1

Kelas Bakteri Golongan Cyanophyceae (0)

Wahid Priyono, S.Pd. March 17, 2021

Cyanophyceae merupakan suatu kelas bakteri yang mendapatkan energi melalui fotosintesis. Cyanophyceae merupakan divisi dari kerajaan Plantae. Ganggang hijau- biru merupakan salah satu contoh dari kelas Cyanophyceae. Cyanophyceae atau ganggang hijau-biru merupakan makhluk hidup prokariotik. Cyanophyceae berasal dari dua kata yaitu cyiano yang berarti biru dan phyceae yang berarti tumbuhan, jadi cyanophyceae merupakan tumbuhan yang memiliki figmen warna biru.  Habitatnya adalah di air tawar, air laut, tempat yang lembap, batu-batuan yang basah, menempel pada tumbuhan atau hewan, di kolam yang banyak mengandung bahan organik (nitrogen), di sumber air panas (suhu mencapal 80 derajat C), dan di perairan yang tercemar. Alga ini bersifat uniseluler namun ada juga yang berkoloni membentuk benang dengan struktur yang masih sederhana. Cadangan makanan alga berupa glikogen atau butir-butir cyanophysin (lipo-protein) diperifer, serta ada juga yang berupa volutin.

Dinding selnya mengandung pektin, hemiselulose dan selulose yang bila bereaksi denganair seperti lendir. Pada plasma bagian tepi terdapat klorofil a, karotenoid, fikosianin dan fikoklorofil yang belum terlokalisasi dan sifatnya labil menyebabkan warna tidak tetap. Sifat ini disebut adaptasi kromatik (yaitu jika cahaya hijau mengenai gang-gang ini akan berwarna merah sedangkan cahaya merah mengenai gang-gang ini akan berwarna hijau atau biru). Kromatopora ini sangat berkaitan erat dengan fotosintesis I. Inti selnya bersifat difusyang terletak di tengah sel, hanya terdapat DNA/RNA, belum terlokalisasi dan kromosom belum tampak jelas. Pada sel yang tua terdapat vakuola. Sebagai zat makanan cadangan ditemukan glikogen dan disamping itu butir – butir sianofisin ( lipo – protein ) yang letaknya di periferi, dan volutin yang fungsinya masih belum jelas. Cyanophyceae umumnya tidak bergerak. Diantara jenis – jenis yang berbentuk benang dapat mengadakan gerakan merayap yang meluncur pada alas yang basah. Bulu cambuk tidak ada, gerakan itu mungkin sekali karena adanya kontraksi tubuh dan dibantu dengan pembentukan lendir. Reproduksinya dengan cara pembelahan sel, fragmentasi dan spora.

Sel membelah menjadi 2 yang saling terpisah sehingga membentuk sel – sel tunggal, pada beberapa generasi sel – sel membelah searah dan tidak saling terpisah sehingga membentuk filamen yang terdiri atas deretan mata rantai sel yang disebut trikom. Tempat – tempat tertentu dari filamen baru setelah mengalami dormansi ( istirahat yang panjang ). Heterokist dapat mengikat nitrogen bebas di udara contoh pada Gleocapsa. Heterokist adalah sel yang pucat, kandungan selnya terlihat homogen (terlihat dengan mikroskop cahaya) dan memiliki dinding yang transparan. Heterokist terbentuk oleh penebalan dinding sel vegetatif. Sedangkan akinet terbentuk dari penebalan sel vegetatif sehingga menjadi besar dan penuh dengan cadangan makanan (granula cyanophycin) dan penebalan-penabalan eksternal oleh tambahan zat yang kompleks.

Fragmentasi adalah cara memutuskan bagian tubuh tumbuhan yang kemudian membentuk individu baru. Fragmentasi terutama terjadi pada Oscillatoria. Pada filamen yang panjang bila salah satu selnya mati maka sel mati itu membagi filamen menjadi 2 bagian atau lebih. Masing – masing bagian disebut hormogonium. Fragmentasi juga dapat terjadi dari pemisahan dinding yang berdekatan pada trikom atau karena sel yang mati yang mngkin menjadi potongan bikonkaf yang terpisah atau necridia. Susunan hormogonium mungkin meliputi kerusakan transeluler.

DAFTAR PUSTAKA

  • Hasnunidah, Neni. 2009. Botani Tumbuhan Rendah. Bandar Lampung. Universitas Lampung.
  • Tjitrosoepomo, G. 1998. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta. Gadjah Mada Universitas Press.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar