1

KEBUDAYAAN INDONESIA MENURUT PARA PEMUDA (0)

Supadilah S.Si December 30, 2020

Budaya adalah senjata. Memanusiakan Manusia. PKN – PERGELARAN KIWARI – JOGJA HIP HOP FOUNDATION.

Selamat pagi, bapak-ibu. Perkenankan saya meriview kegiatan PKN atau Pekan Kebudayaan Nasional yang diadakan oleh Kemdikbud.

PKN merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan republik Indonesia.  tahun ini PKN kembali diselenggarakan dengan mengangkat tema tutur, kultur, dan luhur.

harapannya lewat konferensi ini dapat menghadirkan diskusi lewat tutur dalam upaya mengangkat nilai budaya kultur yang mengakar dalam diri untuk kemudian ditinggikan di tengah masyarakat saat ini yaitu luhur.

Di tahun 2020, PKN kembali diselenggarakan dengan tema konferensi “Tutur, Kultur, dan Luhur”.

Di KONFERENSI KETAHANAN BUDAYA – KEBUDAYAAN INDONESIA MENURUT PARA PEMUDA ini ada 3 pembicara yaitu

Faisal Oddang (Penulis), Iman Usman (Ruangguru) dan Denica Flesch (Sukkhacitta) .

Pembicara yang pertama adalah faisal oddang.  beliau ini seorang penulis yang sudah banyak karyanya.

Puya Ke Puya, Dalam Rahim Pohon, Berangkat Sebelum Tiba, dan lainnya.

Faisal Oddang menceritakan bahwa karya-karya beliau muncul dari satu pengalaman selama masa kecilnya. Di waktu kecil ayahnya sering menceritakan dongeng. terutama dongeng tentang tumbuhan lingkungan dan benda-benda lainnya.

Sampai suatu ketika saat beliau kuliah beliau menemukan sebuah buku di perpus perpustakaan yang di dalamnya ada cerita tentang dongeng yang sering diceritakan ayahnya semasa kecil. sehingga kata Faisal Oddang, karya-karya beliau merupakan pengaruh kolektif atas pengalamannya di masa kecilnya.

Sahabat Budaya, Faisal Oddang pernah punya pengalaman buruk dengan bahasa Indoesia, lho. Dia pernah membacakan puisi di depan umum. Tapi dia salah ucap sebuah kata dalam Bahasa Indonesia. Orang-orang menertawakannya. Faisal Oddang sehari-hari menggunakan Bahasa Bugis. Maka sangat wajar dia agak kesulitan dengan Bahasa Indonesia.

Faisal Oddang menganggap Bahasa Indonesia sebagai sebuah tembok yang harus diruntuhkan dan dirobohkan. Sampai kemudian dia sadar bahwa persepsinya itu salah.

Menurutnya, jika Bahasa Indonesia ibarat sebuah tembok, tembok itu tidak perlu diruntuhkan dan dihancurkan. Tapi di tembok itu kita bisa menulis, melukis, dan memahat menjadi sebuah pahatan yang indah.

Pada akhirnya beliau memiliki banyak karya yang ditulis dalam Bahasa Indonesia.

Jadi sahabat budaya kita tidak perlu mengejek atau meremehkan orang yang kurang mampu berbahasa Indonesia. Karena setiap orang bisa berubah dan bisa belajar.

Nah bener juga ya. Jadi ketika ada sahabat kita yang kurang bisa menguasai sesuatu bukan kita ledek ataupun remehkan tetapi justru mari kita bantu agar sahabat kita tadi menguasai apa yang menjadi kekurangannya.

Pembicara kedua adalah Iman Usman pimpinan Ruang Guru. Hari ini siapa sih yang nggak kenal Ruang Guru ya.

Nah, di sini kita akan mendengar tentang misi dari Ruang Guru. Mendengar alasan mereka mendirikan Ruang Guru.

Yaitu agar setiap generasi muda di seluruh pelosok Indonesia termasuk yang di tempat yang jauh dari pusat pendidikan atau kota pembangunan dapat memiliki kesempatan dan peluang yang sama mendapatkan akses ilmu dan pendidikan yang sama dengan yang lainnya.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar