3

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 2, 2020

Pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) merupakan model pembelajaran berbasis proyek yang tentunya sangat berguna untuk menekankan siswa mengambil keputusan dalam proyek-proyek yang mereka kerjakan.

Ada beberapa kelebihan dan kekurangan dalam model pembelajaran proyek ini, seperti:

1. Kelebihan/Keunggulan/Keuntungan Belajar dengan Model Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning)

Moursund, Bielefeldt, & Underwood (1997) meneliti sejumlah artikel tentang proyek di kelas yang dapat dipertimbangkan sebagai bahan testimonial terhadap guru, terutama bagaimana guru menggunakan proyek dan persepsi mereka tentang bagaimana keberhasilannya. Atribut keuntungan dari Belajar Berbasis Proyek adalah sebagai berikut:

  • Meningkatkan motivasi. Laporan-laporan tertulis tentang proyek itu banyak yang mengatakan bahwa siswa suka tekun sampai kelewat batas waktu, berusaha keras dalam mencapai proyek. Guru juga melaporkan pengembangan dalam kehadiran dan berkurangnya keterlambatan. Siswa melaporkan bahwa belajar dalam proyek lebih fun daripada komponen kurikulum yang lain.
  • Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Penelitian pada pengembangan keterampilan kognitif tingkat tinggi siswa menekankan perlunya bagi siswa untuk terlibat di dalam tugas-tugas pemecahan masalah dan perlunya untuk pembelajaran khusus pada bagaimana menemukan dan memecahkan masalah. Banyak sumber yang mendiskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem-problem yang kompleks.
siswa melakukan pembelajaran berbasis proyek (dok.pribadi: Wahid Priyono).
  • Meningkatkan kecakapan kolaboratif. Pentingnya kerja kelompok dalam proyek memerlukan siswa  mengembangkan dan mempraktikkan keterampilan komunikasi (Johnson & Johnson, 1989). Kelompok kerja kooperatif, evaluasi siswa, pertukaran informasi online adalah aspek-aspek kolaboratif dari sebuah proyek. Teori-teori kognitif yang baru dan konstruktivistik menegaskan bahwa belajar adalah fenomena sosial, dan bahwa siswa akan belajar lebih di dalam lingkungan kolaboratif (Vygotsky, 1978; Davydov, 1995). Contohnya misalnya siswa bisa memasak resep MPASI untuk bayi yang dikomunikasikan secara bersama-sama dengan teman kelompoknya.
  • Meningkatkan keterampilan mengelola sumber. Bagian dari menjadi siswa yang independen adalah bertanggungjawab untuk menyelesaikan tugas yang kompleks. Pembelajaran Berbais Proyek yang diimplementasikan secara baik memberikan kepada siswa pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas.
  • Ketika siswa bekerja di dalam tim, mereka menemukan keterampilan merencanakan, mengorganisasi, negosiasi, dan membuat konsensus tentang isu-isu tugas yang akan dikerjakan, siapa yang bertanggungjawab untuk setiap tugas, dan bagaimana informasi akan dikumpulkan dan disajikan. Keterampilan-keterampilan yang telah diidentifikasi oleh siswa ini merupakan keterampilan yang amat penting untuk keberhasilan hidupnya, dan sebagai tenaga kerja merupakan keterampilan yang amat penting di tempat kerja kelak. Karena hakikat kerja proyek adalah kolaboratif, maka pengembangan keterampilan tersebut berlangsung di antara siswa. Di dalam kerja kelompok suatu proyek, kekuatan individu dan cara belajar yang diacu memperkuat kerja tim sebagai suatu keseluruhan.
dok.pribadi: pembelajaran berbasis proyek bisa menggunakan alat-alat yang ada di laboratorium biologi (foto: Wahid Priyono)

2. Kekurangan Pembelajaran Project Based Learning

Menurut syaiful bahri djamarah dan aswan zain, kekurangan dari metode proyek sebagai berikut:

  • Pemilihan topic unit yang tepat sesuai dengan kebutuhan siswa, cukup fasilitas yang sumber-sumber belajar yang diperlukank, bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah.
  • kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini, baik secara vertical maupun horizontal, belum melaksanakan metode ini
  • bahan pelajaran sering menjadi luar sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas

DAFTAR PUSTAKA:

Johnson, D.W., & Johnson, R.T. 1989. Social Skills for Successful Gorup Work. Educational Leadership, 47(4), 29—33.

Moursund, D., Bielefeldt, T., Ricketts, R., & Underwood, S. 1995. Effect Practice: Computer Technology in Education. Eugene, OR: ISTE.

Vygotsky, L.S. 1978. Mind in Scciety. Cambridge, MA: Harvard University Press.

Comments (3)

  1. Tul tul tuuuul..

    Namun bagaimana solusi terhadap siswa yang sukanya menyendiri alias sukanya mengerjakan tugas sendiri. Entah karena minder atau malu atau bahkan sifat individualisnya tinggi sehingga ketika guru menerapkan metode ini IN GROUP, siswa itu malah jadi bosan dan kurang aktif.

    Ada siswa saya yang seperti itu soalnya hehehe

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar