10

Kasih Ibu Sepanjang Masa (+4)

Bu Etna @gurutematik December 21, 2013

Selamat pagi Guraru. Maaf saya agak lama tidak mampu menyisihkan waktu untuk memposting satu artikelpun, namun alhamdulillah saya masih dapat menyempatkan diri membaca dan merespon artikel Guraru. Saya sangat senang setiap membuka website Guraru, jumlah postingan setiap harinya meningkat. Ayo Guraru, teruslah menulis.

Hari ini adalah H-1 menjelang peringatan Hari Ibu tgl. 22 Desember 2013. Suasana hati makin tenang, tenteram, dan bahagia ketika media sosial sudah mulai banyak yang membahas perjuangan ibu. Saya tak dapat menunda lagi untuk memposting perihal kasih mendiang ibuku yang tergambar kembali dengan jelas dan telah berhasil kutulis. Insya Allah kasih ibu ini dapat menginspirasi kita untuk mengikuti jejak beliau, walau jaman telah banyak berubah. Insya Allah kasih ibu dapat memotivasi kita untuk meningkatkan kualitas pendidikan bangsa yang sedang terancam arus negatif dalam segala bidang.

Pagi ini, Sabtu, 21 Desember 2013, rasanya saya belum mengantuk. Sejak 25 Nopember 2013 yang baru lalu, saya teringat pada mendiang Ibu. Tgl. 25 Nopember adalah hari kelahiran Ibuku. Sebentar lagi hari Ibu. Saya teringat kasih sayang beliau dan tak terasa airmataku menetes, hampir membasahi laptop. Ibu, kasihmu benar-benar sepanjang masa. Sampai sekarang saya selalu dapat merasakan kasihmu Ibu.

Saya terkenang kembali, saat-saat perjuangan yang amat berat bagi Ibu. Ketika bapak wafat, saya masih duduk di kelas satu SMP, persis pada saat penerimaan rapor kenaikan kelas. Saya naik ke kelas dua dan semua saudaraku juga naik kelas. Saat itu kami sekeluarga akan pindah ke Malang, akhirnya kami tetap tinggal di Surabaya. Ibuku sedang mengandung adikku yang terkecil dan umur kandungan beliau sudah 9 bulan. Karena ketegangan saat bapak sakit hingga wafat, kurang lebih satu minggu, kelahiran adikku tertunda hingga kandungan ibu mencapai 10 bulan lebih 15 hari.

Usia bapak saat wafat masih 43 tahun dan usia ibu 36 tahun. Bapak meninggalkan kami, ibu dan 8 orang putra/putrinya; 6 orang putri, 2 orang putra sulung dan bungsu. Kami hidup dalam perjuangan, serba sederhana. Saya sebagai putri ketiga, bersama kedua kakakku berjuang membantu ibu mencari sesuap nasi. Sewaktu masih ada bapak, ibu benar-benar ibu rumah tangga, mengurus kami semua. Namun begitu bapak wafat, ibu menyandang 2 profesi, tetap sebagai ibu rumah tangga dan pencari nafkah.

Ibuku hebat sekali, mampu membagi waktu dan kasih sayang kepada kami semua. Kami hampir tak pernah saling iri, sebab ibu begitu adil. Ibu tak pernah membedakan kami, walaupun kakak adalah putra terpandai, kakak perempuanku tercantik, saya agak tom boy, adikku ada yang agak manja. Karena ketulus-ikhlasan beliau membesarkan kami tanpa menikah lagi, maka kami sepakat untuk membantu ibu, belajar ikut mencari nafkah, walau hasilnyatak seberapa.

Saat sendiri di kamar di depan laptop seperti ini, saya teringat kasih ibu. Hingga akhir hayatnya, ibu selalu memberikan kasih sayang kepada kami anak dan cucu. Anak-anakkupun sempat merasakan pendidikan ibu. Bahkan putri sulungku belajar bahasa Belanda dari ibu. Putriku ternyata suka bahasa, diam-diam sejak SD dia membeli buku pelajaran bahasa Inggris, Belanda, Jepang, Perancis, dan entahlah apalagi. Saya juga teringat saat di kirim keluar negeri, saya belajar bahasa Inggris dari ibuku, ibu mertuaku, dan suamiku.

Saya kembali teringat saat-saat belajar dahulu. Ibu selalu mendampingi kami. Diantara saudara, kakakku yang sulung memang paling pandai. Dia hampir tak pernah kelihatan belajar, katanya saat di sekolah pada jam-jam kosong, dia selalu mengerjakan soal-soal yang terdapat di buku. Saya kalau belajar malam dan pagi setelah subuh, karena bekerja sebagai bu guru kecil dan kulakukan hingga lepas Isya’. Jadi semua saudaraku sudah selesai belajar.

Ibu selalu saja mendampingiku, walau beliau sambil tiduran di sofa. Beliau selalu menunggu hingga saya selesai belajar, sedangkan beliau pagi hingga sore harus bekerja. Ibu, terimalah cinta kasih kami padamu, kasih sayangmu benar-benar sepanjang masa. Hingga tiadapun, kami masih selalu dapat merasakan kasih Ibu. Berkat cara dan kedisiplinan ibu ketika mendidik kami, alhamdulillah kami dapat mencontoh sepak terjang Ibu, hingga kami semua dapat berbuat yang terbaik dalam mengisi kehidupan ini. Ibu adalah guru pertama kami yang mendidik kami sejak dalam kandungan dengan penuh kasih sayang. Semua pesan Ibu tentang cara-cara mendidik kepada siapapun, Insya Allah hingga sekarang selalu kami contoh.

Bulan Desember adalah bulan kasih sayang, terutama kasih Ibu. Untuk itu, Selamat Hari Ibu, semoga Allah SWT menerima amal ibadah Ibu dan mengampuni semua dosa-dosa ibu. Insya Allah kami anak cucu Ibu dapat terus mencontoh keteladanan ibu. Sekali lagi terima kasih Ibuku sayang.

Selamat Hari Ibu, 22 Desember 2013.

Salam Kasih Sayang dan Salam Perjuangan.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (10)

  1. Alhamdulillah, komentar pertama niiih
    SELAMAT HARI IBU untuk BUNDA ETNA πŸ˜‰ I LOVE YOU SO MUCH πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ˜‰
    semog selalu sehat dan diberi rezeki yang banyak
    kasih ibu sepajang masa, kasih anak sepanjang gala πŸ˜‰

  2. Amin ya rabbal alamin. Terima kasih banyak pak, sebelum subuh bapak sudak merespon. Alhamdulillah, sungguh luar biasa bahagianya sebagai seorang ibu, bangga padamu pak Bakri. Ayo mendidik diri sendiri, keluarga, baru orang lain, terutama anak didik, untuk dapat mengingat kembali perjuangan seorang ibu yang telah merawat dan mendidik kita bahkan sejak masih dalam kandungan. Insya Allah pendidikan bangsa terus meningkat berdasarkan kasih sayang dalam era cyber ini. Sala sukses selalu.

  3. Amn ya rabbal alamin, terima kasih banyak pak Yusuf atas respon, doa, dan votenya. Insya Allah kita semua Guraru demikian pula adanya. Salam perjuangan an salam sukses untuk semua Guraru. Selamat Hari Ibu, kepada ibu gurud, istri guy, dan lainnya., amin.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar