2

Kegiatanku Sehabis Rapotan (+3)

Arif Tri Hartanto July 5, 2013

Bismillah….
Hari ini baru bisa mengunjungi guraruers kembali. Setelah acara penerimaan rapor 15 Juni lalu, hampir setiap hari saya tetap ke sekolah, dalam rangka bimbingan belajar matematika dua siswa saya yang akan mengikuti ajang rutin tahunan, ME (Muhammadiyah Education) Award 2013. Saya sendiri juga mengikuti salah satu lomba kreatifitas guru yaitu blog guru. Artikelnya pernah saya share di guraru. Acaranya dilaksanakan tanggal 29 Juni, jadi anak-anak bimbingan dari tanggal 18 Juni sampai 27 Juni.

Tidak seluruh hari tersebut kami pergunakan untuk persiapan lomba, karena di sela-selanya ada agenda dari sekolah berupa pelatihan Multiple Intelligences dan pelatihan menjadi interviewernya. Sebenarnya, secara pribadi saya selalu mendahulukan metode pendidikan dari Al Qur’an dan Al Hadits daripada metode buatan manusia. Sebab, bisa jadi terdapat kesalahan pada metode buatan manusia. Namun kiranya apabila di dalam metode buatan manusia itu terdapat kebenaran, mungkin bisa kita gunakan.

MI ternyata sebuah metode penilaian kepribadian yang sudah lama. MI ditemukan oleh Howard Gardner. Saya sendiri baru tahu tahun ini. Mungkin guraruers lebih banyak yang tahu ya.. Di Indonesia, metode ini dikembangkan oleh Munif Chatib, yang sekarang ia mendirikan perusahaan konsultasi pendidikan berbasis metode MI. Dalam metode ini, ditemukan bahwa setiap anak pasti mempunyai potensi, tinggal bagaimana lingkungannya menggali bakat, spesialisasi, dan profesinya nanti. Bakat, spesialisasi, dan profesinya nanti akan terungkap dengan sendirinya melalui kebiasaan atau perilaku anak yang sering dilakukan berulang-ulang. Potensi anak ini bisa dikategorikan menjadi 8 kecerdasan, yaitu kecerdasan bahasa, gerak, musik, gambar, angka, alam, bergaul dan kecerdasan diri. Dari sanalah sekolah dan orang tua akan mencoba menemukan cara belajar apakah yang paling tepat untuk setiap individu, karena menurut MI, tidak ada kata anak bodoh. Anak tidak bisa memahami pelajaran di kelas, karena gaya belajar anak berbeda dengan cara mengajar guru.

Tahun ini sekolah saya menggunakan alat tes MI untuk mengetahui bakat siswa baru. Maka sekolah juga mengundang orang-orang MIR Indonesia untuk melatih kami menginterview siswa baru dan orang tuanya. Beberda dengan tes IQ pada umumnya, MI Reaserch tidak memberikan audience untuk mengisi jawabannya sendiri. Jawaban diisi oleh interviewer MIR. Maka kami guru-guru di sekolah dilatih untuk ini. Sekolah menunjuk 30 orang guru, termasuk saya. Kemudian diseleksi oleh MIR Indonesia menjadi 15 orang guru. Dan saya masuk di dalamnya. Tes sudah dilaksanakan tanggal 25 dan 26 Juni kemaren. Dari 180 siswa, maka 1 orang guru rata-rata menginterview 6 orang siswa baru plus orang tuanya.

Bagimana dengan pelatihan MI nya… Insya Alloh saya tulis tersendiri. Dan mohon maaf, mungkin kalo di tes MIR kecerdasan menulis saya rendah ya , hehehe..

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar