10

Karakteristik Anak Berkaitan Dengan Pengajaran Bahasa (+1)

Agus Firman July 13, 2012

Salah satu hal yang dapat membantu kita saat kita mengajar adalah dengan mengenal karakteristik anak. Meski hal ini tidak selalu berlaku pada semua anak, namun pada umumnya, anak memiliki karakteristik tersendiri. Berikut karakteristik karakteristik yang dimaksud.

Pada usia 5 – 7 tahun, pada umumnya anak mampu:

menyampaikan apa yang tengah mereka lakukan
menyampaikan apa yang telah mereka dengar dan lakukan
Merencanakan suatu kegiatan
memberikan argumen dan memberitahu kenapa mereka berfikir demikian.
menggunakan berbagai pola intonasi dalam bahasa mereka sendiri
menggunakan penalaran logis
menggunakan imajinasi mereka
memahami interaksi langsung

Sementara pada usia 8 – 10 tahun, anak memiliki karakteristik sebagai berikut:


Konsep dasar mereka terbentuk. Mereka telah memiliki beberapa pandangan tentang hidup yang mereka tentukan sendiri.
Mereka mampu membedakan antara fakta dengan pendapat.
Mereka selalu mempertanyakan segala hal yang tidak mereka mengerti.
Mereka cenderung bergantung pada bahasa ucapan dan tindakan dalam mengekspresikan dan memahami sesuatu.
Mereka mampu membuat keputusan dalam menentukan cara mereka sendiri dalam belajar
Mereka punya pandangan yang kuat mengenai apa yang mereka suka lakukan dan tidak.
Mereka telah mengembangkan rasa keadilan mengenai apa yang terjadi di kelas dan mulai mempertanyakan keputusan yang guru mereka buat.
Mereka mampu bekerja dengan temannya dan belajar dari teman temanya tersebut.

Untuk lebih jelasnya, silahkan baca buku sumbernya ya..:D
Semoga bermanfaat.

 

(Sumber: Teaching English to Children oleh Wendy A. Scott dan Lisbeth H. Ytreberg)

Comments (10)

  1. Benar, dengan pengetahuan ini maka guru guru tidak perlu menjejalkan sesuatu yang belum saatnya. Andai guru mau mencermati kurikulum, sedikit banyak sudah ada hanya saja hal itu yang tampaknya jarang dilakukan. Pengalaman dari PLPG kemarin, banyak rekan guru yang ternyata tidak memahami kurikulum. Contoh, banyak yang tidak tahu bahwa menentukan indikator itu hak mutlak guru, sehingga mereka berketetapan bahwa indikator yang dipakai adalah indikator yang terdapat pada contoh silabus dari dinas:D(Udah gitu pada ngotot lagi!)

  2. Hahahaha… emang masih banyak peer buat dunia pendidikan kita, ya salah satunya meningkatkan profesionalisme guru. Terkadang seseorang merasa bahwa menjadi guru itucukup dengan hadir di kelas dan menyampaikan materi,

  3. @pengelolaguraru: Ya, entah atas dasar apa mereka membuat seperti itu. Mungkin itu alasan saya juga, jarang membaca buku panduan pengajaran terbitan negeri sendiri, karena cenderung menekankan pda kemampuan kognitif anak.

    Buku sumber yang saya jadikan referensi ini sangat bagus sekali, karena lebih menyentuh sisi afektif dan sosial, serta perkembangan anak. Mungkin kalo diterjemahkan akan sangat bermanfaat bagi rekan rekan guru yang lain, terutama guru Sekolah Dasar dan menengah.

  4. @pengelolaguraru: Mungkin ini salah satu manfaat adanya GURARU, secara tidak langsung mencetak guru guru yang bermental membangun, lihat saja mas @isnapuryanta, :D. Mungkin ada saatnya kita punya peranan yang lebih luas dalam melaksanakan pendidikan di Indonesia tercinta ini. Aamiin.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar