5

Janganlah patah semangat (+3)

Bu Etna @gurutematik November 17, 2013

Selamat pagi rekan Guraru. Semalam saya dihubungi seorang siswa yang mengatakan bahwa disuruh sekolahnya mengikuti olimpiade namun dia mendengar bahwa soal olimpiade itu sulit. Beberapa temannya yang lebih pandai mundur, sedang dia yang tidak suka kimia harus mewakili pelajaran kimia. Dia hampir patah semangat, karena tak ada yang memilih kimia. Teman-temannya banyak yang mengatakan bahwa tidak perlu menurut pada guru, tolak saja, nilai kimiamu lho jelek, remidi terus, ha ha ha. Kemudian gurunya memberi nomor HP saya dan dia ingin saya membinanya, namun tidak ada dana. Saya tersenyum dan langsung menyanggupinya.

Pagi ini saya merenung dan teringat pada layanan yang selama ini kuberikan pada para siswa yang malas, acuh, dan sejenisnya. “Janganlah patah semangat, ayolah perjuangkan masa depanmu, ibu bantu.” Kata-kata ini sering kulontarkan dengan hati-hati pada siswa yang tampak tak ada gairah belajar, merasa tidak mampu belajar seperti teman-temannya. Saya harus mendekatinya, membelai dengan kasih sayang, mengajak bicara dari hati ke hati. Siswa ini belum mulai sudah patah semangat. Memang tidak mudah menghadapi siswa seperti ini, apalagi jika hal ini sudah lama terjadi dan dia terbiasa acuh pada dirinya. Sesungguhnya tiada sesuatu yang sulit asal kita tak menganggap hal itu sulit. Namun kalau siswa sudah terbiasa dengan keadaannya, tak mudah menanganinya. Salah satu cara yang sering kulakukan, yaitu kita harus memberi perhatian ekstra, hingga siswa tersebut benar-benar menyadari kekeliruannya dan mau belajar dengan giat.

Saya online dan membuka FB, kuperoleh sesuatu yang sangat mendukung tugas kita sebagai guru. Berikut ini kutipan siraman rohani dari siswa jadulku, ustad Kudang Seminar. Insya Allah uraian di bawah dapat menjadi landasan kita dalam meningkatkan diri dan melayani pendidikan bangsa.

“Seadil apapun kita akan ada yang menyatakan tak adil, sejujur apapun kita ada yang menyatakan tak jujur, setulus apapun kita akan ada yang menyatakan tidak tulus, sebagus apapun kita berprestasi akan ada yang mengatakan buruk dan tak banyak prestasi. Itulah kenyataan yang menjadi ujian bagi kita dan sekaligus bahan evaluasi diri di bumi yang tidak vakum dari godaan dan ujian. Kita evaluasi niat kita, kita evaluasi langkah kita, kita evaluasi ikhtiar kita. Bila niat telah bulat hanya untuk-NYA, kemudian langkah kita tiada yg berseberangan dengan syariah-NYA, dan ikhtiar kita telah maksimal maka jangan pernah patah dan lesu semangat dengan pernyataan orang yang dismotivatif dan negatif. Dan jika orang-orang jahil mendekati dan menerpamu, Allah memerintahkan kita menjauhi mereka dengan cara yang baik. Yang hak (benar) terus berkobar pantang berhenti walau badai kebathilan menerpa kita.”

“Subhanallah motivasi yang memberikan semangat dan ketulusan hakiki … terima kasih.”

“Prof. Kudang, bagaimana seharusnya menyikapi permasalahan yang begitu kompleks menjadi doktrinasi bahwa itu adalah hanya ujian yang siap tidak siap harus dilewati. Bagaimana melewati ujian itu sehingga ber-output baik? Terima kasih.”

“Yang cerdas dan sehat ialah jangan membalik respon yang negatif tapi jadikan instropeksi diri dan jangan undur diri dalam kebaikan hanya karena kritikan yang tidak berdasar atau tidak benar. Dan tidak perlu memusuhi terhadap orang mendismotivasi kita. Dan jika ada orang jahil maka jauhilah kejahilan dan sumber kejahilannya.

“Memang esensinya hidup ini adalah ujian, karena dunia itu memang tempat sementara untuk seleksi menuju surga atau neraka. Jadi ya sederhana konsepnya apapun yang kita hadapi  kita harus beriman dan yakin bahwa Allah itu Maha tidak lalai dengan apa yang kita hadapi dan perbuat. Dan Allah Maha Menolong hamba-hambanya yang beriman.”

Amin YRA. Allahu Akbar, Allah Maha Besar. Terima kasih banyak ustad. Diskusi di atas, memperkuat tugas kita sebagai guru. Kita dapat melangkah pasti, dengan kasih sayang dan kesabaran, siswa yang patah semangat dapat kita bantu hingga dia tak ingin seperti itu lagi. Marilah kita berbuat yang terbaik dalam hidup ini, Insya Allah tidak ada yang sulit. Bagaimanapun kita harus sabar, secara bertahap Insya Allah kita bisa. Dari pegalaman melayani siswa yang patah semangat, Alhamdulillah sehari, 2 hari, seminggu, 2 minggu, siswa itu akhirnya berubah dan bahkan dia lebih disiplin dibanding teman-temannya yang suka mengejeknya. Proses belajarnya makin bagus, interaksi dengan teman makin leluasa, hasil belajarnya menunjukkan kemajuan yang pesat, alhamdulillah.

Insya Allah mulai siang ini saya dapat melayani siswa yang akan mengikuti olimpiade kimia. Nilai kimianya kurang bagus, selalu remidi, masih kelas X. Saya tidak berharap banyak, namun antusiasnya untuk menyenangkan guru dan sekolahnya sangat saya hargai. Itulah salah satu sebabnya saya akan jalankan tugas ini, anak ini memiliki modal berani menghadapi tantangan, ingin bisa kimia, sehingga tidak remidi lagi.

Rekan Guraru demikian artikel pagi ini yang dapat saya sharingkan, Insya Allah bermanfaat. Selamat berjuang, Insya Allah sukses.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (5)

  1. vote up yang ingin selalu bersemangat
    ajak anak-anak untuk ikut lomba, maka mereka akan merubah dirinya untuk lebih inten belajar
    hasil tidak begitu penting, namun untuk menuju kesuksesan itu adalah pembelajaran yang luar biasa … semangat 😉

  2. Benar pak Isna, terima kasih responnya. Apapun yang terjadi, kita tak boleh patah semangat, siswa saja berani menghadapi tantangan. Salam perjuangan. Pak Subakri, terima kasih atas respon, motivasi dan votenya. Nih saya sedang membimbing siswa. Selamat berkarya, salam sukses.

  3. Iya bu Yetty, kita harus terus bersemangat mendidik mereka dengan kasih sayang, Insya Allah rezky tak lari ke mana. Sekarang saya layani siswa yg tak punya dana, ternyata dia ajak teman yg kaya dan berminat, saya diberi 100 ribu, dan Minggu depan minta bimbingan lagi seminggu 2 x, alhamdulillah. Terima kasih responnya bu, ayo berjuang, saya Insya Allah dapat mendampingi perjuangan ibu dan Guraru lainnya. Salam perjuangan bu, terima kasih responnya.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar