2

Jangan Terlena (0)

Dyna Rukmi Harjanti Soeharto April 7, 2021

            Sepekan yang lalu di sebuah grup yang saya ikuti ada yang merilis berita bahwa Banyuwangi sudah berada di zona kuning. Semua menyambut gembira kabar baik ini, berharap bahwa pandemi ini segera berlalu dan semua aktivitas bisa diakukan dengan normal. Tetapi per tanggal 3 April kemarin, kepala Puskesmas di kecamatan tempat saya tinggal merilis perkembangan terbaru bahwa Banyuwangi kembali menjadi zona oranye. Subhanallah.

            Setelah setahun pandemi menyapa, tampaknya masyarakat mulai bosan. Apalagi sekarang berita tentang jumlah penderita covid-19 tidak lagi dirilis setiap hari, sehingga banyak orang yang abai terhadap pelaksanaan protokol kesehatan. Bahkan mertua saya yang sudah sepuh itu pernah bertanya,

            “Corona ini masih ada atau sudah pergi ya? Kok sekarang tidak segencar dulu pemberitaannya?”

            “Masih Bu, kita tetap harus hati-hati.”

            Begitulah, karena pemberitaan semakin sedikit, maka tingkat kewaspadaan masyarakat menurun drastis. Kerumunan sudah menjamur lagi. Tempat-tempat wisata sudah mulai ramai, mall dan pusat perbelanjaan mulai buka sampai malam lagi. Tempat cuci tangan sudah kekurangan peminat, tidak ada yang mendatangi, bahkan sekarang bisa dihitung orang yang disiplin memakai masker. Dua hari yang lalu di lingkungan tempat tinggal saya diadakan pengajian rutin bulanan. Dari sekitar 50 orang yang datang, saya sendiri yang memakai masker. Yang lain sudah lupa membawanya. Ada juga yang membawa tetapi tidak dipakai dengan benar. Malah ada yang mengolok saya terlalu disiplin he..he..he… Miris.

            Memang, sudah setahun kita tidak bisa beraktivitas dengan normal seperti dahulu, semua serba dibatasi. Berita korban meninggal berseliweran membuat kita khawatir. Sekarang, berita tentang covid mulai berkurang, seyogyanya kita tidak boleh terlena. Mungkin memang yang terlihat di permukaan korban covid ini sudah jauh berkurang dibandingkan beberapa waktu yang lalu. Tetapi kenyatannya belum tentu begitu. Karena bisa jadi orang yang merasa dirinya terpapar virus tidak memeriksakan diri ke tempat rujukan, dan hanya melakukan isolasi mandiri dan pengobatan sendiri. Banyak yang seperti ini dan itu bisa saja orang yang kita kenal dan pernah melakukan kontak dengan kita.  Dan lagi, pemberitaan memang sudah tidak segencar dulu, hanya saja penderita covid-19 masih banyak, termasuk orang-orang yang saya kenal.

            Maka jalan satu-satunya yang harus kita lakukan di masa yang serba tidak jelas begini adalah tetap waspada dan jangan terlena. Virus ini masih ada dan berkeliaran dengan bebas. Dia akan menyerang tanpa pandang bulu. Kita harus tetap menjaga imunitas tubuh kita tetap kuat agar virus tidak mudah menyerang. Dan yang paling penting adalah tetap menjalankan protocol kesehatan dimana pun kita berada. Jangan pernah remehkan,

            “Ah, mana mungkin saudaraku menulariku.”

            “Ah, masa sih di lingkungan kita ada yang tertular?” dan komentar-komentar menyesatkan semacam itu.

            Intinya, jangan pernah terlena dengan kondisi yang terlihat baik-baik saja. Waspada itu tetap sangat diperlukan, minimal kita terapkan pada diri dan keluarga kita sendiri.

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar