3

Jalan-jalan Berdakwah (0)

Supadilah S.Si December 7, 2020

Dakwah Lewat Sepak Bola

Bahkan dakwah bisa dilakukan di lapangan hijau. Salah  satu pesepak bola muslim yang terkenal adalah Mohamed Salah. Saat ini bermain sebagai striker klub besar Liverpool, Salah menjadi teladan dalam berdakwah. Penampilannya yang penuh prestasi dengan sendirinya menjadi dakwah itu sendiri. Kalem, disiplin, tidak banyak ulah, dan jauh dari hedonisme seperti pemain bola top kebanyakan menjadikan pemain kelahiran Mesir 1992 itu jadi role model bagi muslim dan semua orang. Salah satu prestasi Mo Salah adalah berhasil mencatat rekor dengan menorehkan lebih dari 50 gol selama bergabung bersama Liverpool. Seringkali, Salah melakukan selebrasi sujud usai mencetak gol. Setidaknya dengan begitu orang jadi tahu bahwa dia seorang muslim. Bagi saya, itu sudah termasuk dakwah. Terutama, dakwah yang terpenting adalah dengan akhlaknya yang baik dan prestasinya. Salah tidak sendiri. Banyak pesepakbola lainnya yang juga turut mengharumkan nama islam berkat prestasi mereka seperti Sadio Mane, Emre Can, Mesut Oziel, Frank Ribery, dan lainnya. Di Indonesia cerita seperti itu pun ada. Bagi kita penikmat sepak bola tentu ingat dengan khas selebrasi sujud yang dilakukan timnas kita. Slebrasi sujud usai mencetak gol mulai populer saat timnas U-19 yang kala itu dilatih oleh Indra Sjafri. Evan Dimas dan kawan-kawan saat itu berhasil mencetak prestasi dengan menjadi juara Piala AFF U-19 2013. Timnas U-19 juga berhasil mengalahkan Korea Selatan. Bahkan lahir kalimat hebat yang keluar dari Evan Dimas bahwa “Semua bisa dikalahkan, kecuali Tuhan”.

Bertarung Untuk Kemuliaan Islam

Nama Khabib Nurmagedov tengah populer setelah mengalahkan Conor McGregor pada Oktober 2018. Penuh emosi karena menjelang laga McGregor banyak menyinggung agama sang Khabib dengan mengiming-imingkan minuman alkohol yang dalam agama sang Khabib merupakan hal yang terlarang. McGregor juga mengeluarkan kata-kata rasis yang membuat Khabib meradang. Beruntung, Khabib berhasil membungkam mulut McGregor dengan meng-KO di atas ring. Begitulah cara dakwah yang dilakukan muslim asal Rusia ini. Tidak perlu banyak bicara omong kosong, namun dibuktikan dengan prestasi yang mengagumkan.

Dakwah Lewat Komik

Salah satu cara kreatif dalam berdakwah adalah melalui komik yang dilakukan oleh VBI Djenggotan. Beberapa komik itu diantaranya 55 Mutiar Akhlak Islam, 5 Pesan Damai, 33 Pesan Nabi, dan 99 Pesan Nabi. Isi komiknya sederhana namun sarat dengan nilai-nilai baik dari ajaran islam. Kisahnya penuh hikmah dan inspirasi. Meskipun lucu, sering membuat kita terharu. Dan merasa baru disadarkan tentang ajaran agama. ajaran agama disampaikan dengan ringan dan tanpa menggurui.

Dakwah Lewat Tulisan

Sesungguhnya dakwah bisa dilakukan dengan tulisan. Banyak penulis yang sudah mendermakan dirinya untuk urusan dakwah ini. Mereka fokus dan konsentrasi menyampaikan kebaikan-kebaikan dengan pena. Sebut saja Habiburrahman El Shirazy, Helvy Tiana Rossa, Asma Nadia, Taufik Ismail, Andrea Hirata, atau Tere Liye. Gol A Gong pemilik Rumah Dunia di Serang Banten juga telah melahirkan ratusan buku yang berisikan perjuangan melawan korupsi, kebodohan, dan kezaliman.  Juga banyak lagi para penulis yang melakukan dakwah lewat tulisan melalui surat kabar, blog, sosial media, dan lainnya.

Tantangan Dakwah

“Jalan dakwah tidak ditaburi bunga-bunga harum, tetapi merupakan jalan sukar dan panjang. Sebab antara yang haq dan batil ada pertentangan yang nyata. Dakwah memerlukan kesabaran dan ketekunan memikul beban berat” Syekh Musyafa Masyhur. Berdakwah pasti ada tantangannya. Bahkan tantangannya itu tidak sedikit. Dakwah lewat tulisan misalnya, tantangannya bisa berupa sepinya pembaca atau peminat tulisan kita. Sesuai dengan kaidah jurnalistik yang berlaku bahwa bad news good news. Berita buruk biasanya ramai pembaca. Satu postingan tentang keburukan biasanya ramai viewersnya daripada satu postingan tulisan tentang kebaikan. Termasuk dalam hal ini tulisan atau berita hoax yang biasanya menjadi viral karena pastilah ada pro dan kontra dalam menyikapi berita tersebut. Ditambah daya baca masyarakat kita yang masih kurang, berdakwah lewat tulisan memiliki tantangan yang membutuhkan kesabaran.

Seorang da’i atau pendakwah tidak akan tergiur hanya demi mendapatkan banyaknya pembaca. Seorang da’i memperbaiki kondisi dan situasi, bukan mengeruhkannya. Sebab, banyak orang yang mengaku da’i tetapi pekerjaannya bahkan memperkeruh dan memperburuk Islam, dan mereka mengira perbuatannya itu perbuatan baik.

Sehingga, sangat penting dalam memurnikan niat menulis itu itu sendiri.  Jika menulis sudah diniatkan dakwah, maka seseorang itu akan tetap menulis meskipun tulisannya hanya sedikit pembacanya atau bahkan tiak ada sama sekali. Baginya tidak masalah. Karena tidak ada pekerjaan yang sia-sia jika sudah diniatkan dakwah. Pasti ada balasan pahala dari Allah atas pekerjaannya itu.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar