3

Jika Anak Berkata, “Aku Tak Suka Ikan, Ummi!” (+2)

Kusnandar Putra February 11, 2014

بسم – الله – الرحمن – الرحيم

Pernahkan Anda mendapatkan anak yang malas makan ikan? Dan yang ia ingini hanyalah indomie?

Pernahkan Anda dapatkan anak yang hanya senang makan daging ayam? Dan malas makan ikan?

Pernahkah Anda mendapatkan anak yang hanya ingin makan telur? Dan tidak menyukai ikan?

Siapa yang mau disalahkan kalau demikian?

Sesungguhnya orangtua yang bertanggung jawab atas semua ini. Yang terlau memanjakan anak dengan makanan monoton. Otangtua tidak varitif dan terlalu minim akan pengetahuan vitamin pada setiap makanan. Sehingga anak hanya menyukai yang enak dipersepsinya.

Maka sebaiknya sebelum ini terjadi pada anak Anda, orangtua harus menyajikan masakan yang tidak monoton di masa anak masih kecil. Belum tahu nama makanan-makanan. Anggaplah usia 1 tahun ke atas.

Maka pada masa ini, anak sebisa mungkin diperbanyak makan ikan. Seperti:

1. Ikan cakalang (ikan tuna) yang mengandung omega-3, mineral, dan vitamin A.

2. Ikan bolu (ikan bandeng) yang mengandung Nutrisi dan Kalori Kadar air (gram per 100g) 70,85. Kandungan kalori Makanan (kkal per 100g/3.5oz) 148. Kadar protein (gram per 100g) 20,53. Kalsium (Ca) content (mg per 100g) 51. Besi (Fe) (mg per 100g) 0,32. Magnesium (Mg) konten (mg per 100g) 30. Fosfor (P) content (mg per 100g) 162. Kalium (K) konten (mg per 100g) 292. Vitamin C (Ascorbic Acid) kadar (mg per 100g) 0
Konten thiamin (vitamin B-1) (mg per 100g) 0,013.

3. Ikan asin. Karena ikan asin ini mengandung energi sebesar
193 kilokalori, protein 42 gram, karbohidrat 0 gram, lemak 1,5 gram, kalsium 200 miligram, fosfor 300 miligram, dan zat besi 3 miligram.
Selain itu di dalam Ikan Asin Kering juga
terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,01 miligram dan vitamin C 0 miligram.

Dan masih banyak lagi jenis ikan yang Alloh halalkan bagi umat manusia. Dan sebisa mungkin orangtua tidak membiasakan anak dengan mie instan. Sebab mie instan ini bahayanya antara lain:

1. Penyebab kanker

Mie instan yang beredar saat ini ternyata cukup membahayakan. Telah diketahui bahwa permukaan mie instan
dilapisi oleh lilin. Inilah kenapa mie
tidak pernah lengket satu sama lain.

Lilin ini sangat membahayakan
kesehatan tubuh, karena tubuh kita
butuh waktu lama untuk mencerna lilin
ini, yakni sekitar dua hari.

Jika zat ini terus menumpuk dalam
tubuh, kemungkinan kita untuk terkena
penyakit kanker sangatlah tinggi.
Misalnya, kanker hati, usus, atau
leukimia. Tak hanya lilin dari mie
instan. Bumbunya pun yang
mengandung banyak zat aditif seperti
MSG yang bisa menjadi pemicu kanker
dalam tubuh.

Banyak kasus nyata tentang orang yang
sakit dan diduga disebabkan karena
terlalu banyak mengkonsumsi mie
instan. Karena itu, sebaiknya Anda pun
mulai mengurangi mengkonsumsi
makanan ini

2. Chinese restaurant syndrome

Bahaya makan mie instan yang satu ini
lebih mirip keracunan. Hal ini
disebabkan oleh MSG yang terdapat
pada bumbu mie instan.

Ada beberapa orang yang tidak tahan
dengan MSG, lalu kemudian merasa
pusing dan sesak nafas. Namun
penyakit ini tidak terlalu fatal, karena
akan sembuh setelah 2-3 jam kemudian.

3. Kerusakan jaringan otak

Mengkonsumsi mie instan terus-
menerus sama dengan menumpuk zat-
zat kimia berbahaya dalam tubuh dan
efeknya bisa merusakkan sel-sel jaringan
otak. Akibatnya, akan terjadi penurunan
transmisi sinyal dalam otak.

Selain itu, kerusakan jaringan sel otak
ini juga akan memicu penyakit-penyakit
lain seperti stroke atau keumpuhan.

Maka dari itu, hindarilah perkenalan anak dengan mie instan ini. Jangan hanya karena persoalan instan, kita menjerumuskan anak pada kebinasaan di masa depannya.

Ingatkanlah anak pada hadits Abu Hurairah , bahwasanya: “Rasulullah itu tidak pernah mencela samasekali
pada sesuatu makanan. Jikalau beliau
ingin pada makanan, beliaupun
memakannya dan jikalau tidak menyukainya, maka beliau tinggalkan – tanpa mengucapkan
celaan padanya.”
(Muttafaq ‘alaih)

Jangan mengajarkan anak kata “tidak enak, tidak sedap” pada setiap makanan yang sehat.

Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala memudahkan keluarga kaum muslimin menuju keluarga yang sehat dan senantiasa bersyukur atas setiap nikmat…[]

–Bontote’ne, 7 Rabiul Akhir 1435 H

Tagged with:

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar