1

Kelemahan dan Kelebihan Pembelajaran Terpadu “Integrated Aproach” (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 5, 2020

Istilah pembelajaran terpadu (integrated approach) berasal dari ”integrated teaching dan learning” atau ”integrated curriculum approach”. Konsep ini telah lama dikemukan oleh John Dewey sebagai usaha untuk mengintegrasikan perkembangan dan pertumbuhan siswa dan kemampuan pengetahuannya. Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran yang terkait secara harmonis untuk memberikan pengalaman berlajar yang bermakna pada siswa. Pembelajaran ini merupakan model yang mencoba untuk memadukan beberapa pokok bahasan  (Bean, 1993 dalam Sa’ud, dkk., 2006).

Pembelajaran terpadu merupakan pendekatan yang memadukan  beberapa mata pelajaran yang saling berkaitan  untuk memberikan pengalaman berlajar yang bermakna pada siswa. Pembelajaran ini merupakan metode yang memadukan  beberapa pokok bahasan. Keterpaduan dalam pembelajaran ini dapat dilihat dari aspek proses dan waktu, aspek materi belajar, dan aspek kegiatan belajar dan mengajar. Pembelajaran terpadu dapat dilaksanakan dalam proses pembelajaran siswa sekolah dasar sesuai dengan kompetensi dan materi ajar yang terdapat dalam kurikulum. (Beane, 1995 dalam Sa’ud, 2006).

A. Keunggulan “Integrated Approach”

Pendekatan terpadu memiliki beberapa keunggulan diantaranya sebagai berikut:

  • Memberikan peluang dan motivasi bagi guru untuk mengembangkan materi pembelajaran serta mendorong guru untuk mengembangkan kreatifitas.
  • Mempermudah dan memotivasi siswa untuk mengenal, menerima, menyerap, dan memahami keterkaitan atau hubungan antara konsep, pengetahuan, nilaiatau tindakan yang terdapat dalam beberapa pokok bahasan atau bidang studi.
  • Menghemat waktu, tenaga dan sarana serta biaya pembelajaran, disamping menyederhanakan langkah-langkah pembelajaran.

B. Kelemahan “Integrated Approach”

     Beberapa kelemahan dari pendekatan pembelajaran terpadu yaitu:

  • Aspek Guru

Model ini menuntut guru memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas, kreativitas tinggi,keterampilan metodologik yang handal, kepercayaan diri dan etos akademik yang tinggi, dan berani untuk mengemas dan mengembangkan materi.

  • Aspek Siswa

pembelajaran terpadu  menuntut kemampuan belajar siswa yang relatif baik, baik dalam aspek intelegensi maupun kreatifitasnya.

  • Aspek Sarana atau Sumber Pembelajaran

pembelajaran terpadu memerlukan bahan atau sumber informasi yang cukup banyak dan berguna untuk menunjang dan memperkaya serta mengembangkan wawasan dan pengetahuan yang diperlukan.

  • Aspek kurikulum

 pembelajaran terpadu memerlukan jenis kurikulum yang terbuka untuk pengembangannya.

  • Aspek Sistem Penilaian dan Pengukurannya

pembelajaran terpadu tersebut membutuhkan sistem penilaian dan pengukuran yang terpadu dalam arti sistem yang berusaha menetapkan keberhasilan belajar siswa dilihat dari beberapa mata pelajaran yang terkait, atau dengan kata lain, hasil belajar merupakan kumpulan dan panduan penguasaan dari berbagai materi yang disatukan dan digabungkan (Sa’ud,dkk,2006).

Keterbatasan lain dari pembelajaran terpadu yang telah mencoba menerapkan pendekatan ini mengungkapkan beberapa kesulitan baik pada saat persiapan maupun pelaksanaan pembelajaran , yaitu :

  • Menentukan “jembatan” yang bersifat alamiah sehingga keterkaitan antar unsur tidak tampak dipaksakan.
  • Struktur kurikulum yang dibatasi oleh catur wulan, seringkali menghambat penentuan fokus untuk mencari keterkaian antar unsur.
  • Kurangnya dukungan dari pihak orang tua dan pihak luar sekolah yang seharusnya dapat menjadi narasumber otentik bagi siswa, sehingga siswa mengalami hambatan untuk menjaring pengalaman otentik yang justru menjadi jiwa dari pendekatan ini.

Selain dari pihak guru, dari pihak siswa terungkap juga beberapa permasalahan yang menjadi hambatan bagi pengembangan pendekatan ini yaitu:

  • Seringkali rancangan kegiatan pembelajaran melibatkan terlalu banyak tugas-tugas yang akhirnya terkesan membebani siswa.
  • kurang faham sehingga siswa merasa bingung dan gagal memahami keterkaitan antar unsur yang terlibat dalam kegiatan pembelajaran, peran guru tampaknya sangat diperlukan dalam menggiring siswa untuk sampai pada fokus yang telah ditetapkan (Rustaman, N.Y. dkk., 2004).

Daftar Pustaka:

Rustaman, N.Y dkk. (2004). Strategi Belajar Mengajar Biologi. Bandung: Jurusan Pendidikan Biologi FPMIPA UPI.

Sa’ud. Dkk. (2006). Pembelajaran Terpadu. Bandung: UPI Press.

Sa’ud dan Suherman. (2006). Inovasi Pendidikan. Bandung : UPI Press.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar