5

Karakteristik dan Ciri-Ciri Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning/PBL) (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 1, 2020

Belajar mengajar adalah suatu kegiatan yang bernilai edukatif. Interaksi yang bernilai edukatif dikarenakan proses belajar mengajar yang dilakukan, diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah diarahkan sebelum pengajaran dilakukan. Guru dengan sadar merencanakan kegiatan pengajarannya secara sistematis dengan memanfaatkan segala sesuatunya guna kepentingan pengajaran.

Pada pembelajaran, siswa yang berperan sebagai subjek, sedangkan guru hanya sebagai motivator dan fasilitator. Dengan demikian, pembelajaran yang berbasis proyek dapat membantu agar siswa tersebut lebih aktif dan kreatif sehingga pembelajaran tidak monoton. Dalam proses belajar mengajar guru menggunakan seperangkat teori dan pengalamannya guna mempersiapkan program pengajaran dengan baik dan sistematis. Salah satu usaha yang tidak pernah guru tinggalkan adalah bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu factor yang mempengaruhi keberhasilan proses belajar mengajar dengan menggunakan metode project based learning yaitu metode yang cara penyajian pembelajaran bertitik tolak pada suatu masalah, kemudian dibahas dari berbagai segi yang berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.

Pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) merupakan pembelajaran yang bertujuan untuk mengajak peserta didik untuk aktif dan mendorong mereka untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatan berbasis proyek dengan titik pusat permasalah seperti: merumuskan job, merancang (designing, misalnya memasak MPASI), mengkalkulasi, melaksanakan pekerjaan, dan mengevaluasi hasil.

Pembelajaran Berbasis Proyek atau Belajar Berbasis Proyek adalah pendekatan pembelajaran yang merangkum sejumlah ide-ide pembelajaran, yang didukung oleh teori-teori dan penelitian substansial. Bagian ini mencoba mengetengahkan bahasan teoretik yang mendasari Pembelajaran Berbasis Proyek. Menurut Mayer (1992)

Pembelajaran Berbasis Proyek merupakan model pembelajaran yang didukung oleh atau berpijak pada teori belajar konstruktivistik. Strategi pembelajaran yang menonjol dalam pembelajaran konstruktivistik antara lain adalah strategi belajar kolaboratif, mengutamakan aktivitas siswa daripada aktivitas guru, mengenai kegiatan laboratorium, pengalaman lapangan, studi kasus, pemecahan masalah, panel diskusi, diskusi, brainstorming, dan simulasi (Ajeyalemi, 1993).

Seperti didefinisikan oleh Buck Institute fo Education (1999), bahwa belajar berbasis proyek memiliki karakteristik: (a) pebelajar membuat keputusan, dan membuat kerangka kerja, (b) terdapat masalah yang pemecahannya tidak ditentukan sebelumnya, (c) pebelajar merancang proses untuk mencapai hasil, (d) pebelajar bertanggungjawab untuk mendapatkan dan mengelola informasi yang dikumpulkan, (e) melakukan evaluasi secara kontinu, (f) pebelajar secara teratur melihat kembali apa yang mereka kerjakan, (g) hasil akhir berupa produk dan dievaluasi kualitasnya, dan (i) kelas memiliki atmosfer yang memberi toleransi kesalahan dan perubahan.

  • Peran Guru

1. sebagai motivator

2. mempersiapkan bahan ajar dan mengatur silabus mata kuliah

3. Sebagai fasilator, guru mendorong para siswa untuk mengeksplorasi pengetahuan yang telah mereka miliki dan menentukan pengetahuan yang diperlukan selanjutnya

4.Sebagaievaluator

  • Peran Siswa

1. mempersiapkan diri untuk belajar dan bekerja secara kelompok serta berperan aktif

2. mempersiapkan diri untuk belajar mandiri

3. Mempersiapkan diri agar dapat menyelesaikan masalah

DAFTAR PUSTAKA:

Ajeyalemi, D.A. 1993. Teacher Strategies Used by Exemplary STS Teachers. What Research Says to the Science Teaching, VII. Washington D.C.: National Science Teachers Association.

Mayer, R.E. 1992. Cognition and Instruction: Their Historic Meeting Within Educational Psychology. Journal of Educational Psychology, 84(4), 405-412.

Comments (5)

  1. betul pak @supadilah, kadang siswa memang lebih menyukai pembelajaran berbasis proyek tersebut. Sehingga mereka bisa lebih kolaboratif dan mampu menyelesaikan proyek2 yang dikerjakan. Selain itu berdasarkan pengalaman saya bahwa pembelajaran berbasis proyek ini bisa melatih sikap tanggungjawab siswa dan sikap sosial dengan temen kelompoknya. Boleh dicoba nih bagi bapak/ibu guru untuk pakai model pembelajaran berbasis proyek 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar