4

JP ENGLISH (2) (0)

FitriyaniElHasan December 21, 2020

Lalu, apa nama tempat kursus ini? Tanyaku saat itu. Pikirkan nama yang sekiranya tidak sulit dieja, diucapkan oleh masyarakat sekitar. Oke, kita gunakan singkatan huruf saja agar tidak salah mengartikan. JP English, Just Practice your English menjadi pilihan nama tempat kursus kami saat itu.

Selanjutnya kami memikirkan akan biaya administrasi untuk peserta yang mendaftar. Sebagai permulaan kita GRATISKAN saja dulu, yap! Promote it first. Kita kenalkan dulu bagaimana metode yang kita gunakan agar mereka tertarik dan menyukai Bahasa Inggris. Hasilnya pada saat itu banyak pendaftar yang tertarik akan promosi kami, entah hanya sekedar mencoba atau hanya menikmati gratisan atau untuk mengenal Bahasa Inggris lebih jauh. Tidak apalah, yang penting kami sudah berbagi ilmu yang kami punya kepada mereka.

Kami berikan materi dasar tentang Inroduction (perkenalan) terlebih dahulu. Pada saat itu yang banyak peminat adalah tingkat SMP dan SMA. Tidak semua sudah bisa materi dasar ini meski sudah melewati masa Sekolah Dasar yang harusnya sudah mereka pelajari sebelumnya. Prihatin juga ya, ternyata materi dasar ini belum mereka kuasai dengan baik. Bahkan hanya untuk memperkenalkan nama mereka dalam versi Bahasa Inggris, mereka masih kesulitan dan baru tau caranya. Ok, it’s fine J

Dari hal ini kami tertantang untuk membimbing mereka lebih dalam akan pengetahuan dasar tentang materi ini sebelum melangkah lebih jauh lagi. Habbit Skill Method merupakan metode yang tepat untuk kesulitan ini. Kami memberi jadwal efektif belajar Bahasa Inggris 2 kali dalam seminggu. Waktu yang kami butuhkan untuk belajar hanya 2 jam (maksimal). Itupun terkadang mereka masih merasa kurang dan singkat. Mungkin mereka sudah mulai suka dengan Bahasa Inggris πŸ˜‰ Semoga saja begitu.

Materi Introduction kami ulang sebanyak 3 kali agar mereka benar-benar faham dan tidak bingung lagi ketika ditanya dan muncul pada materi di sekolah. Pada kenyataannya, dari tingkat dasar sampai tingkat menengah atas, materi ini menjadi materi yang pertama disuguhkan dalam buku mereka. Iyakah?? Benar, monggo dicek bahkan meski kurikulum sering berubah-ubah J

Alhamdulillah benar memang kata pepatah yang mengajarkan kita semangat untuk pantang menyerah dalam mencari ilmu dan menggunakannya setiap saat agar tidak lupa dikemudian hari. Dari sini jelas juga terlihat tentang perbedaan anak rajin dan pintar karena pada dasarnya tidak ada anak yang bodoh, hanya saja mereka malas untuk mencoba ilmu baru dan mempelajarinya. Trimakasih atas antusias para peserta kursus saya yang semangatnya luar biasa mereka tunjukkan ketika berada di tempat kami untuk belajar Bahasa Inggris. Sungguh menakjubkan.

Lalu bagaimana dengan peserta kursus yang sudah tidak bisa menikmati promo yang kami tawarkan saat itu sekarang??

To be continued…

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar