11

Kapan Sebaiknya Mengenalkan Komputer ke Anak (+1)

Mister Nuel January 1, 2014

Perubahan teknologi terjadi dengan sangat cepat. Dulu saya pertama kali mengenal komputer waktu masuk kuliah. Pendaftaran kelas dan penilaian dilakukan secara on-line. Padahal menghidupkan komputer saja saya belum pernah. Takut rusak.

Tapi sekarang, lihat sekeliling kita, anak-anak kecil sudah bisa menggunakan komputer, ipad dan gadget cangggih lainnya. Anak teman saya kelas tiga SD bahkan sudah bisa membuat jaringan internet di warnet lebih cepat dengan mengganti DNS dan entah setting apa lagi yang saya tidak tahu.

Anak-anak yang hebat. Tapi apakah mengenalkan komputer dari dini itu baik?
Beberapa ahli percaya bahwa anak yang sudah melek komputer dari kecil akan memiliki persiapan yang lebih saat bersekolah. Sementara beberapa ahli lainnya berkata terlalu banyak terknologi tidak baik untuk usia dini.

Berikut secara singkat paparan pro dan terhadap manfaat dan kerugian pengenalan komputer sejak dini.
Pro:

  • Pengenalan komputer sejak dini bisa mengembangkan pembelajaran motorik anak. Dengan memencet tombol menggerakkan mouse anak – anak berlatih motorik mereka.
  • Permainan komputer atau tablet juga membantu anak mengembangkan koordinasi mata dan tangan mereka. Seperti saat anak bermain lempar tangkap bola.
  • Belajar sebab akibat. Anak-anak sangat suka bermain game komputer dan tablet.Mereka sangat terpesona dengan apa yang bisa terjadi. Saat mereka memencet toombol dan menggulir layar…eng ing eng… terjadi perubahan tampilan. Oh, anak-anak sangat suka perasaan saat mereka bisa memegang kendali atas apa yang terjadi di layar.

Kontra:

  • Kurangnya interaksi dengan sesama. Komputer dan game memang seru. Tetapi itu hanya itu hanya antara pengguna dan layar. Sementara kita tahu, anak-anak memerlukan interaksi dengan orang untuk mengembangkan keterampilan sosial, empati dan kemampuan bersenang-senang, berbaur dengan teman sebaya. Dan…tidak ada software canggih yang bisa menggantikan peran orang tua dalam mendidik anak.
  • Kurangnya penggunaan aktivitas tangan. Bukan tanpa alasan anak-anak suka menyentuh apa saja yang menarik perhatian mereka. Itu adalah cara mereka belejar memahami dunia. Mereka belajar bagaimana menyusun tiga balok agar tidak jatuh, mereka belajar bermain bentuk menggunakan tanah liat. Pengalaman ini jauh lebih membangun kemampuan motorik anak daripada game meyusun balok di komputer.
  • Terlalu banyak stimulasi. Mudah sekali anak-anak tenggelam dengan banyaknya stimulasi yang disediakan oleh permainan komputer. Suara yang keras, huruf yang tebal, warna yang mencolok, begitu banyak stimulasi dan aksi yang langsung terjadi saat anak menggerakkan layar atau tombol. Hasilnya anak-anak akan mudah frustasi atau marah saat terjadi sesuatu yang tidak sesuai harapannya.

Setelah menimbang pro dan kontra tersebut diatas, apa yang akan Bapak / Ibu lakukan? Mengajari komputer dari dini ataukah tunggu waktu yang tepat?

Ah, biar tambah seru berikut saya sarikan sebuah artikel di New York Times.

      Berbeda dengan sekolah lainnya, sekolah Waldorf tidak mengijinkan adanya layar komputer atau LCD di sekolah-sekolah mereka. Bukan berhenti disitu saja, mereka juga meminta orang tua murid untuk membatasi bahkan melarang anaknya memegang gadget di usia dini.

 

      Hal ini menarik karena mayoritas orang tua yang menyekolahkan anaknya di sini adalah pegawai perusahaan teknologi tinggi seperti google, ebay, yahoo, apple, dan hawlett packard.

 

    Kebijaksanaan sekolah ini ternyata didukung oleh orang tua murid. Seorang manajemen Google bahkan memiliki anak perempuan yang tidak tahu bagaimana menggunakan google! Anak laki-lakinya yang kelas delapan juga baru mulai belajar komputer dan internet! Wow.

Bagaimana? Menarik bukan. Yah paling tidak ini bisa menjadi bahan pembicaraan rekan guraruer bersama pasangan di rumah.

Selamat Tahun Baru.

Denpasar 1 Januari 2014

Mr Nuel
Guru TK

Comments (11)

  1. wah tulisannya menginngatkan sy pak karena putra sy usia 3 tahun bagian menSHUTDOWN laptop dan notebook, bahkan tiap hari berkisar 2 sampai 3 jam ada didepan laptop ….
    coba dicari alasan kenapa

    Seorang manajemen Google bahkan memiliki anak perempuan yang tidak tahu bagaimana menggunakan google! Anak laki-lakinya yang kelas delapan juga baru mulai belajar komputer dan internet! Wow.

    ditunggu lanjutannya …………. ???>>>>>>>>>>

  2. @ Pak Muhammad: Iya ya, masih nggantung. Terima kasih masukkannya Pak.
    Awalnya saya bermaksud memberikan tulisan yang menantang pembaca untuk menarik simpulan sendiri. Tapi ternyata malah jadi artikel yang nggantung, ahahaha. Ayuh belajar lagi.

    Tentang pak Krisna saya belum pernah bertemu Pak.

    Terima kasih Votenya ya.

    Mr Nuel

    Guru TK.

  3. @ Bu Tri Sugiastuti: Terima kasih Votenya Bu. saya sampai salah, bilang terima kasihnya malah ke pak Muhammad.
    Wah pak Muhammad musti beri vote ke saya nih, kan sudah saya beri terima kasih, wkwkwk.

    Setuju Bu, dalam beberapa terapan pendidikan saya masih terombang-ambing. Antara disiplin dan non violence communication, antara pujian terhadap anak dan pujian terhadap perilaku, dan sekarang dapat data seperti diatas, wah. Tambah seru.

    Salam

    Mr Nuel

    Guru TK

  4. @ Pak Botak Sakti: iya Pak, saya selalu kagum dengan apa yang bisa di raih anak-anak jaman sekarang.
    Dan dengan materi yang beraneka ragam di internet, pendampingan orang tua memang mutlak diperlukan.

    Salam

    Mr Nuel
    Guru TK

  5. @pak Muhammad: ada yang belum terjawab ya Pak. tentang kenapa anak usia tiga tahun tertarik dan betah berlama-lama dengan laptop. mungkin terkait dengan respon menyenangkan yang diterima anak saat menyentuh laptop, seperti saat memencet tombol, ada perubahan yang terjadi di layar. Bagi anak hal ini sangat menarik.

    Selain itu bisa juga karena laptop adalan barang kepunyaan ayah, yang sering dipakai oleh ayahnya, dimana kita ketahui anak mengganggap figur ayah sebagai figur otoritas. Sehingga anak ingin menjadi seperti ayahnya, termasuk menggunakan barang ayahnya.

    Tentang manajemen google yang anak perempuannya tidak tahu cara menggunakan google. Ini merupakan contoh unit pendidikan yang kontra dengan pengenalan komputer sejjak dini. Dan karyawan perusahaan teknologi tinggi yang menyekolahkan anaknya di sekolah tersebut ternyata memiliki pandangan yang sama. Bahwa memperkenalkan teknologi dari dini kurang baik.

    Mungkin hal ini terkait dengan kemudahan menjawab segala sesuatu hanya dengan mengetik di layar search google, sehingga anak akan malas untuk mengembangkan intelektualnya dalam mencari solusi atas persoalan yang dihadapinya.
    Hal ini juga pernah dibahas dalam satu artikel yagn mengatakan bahwa google membuat penggunanya malas dan kurang inisiatif.

    wah, kalau diteruskan bisa jadi satu artikel lagi ya Pak.

    Salam

    Mr Nuel
    Guru TK

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar