2

JEJAK PERJUANGAN PARA TOKOH MUSLIM MENGAWAL NKRI (0)

@ahysholih January 18, 2021

“Een Leiderweg is een lijdenweg Leiden is lijden.”

(Jalan Pemimpin bukan jalan yang mudah. Memimpin itu menderita). -H. Agus Salim-

RESENSI BUKU

Judul Buku : Jejak Perjuangan Para Tokoh Muslim Mengawal NKRI

Penulis : Lukman Hakiem

Editor : Artawidjaya

Cetakan : Pertama, Juli 2018

Penerbit : Pustaka Al-Kautsar Jakarta.

Pespusnas RI : KDT

ISBN : 978-979-592-803-4

Harga P. Jawa : Rp.85.000,-

Buku ini adalah kelanjutan dari karya Lukman Hakiem sebelumnya yang berjudul “Merawat Indonesia : Belajar dari Tokoh dan Peristiwa”. Alhamdulillah, buku pertama tersebut mendapat respon yang sangat baik di tengah pembaca, khususnya mereka yang memiliki perhatian terhadap sejarah pergerakan Islam di Indonesia. Dalam buku sebelumnya, penulis menyajikan kisah-kisah yang sangat apik dan menyentuh dari para tokoh Islam di negeri ini, terutama terkait dengan pemikiran dan perjuangannya bagi NKRI.

Nah, dalam buku keduanya, penulis juga dekat dengan para tokoh sejarah, berusaha menghadirkan kembali kisah-kisah para tokoh dengan sentuhan yang menarik, menggugah, dan tentu sarat dengan hikmah dan pelajaran. Kekuatan buku kedua ini, sebagaimana buku sebelumnya, adalah ada pada kedekatan penulisnya dengan tokoh-tokoh tersebut, sehingga mampu menulis kisah-kisah untold stories yang tidak ditemukan dalam buku-buku sejarah pada umumnya.

Buku ini hadir untuk mencerahkan di tengah-tengah kegalauan hati umat yang mengalami ketidakpastian. Umat Islam sangat gelisah karena mereka menemukan dirinya seolah-olah dipinggirkan menjadi penumpang di kapal besar bernama NKRI. Kondisi awal 2018 yang hiruk pikuk yang memecah sebagian umat Islam diragukan kesetiaannya pada Pancasila dan UUD 1945.

Isu-isu yang tidak bersahabat telah dilontarkan kepada umat Islam. Contohnya, ada stigma bahwa umat anti toleransi, kurang menghargai perbedaan yang bermuara pada anti kebhinekaan dan tuduhan ekstrimis, radikal, dan paling menggelisahkan adalah tuduhan tidak setia pada NKRU. Tuduhan-tuduhan tersebut tentu tidak benar, jika mereka melihat pada fakta sejarah tentang siapa yang memiliki saham terbesar dalam perjuangan kemerdekaan negeri ini.

Buku ini berusaha mengingatkan para pembaca dan rakyat Indonesia bahwa tokoh-tokoh Islam, mulai dari Aceh, Minangkabau, Pangeran Diponegoro, Pangeran Hidayatullah di Banjarmasin, Sultan Hasanuddin di Makassar, dll. Mereka berjuang melawan kapitalisme asing; dari Belanda, Inggris, Spanyol, dan Postugis hingga Jepang. Peran ini tak boleh dilupakan sejarah, apalagi berusaha ditutup-tutupi. Kata Soekarno, “Jasmerah! Jangan sekali-kali melupakan sejarah!”

Dalam buku ini, pembaca disuguhkan tentang kisah keteladanan, pemikiran, dan perjuangan para tokoh seperti; Ki Bagus Hadikusumo, Kasman Singidimedjo, Mohammad Roem, Syafruddin Prawiranegara, KH. Kahar Muzakkir, Mohammad Natsir, Yunan Nasution, H.M. Rasjidi, Anwar Harjono, dll.

Para tokoh-tokoh Islam tersebut adalah orang-orang memiliki kepedulian tinggi terhadap nasib bangsa ini, yang Allah SWT takdirkan mayoritasnya adalah dihuni oleh kaum muslimin. Mereka berusaha merawat negeri ini dalam bingkai keislaman, tanpa mengabaikan fakta pluralitas atau kemajemukan, bahwa ada umat agama lain yang juga harus dipenuhi hak-hak hidupnya sebagai warganegara. Sehingga kaum muslimin bisa hidup berdampingan untuk sama-sama membangun dan merawat negeri ini.

Tokoh-tokoh pejuang Muslim yang disajikan dalam buku ini sangat menarik untuk disimak dan dibaca. Banyak hikmah yang dapat dipetik dalam buku yang disusun secara jenius oleh tokoh yang tidak asing di kalangan umat, Sdr. Lukman Hakiem. Sebagai contoh, peranan dari Mohammad Roem dalam perjanjian Roem-Van Roijen menjadi cikal bakal KMB di Den Haq, Belanda, adalah cikal bakal lahirnya negara RIS, atau peranan dari Syafruddin Prawiranegara memimpin Pemerintahan Darurat RI dari Bukit Tinggi di saat Soekarno Hatta ditangkap Belanda di tahun 1949 tidak bisa dianggap sepele dalam menegakkan NKRI di waktu-waktu kritis.

Semoga karya ini dapat mencerahkan, memberi keteladanan, dan menjadi bahan renungan kita semua. Akhirnya kpd Allah SWT kita berharap untuk mendapat hidayah.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar