5

Kau Begitu Sempurna ( Special Sesi yang Disampaikan Pak Agus Sampurno ) (+2)

Sri Sugiastuti January 3, 2014

The meaning of ’knowing’ has shifted from being able to remember and repeat information to being able to find and use it. ( Dr Herbert Simon ) terjemahan bebas saya bahwa pengetahuan itu dibedakan antara dapat mengingat dan mengulang, dengan dapat menemukan dan menggunakan. Kira-kira derajatnya lebih keren yang mana ya? Sekilas info hanya untuk direnungkan.

Serba – serbi dan liputan khusus kegiatan TWC 3 yang saya posting sudah ada tujuh. Rasanya kurang afdol kalau saya tidak menulis dan membagikan ilmu yang saya dapat di TWC 3 ini secara tuntas. Masih ada 3 tulisan lagi yang ingin saya bagikan. Bismillah semoga bisa lancar dan bermanfaat aktivitas yang saya kerjakan saat ini.

Biar cepat dan tidak ada yang tercecer mencoba menggunakan mind mapping dalam membuat tulisan ini. Sip saya coba mengingat sosok Pak Agus Sampurnao yang berperawakan sedang dan memiliki rambut, kumis dan jenggot yang agak lebat. Pembicara TWC 3 sesi ini menyampaikan materi yang sangat keren dan wajib dipelajari dan dipraktekkan oleh guraru yang menginginkan perubahan pada pola pendidikan di Indonesia. Kira-kira tema dan judulnya apa Ya? Ini judulnya”Blog dan Sosmed sebagai ajang guru menulis dan jadi kreatif” kata kuncinya blog dan kreatif yuk nulis di sosmed atau komunitas khusus.

Saya coba memahami setiap penjelasan dan slide yang ditayangkan Pak Agus Sampurno dengan penuh perhatian saya tak ingin info yang berharga dari beliau lewat begitu saja. Maka tujuan saya menulis liputan ini agar ada bekasnya. Ini loh hasilnya ketika saya mengikuti TWC 3. Walau jauh dari sempurna tapi insyaallah bisa membantu daya ingat saya yang sudah tidak “ Cling” lagi. Baik lanjut ke materi ya.

 Wow slide dan materi yang diberikan sangat padat dan berisi. Diawali dengan prestasi belaiu yang di ekspos di media. Ini membuktikan bahwa belaiu memang guru muda yang hebat, pinter ngeblog dan mempunyai loncatan-loncatan yang memukau di dalam meniti karirnya. Semua kiprahnya ada di dunia pendidikan. Pantas saja bila saat in beliau menjadi Kepala di salah satu SD yang bonafide.

Untuk warming up di sesi ini kami diajak bermain “ Human Bingo” Permainan sederhana tapi sangat menarik tujuannya jelas untuk bisa saling peduli diantara peserta. Selain bisa menghangatkan suasana. Kami dibuat segar kembali maklum sesi in ada setelah “ ishoma”.

Menginjak pada materi dijelaskan bahwa urutan dari kegiatan guru adalah, Plan lalu teach dan akhirnya reflect. Idealnya semua guru merncanakan apa yang akan diajarkan lalu mengajarkannya, setelah itu ada waktu untuk merefleksi. Sehingga paham benar apa yang sudah terjadi dan langkah apa yang akan diambil selanjutnya.

Setelah itu kami juga mendapat pengetahuan bahwa ada empat  angin perubahan. Apa saja ya?  Yaitu ; Teori Praktisi. Perspektif siswa. Teori-teori baru dalam ilmu pendidikan dan. Peran dari orang tua siswa. Bila ke empat angin perubahan ini bisa diantisipsi dengan baik, yakin pendidikan di tanah air langsung bisa berubah total mengejar ketinggalannya. Maka jangan bingung walau ada Kur 2013 yang katanya banyak kekurangannya. Yang penting kita welcome saja dan mencoba berintegritas dengan kurikulum lalu mengembangkan ketrampilan mengajar dan ketrampilan belajar dan juga cara berpikir siswa.

Karena begitu pentingnya perubahan maka kita harus paham benar akan tantangan eksternal yang akan kita hadapi. Dan masa depanpun ada kompetensinya yaitu; Kemampuan berkomunikasi, Berpikir jernih dan kreatif, mempertimbangkan berdasarkan segi moral dan masalah yang dihadapi, menjadi warga yang bertanggungjawab, mencoba untuk mengerti dantoleran terhadap pndangan yang berbeda, Hidup dalam masyarakat yang mengglobal, memiliki minat yang luas dalam kehidupan, memiliki kesiapan untuk bekerja, memiliki kecerdasan sesuai dengan minat dan bakaynya, dan memiliki rasa tanggungjawab terhadap lingkungan.Tantangan ini menjadi tanggungjawab guru yang dianggap berada di garda yang paling depan. Siapkah kita sebagai guru menghadapi tantangan tersebut.

Modalnya menghadapi tantangan eksternal itu ada di penyempurnaan pola pikir. Kira-kira yang seperti apa? Coba kita bandingkan; Yang tadinya berpusat pada guru beralih pada pada siswa, yang sebelumnya satu arah diubah jadi interaktif. Yang sebelumnya isolasi atau tertutup menjadi memiliki jaringan, yang tadinya pasif menjadi aktif menyelidiki, yang sebelumnya individu atau pribadi diarahkan pada group atau team kerja, yang tadinya secara luas dan global diarahkan menjadi memberdayakan kaidah keterikatan atu kekhasan setempat, yang sebelumnya simulasi rasa tunggal ( hanya sebagian indra) berubah jadi meluas ke segala penjuru ( melibatkan semua panca indra), sebelumnya medianya tunggal yaitu papan tulis dialihkan dengan alat multi media (berbagai alat teknologi pendidikan) dan yang terakhir bila sebelumnya selalu menggunakan hubungan satu arah  diubah jadi  kooperatif mau mendengar masukan dari siswa. Dan masih banyak lagi yang harus diubah.

Menurut Pak Agus dalam slide berkutnya bahwa siswa masa depan adalah siswa yang; peduli, berpengetahuan, berani mengambil resiko,pemikir, punya prinsif, seimbang, berpikiran terbuka, selalu ingin tahu, reflektif dan berkomunikasi dengan efektif. Hmm pasti hebt nich bakalannya Bangsa Indonesia.

Sedangkan guru diharapkan mengetahui gaya belajar utama para siswanya. Yaitu ada yang Visual yaitu menyerap informasi dengan melihat, ada yang dengan Auditory yaitu dengan menyerap informasi dengan mendengarkan dan kinesthetic memperoleh informasi dengan cara menyentuh, bergerak dan bekerja.

Di slide berikutnya Pak Agus mengingatkan para peserta dengan “ Kerucut pengalaman” istilah kernnya “ Successful Learning Comes from Doing ( Wyatt $ Looper, 1999 ) dimana kerucut itu mengecil. Yaitu mengingat, mendengar , lihat gambar dan video juga melihat demontrasi  ada pada presentase yang rendah sedangkan , berdiskusi, bermain peran, presentasi dan simulasi termasuk juga mengerjakan hal yang nyata masuk katagore presentase yang tinggi.

Begitu juga dengan kegiatan  urutan yang terendah ada pada  verbal, visual, sedang yang tinggi atau banyak presentasinya adalah terlibat dan berbuat. Lebih jelasnya bila versi dari Bloom Taxonomy urutan dari urutan yang terendah adalah; Mengingat, memahami, menerapkan, menganalisa, mengevaluasi dan yang tertinggi adalah mencipta. Ayo kita tinggalkan tingkatan yang dangkal tapi asah anak didik pada tinggatan yang lebih tinggi.

Kegiatan kreatif dalam mengajar bisa menggunakan pertanyaan yang kritis sehingga siswa pandai menjawab dengan kritis pula. Bila siswa dirangsang agar bisa bertanya secara kritis dan kreatif maka manfaatnya kan terlihat antara lain;

1.       Membangkitkan minat dan rasa ingin tahu pada pokok bahasan

2.       Memusatkan perhatian

3.       Mengdiagnosis kegiatan khusus yang menghambat siswa belajar

4.       Mengembangkan SCL ( student  Center Learning )

Pada intinya banyak yang bisa dilakukan guru agar menjadi guru yang kreatif dengan menggunakan media social, atau fasilitas lain yang bisa digunakan. Rasanya waktu cepat bergulir, di sesi ini sungguh full materi, apalgi dilengkapi dengan baca cerita Lily di Negeri Buku” yang mengisahkan betapa pentingnya ilmu yang ada di alam buku. Dan yang terakhir kami juga diputarkan vieo yang sungguh amazing. Beberap percobaan yang spektakuler dan bisa kita lakukan dengan kreativitas kita masing-masing.

Alhamdulillah apa yang saya cerna dan saya dapati dari sesinya Pak Agus Sampurno sudah saya bagikan. Bila kurang lengkap mungkin dari peserta TWC 3 yang lainya bisa menambahkan. Beharap tulisan sederhana ini bisa memacu semangat saya untuk menjadi guru yang kreatif, memiliki blog pendidikan yang oke, dan ilmu IT nya juga bertambah.

Comments (5)

  1. Ga terbayang sebelumnya saya bisa bertemu temen2 di TWC-3. Kreatifitas menulisnya sangat luar biasa. Dari dulu saya hanya berfikir matematika, pembelajaran. Dulu saya rajin update di FB tapi yang ada ya begitulah, ada anak kecil, ada orang dewasa yang menjadi anak kecil, yach.. pokoknya begitu2 aja. Nah disini saya menemukan banyak inspirasi. Ini berawal berkat Pak H. M. Rosyd Nur….
    Makasih P haji….!
    Selamat berkarya buat temen-temen guru

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar