4

Kelas Public Speaking dalam Daring (0)

AfanZulkarnain January 13, 2021

Tulisan ke-17 Tahun 2021

Penulis : Moch Afan Zulkarnain

Madrasah tempat saya mengajar, MAN 3 Jombang, di tahun ajaran 2020/2021 membuat suatu gebrakan. Memberikan materi pengembangan diri. Kelas menulis, kelas TIK, dan kelas public speaking. Ketiga materi tersebut diharapkan dapat menambah pengetahuan dan skill siswa.

Entahlah, mengapa saya yang diminta mengajar kelas public speaking. Apakah mungkin karena background saya sebagai seorang penyiar dan pembawa acara, saya juga tidak tahu. Okelah, sebuah tantangan baru bagi saya. Let’s joyful and try do the best.

Saya, kebagian mengajar kelas public speaking di XI Mipa 1 dan XI Mipa 5. Kelas XI Mipa 1 merupakan kelas putra, sedangkan XI Mipa 5 adalah kelas putri. Pandemi yang membuat pembelajaran menjadi daring sempat membuat saya pusing. Bagaimana,ya mengajar public speaking secara daring?

Seperti yang saya sempat jelaskan di artikel-artikel sebelumnya, bahwa madrasah tempat saya mengajar ini menggunakan strategi pekan on dan pekan off. Di pekan on, guru mengajar di kelas sementara siswa di kediaman masing-masing mengikuti pelajaran dengan platform zoom. Sementara untuk pekan off, guru dan siswa memaksimalkan penggunaan e-Learning Madrasah.

Untuk pekan on, saya biasanya mengajarkan dasar-dasar public speaking seperti bagaimana cara olah vokal, bagaimana teknik intonasi, bagaimana teknik pemenggalan kata, bagaimana membuka suatu presentasi, dan lain sebagainya. Terkadang saya juga menghadirkan bintang tamu untuk sharing mengenai pengalamnnya sebagai seorang speaker di berbagai acara.

Adalah Mbak Mila yang saya minta sebagai bintang tamu. Mbak Mila merupakan salah satu penyiar dan pembawa acara di kota kelahiran saya, Banyuwangi. Sudah 20 tahun beliau berkiprah di dunia brodcast. Beliau juga belakangan ini menjalani profesi sebagai voice over video promosi pariwisata beberapa daerah. Kami dulu pernah bekerja dalam satu perusahaan yang sama. Saya meminta tolong beliaunya untuk memotivasi siswa tentang pentingnya public speaking ini.

Saya menghubungi Mbak Mila lewat video call. Saya dekatkan hp saya di kamera kelas, sehingga siswa dapat melihat wajah Mbak Mila. Saya sebagai pewawancara sementara Mbak Mila sebagai narasumber. Terkadang saya memberi kesempatan siswa untuk bertanya langsung kepada Mbak Mila.

saya video call dengan Mbak Mila saat kelas daring berlangsung

Antusiasme siswa sangat besar saat saya hadirkan bintang tamu. Memang saya sempat berpikir bahwa anak-anak perlu pengetahuan baru dari orang lain yang pernah berkecimpung di dunia public speaking. Wawasan mereka akan lebih bertambah.

Sampai sekarang, saya masih ingat, ada seorang siswa yang menanyakan hal ini kepada narasumber. “Untuk saya yang bercita-cita menjadi orang di belakang layar, apa manfaat saya belajar public speaking?”

Pertanyaan yang sangat kritis. Mbak Mila menjawab, “Orang di belakang layar pun pasti memiliki konsep, ide atau terobosan baru. Bagaimana kita bisa menyampaikan ide-ide cemerlang kita pada orang lain, jika tidak memiliki kemampuan public speaking?”

Alhamdulilah, jawaban dari Mbak Mila mampu meyakinkan anak-anak. Siapapun, profesi apapun, sangat memerlukan kemampuan berkomunikasi yang baik dengan orang lain. Sebagus apapun pemikiran kita, secemerlang apapun ide-ide kita, tidak akan bisa dimengerti orang lain, jika kita tak memiliki kemampuan public speaking.

Suasana saat saya hadirkan bintang tamu di kelas public speaking

Di lain kesempatan, saya juga mengasah kreativitas mereka dalam mempromosikan sesuatu. Saya minta mereka mengambil barang di dekat mereka seperti sapu, pensil, sepatu, penggaris, buku dan lain-lain. Kemudian mereka harus mempromosikan barang-barang tersebut.

Ada seorang siswa yang dengan spontanitas mempromosikan sapu, “Anda ingin menyapu kenangan dengan mantan? Pakailah sapu ini! Tak hanya hilang debu, tapi juga masa lalu.”

Ada juga yang mempromosikan peci, “Pakailah peci multiguna, selain untuk sholat juga bisa dijadikan dompet,” ia mempraktekkannya dengan menyelipkan uang di peci, “Juga, sebagai kipas saat cuaca panas.” ia lalu menggunakan peci tersebut sebagai kipas.

Kontan, hal-hal tersebut membuat kelas daring penuh dengan canda tawa.

Sementara pada pekan off, saya biasanya membuat video pembelajaran. Saya juga memberi anak-anak tugas. Salah satu tugasnya adalah membuat video perkenalan diri. Dalam video tersebut, siswa wajib memberikan pesan kepada penonton. Pesan apa saja. Tak sedikit yang memberikan pesan untuk mematuhi protokol kesehatan. Berikut merupakan kompilasi tugas mereka.


Alhamdulillah. Saya berharap kelas public speaking ini dapat bermanfaat untuk siswa. Mereka dapat mengasah kemampuan berkomunikasi.

Ah…saya jadi membayangkan, di masa depan, ada di antara mereka yang menjadi pejabat, dan memberikan sosialisasi kepada masyarakat dengan kemampuan berbicara yang menarik. Saya juga membayangkan ada diantara mereka yang menjadi da’i, dan memberikan tausyah di televisi dengan kemampuan komunikasi yang menenangkan hati.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar