21

Join MOOC? Why not? (+5)

Amiroh January 20, 2014

sisco

MOOC atau Massive Open Online Course (MOOC) merupakan metode pembelajaran online yang banyak diikuti pengguna internet, dan biasanya disediakan secara gratis.

Di Indonesia sendiri saat ini MOOC banyak ditawarkan oleh berbagai perguruan tinggi dengan beragam metode dan platform. Misalnya, Kursus Bahasa Inggris Online, e-Training P4TK Matematika, Kursus Wirausaha Ciputra, dan seterusnya. Sedangkan di luar negeri MOOC lebih dahulu berkembang dan bahkan difasilitasi oleh beberapa perguruan tinggi terkenal seperti Harvard, Stanford, Oxford dan seterusnya. Mungkin kita pernah mendengar Khan Academy, edX courses, Coursera, dan Udacity dan masih banyak lagi.

MOOC menjadi salah satu alternatif belajar yang mudah dan murah karena tidak diperlukan biaya dan persyaratan khusus untuk dapat mengikutinya. Kita hanya cukup memiliki email untuk melakukan registrasi dan selanjutnya melakukan aktivitas pembelajaran di dalamnya.

Hasil belajar melalui MOOC ini juga akan didapatkan sebuah sertifikat ketuntasan, sebagai tanda keberhasilan atas semua aktivitas belajar yang telah dilakukan.

Pada dasarnya, mengikuti MOOC tidak ubahnya seperti mengikuti perkuliahan online biasa, di mana terdapat Syllabus, Module, dan aktivitas pembelajaran seperti penugasan, forum diskusi bahkan praktik pada sebuah labratorium virtual, jika dibutuhkan.

Pengalaman Ibu Ameliasari Kesuma saat mengikuti MOOC di coursera.org, yang ditulis dalam blog Guraru.org beberapa hari yang lalu, merupakan pengalaman berharga dari seorang pendidik yang “berani” mengikuti MOOC dan berhasil melaluinya dengan baik yang dibuktikan oleh sertifikat ketuntasan di tangan.

Saya mengatakan beliau berani, karena untuk mengikuti sebuah kursus online seperti ini, tidak cukup hanya mengandalkan kepiawaian dalam mengoperasikan perangkat teknologi, melainkan dituntut ketekunan, kedisiplinan, kemandirian dan tanggung jawab yang tinggi terhadap semua rules (peraturan) yang berlaku pada kursus tersebut. Apalagi jika kursus online yang diikuti adalah kursus online dari luar negeri. Tentu dibutuhkan juga kemampuan menggunakan Bahasa Inggris yang baik. Karena materi yang disajikan biasanya sangat berat, terutama jika sudah mengarah ke pemahaman konsep 🙁

Pengalaman serupa juga saya rasakan saat mengikuti sebuah kursus online untuk topik ajar yang berkaitan dengan bidang mengajar saya, yaitu Jaringan Komputer (kebetulan saya mengajar di SMK Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan).

Adalah kursus online Cisco Certified Network Associate yang diadakan oleh Sisco Networking Academy yang beberapa bulan ini sedang saya ikuti melalui situs http://netacad.com.

Tujuan utama saya mengikuti kursus ini adalah untuk mengembangkan kemampuan dalam membangun, mendesain dan mengelola jaringan komputer. Saya mengikuti kursus ini sebenarnya terjadi secara tidak sengaja, karena sebenarnya kursus ini merupakan bagian (bc. persyaratan) dari salah satu mata kuliah pada Program Magister saya, yaitu Internetworking technology.

Sebagaimana MOOC pada umumnya, pada Sisco Networking Academy juga menggunakan bahan pelajaran yang berbasis Web/flash, penilaian sistem online, laboratorium online (simulasi), dengan pelatihan dan dukungan instruktur, serta ujian persiapan untuk memperoleh Sertifikat Standar Industri. Dan Alhamdulillah..seminggu yang lalu, saya baru saja menyelesaikan Final Exams untuk level 1 dari 4 level yang ada.

Meski saya belum berhasil mendapatkan nilai yang sempurna, namun dengan mendapatkan nilai di atas rata-rata, saya merasa itu sudah lebih dari cukup, mengingat begitu susahnya materi dan Exams yang disajikan.

Mengikuti sebuah kursus online (sebagai siswa), sedikit banyak telah menyadarkan saya bahwa belajar dalam sebuah kelas online ternyata tidak semudah yang dibayangkan sebelumnya. Bahkan jauh lebih susah dari pada sekedar membuat dan mempersiapkan e-learning (kelas online) untuk siswa kita..he..he.

Mengingat semua bahan ajar disajikan secara online, maka dituntut ketekunan, kedisplinan (waktu), kemandirian dan rasa tanggung jawab yang tinggi dalam mempelajari materi dan melakukan aktivitas (assignment dan quiz) yang disyaratkannya sebelum mendapatkan sertifikat ketuntasan.

Meski begitu, kita sebagai pendidik profesional yang nantinya dituntut untuk dapat melakukan pembelajaran online, seharusnya berani mengikuti salah satu dari berbagai macam MOOC yang banyak tersedia, yang sesuai dengan bidang kita.

Di samping untuk mengupgrade kompetensi kita, dengan mengikuti MOOC ini, kita dapat memahami berbagai suka duka, keluh kesah dan berbagi pengalaman menarik lainnya saat mengikuti kursus online.

Dengan begitu kita bisa berbagi dengan teman, bahkan siswa kita, sekaligus memikirkan hal-hal yang dapat memberi kenyamanan siswa dalam kelas online yang akan kita terapkan pada pembelajaran nantinya.

Berani coba? Yuk.. 😀

Referensi : http://netacad.com, cousera.org

Comments (21)

  1. Sip untuk bu Amiroh yang menambatkan artikel tentang belajar jarak jauh online ini –

    Diakui atau tidak oleh yang berwenang bukan ranah kita, tapi sebagai guru yang akan membelajarkan peserta didik di era literasi TIK seperti sekarang ini, semestinya semangat seperti Bu Amelia yang pernah dituliskan beliau di web guraru patut diacungi jempol dan diikuti oleh guraru lainnya (jika berkenan dan masih ada waktu disela-sela mendidik anak-anak bangsa dalam keadaan yang paling minimalis) 😛

    Untuk beberapa course atau kursus memang tidak gratis alias bayar, bayarannya pun tidak murah-murah

    Yang penting adalah para guraru sebagai agen pembaharu keguruan pun harus selangkah di depan membentuk tren dan menjadi penentu arah langkah peserta didik –

    let us be genius teacher

  2. Alhamdulillah gayung bersambut, terimakasih bu Amiroh sama sama menyemangati teman teman untuk memanfaatkan MOOC ini

    Diakui atau tidak oleh pemerintah?… saya tidak tahu..
    hmm bagi saya motivasinya lebih pada mencari penyelesaian masalah yang sering dihadapi saat belajar bersama anak anak di kelas–dan yang pasti inshaAllah memperkaya ilmu, juga bisa terus update materi baru.

    Selama ini, kebutuhan saya tentang pembelajaran tersedia di courses yang ditawarkan oleh http://coursera.org

    Di Coursera sebagian besar course punya dua pilihan berbayar atau tidak, yang berbayarpun kita bisa mengajukan semacam bantuan atau financial aids dengan mengisi formulir yang disediakan. Sertifikatnya berbeda karena setiap pengerjaan assignment dan quiz pasti diminta verifikasi wajah.

    yuuk teman teman Semangaaatt!!,,,(^.^)/

  3. Kayaknya Pak Namin HARUS coba!! 😀

    Wah..dapat kunjungan dari Ibu2 cantik+smart penggiat Guraru nih.
    Makasih banyak buat Ibu Ameliasari dan Ibu Sri atas tulisan2nya yang menginspirasi di blog keroyokan ini.. Jadi Bersemangat #nih..he..he

  4. aya pengin sekali bu tapi P4TK IPA belum mulai juga kursusnya padahal sudah lama mendaftar. teman saya yang matematika sudah dapat sertifikat kelulusan, kalau yang luar negeri nanti dulu dech…hehe..masih takut sama bahasanya, salam

  5. ya … apa bedanya diklat online dengan MOOC
    sy pernah ikutan diklat On line wah luar biasa capek dan sulit bagi waktu, mending diklat tatap muka langsung bisa konsentrasi penuh ….. kalau tambah berat dari diklat On Line jadi mikir2 nih 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar