generasi digital native dalam mencipta. Tantangannya adalah bagaimana membuat konten digital yang menarik, yang bisa berupa teks, foto, musik, atau video. Untuk itu, generasi digital native perlu mempelajari kemampuan membuat dan mempublikasikan konten digital. Kemampuan ini mencakup aspek teknis, aspek desain hingga aspek etis.

6. Kemampuan membuat aplikasi digital 

Pada tingkat yang lebih kompleks, generasi digital native perlu juga belajar membuat aplikasi atau layanan digital. Bila tidak, maka generasi digital native nantinya hanya akan berperan sebagai konsumen dan pengguna semata. Dengan kemampuan ini, generasi digital native bisa menjadi produsen yang menghasilkan berbagai aplikasi digital yang kreatif. Kemampuan ini dibedakan dengan kemampuan membuat konten karena membutuhkan kemampuan khusus seperti penguasaan bahasa program.

7. Kemampuan melakukan personal branding

Siapa aku? Apa bakatku? Apa impianku? Apa yang bisa aku kontribusikan untuk masyarakat luas? Bagaimana caraku untuk memberikan kontribusi pada kehidupan yang lebih baik? Demikian adalah serangkaian pertanyaan mengenaipersonal brand seseorang. Generasi digital native perlu terampil dalam melakukan personal branding agar bisa bermanfaat, berkolaborasi dan sekaligus bersaing pada tingkat global.

8. Kemampuan melakukan kolaborasi digital

Pada akhirnya, puncak kemampuan digital yang penting dikuasai adalah kemampuan melakukan kolaborasi digital. Generasi digital native perlu menghargai hak orang lain, menemukan dan menghargai kemampuan orang lain serta menjalin kolaborasi digital untuk menghasilkan karya yang luar biasa. Karena pada dasarnya, tidak mungkin seseorang bisa berkarya tanpa kontribusi dari pihak lain.

Comments (7)

  1. menarik, Pak Bukik. saya yakin tidak mudah menentukan 8 kemampuan digital yang mesti dikuasai digital native tersebut.
    “Kemampuan menjalin dan menjaga pertemanan dan jaringan” mungkin perlu ditambahkan juga ya. Bagaimana berkomunikasi dengan baik dengan perangkat digital, tidak untuk mencari musuh atau melakukan kejahatan. Tetapi untuk menjalin komunikasi dengan teman-teman yang jauh, teman-teman baru, berkomunitas, dan menemukan jaringan yang penting dalam kehidupan.
    salam

  2. @Namin: Terima kasih pak

    @M. Yusuf: Betul, tidak mudah, butuh sumbang saran banyak orang.
    Oh ya mengenai kemampuan menjalin pertemanan dan jaringan apakah bisa dimasukkan ke kemampuan melakukan kolaborasi digital? Apakah perlu dibedakan?

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar