1

Inovasi Pendidikan (0)

Alfina Nurcahyani March 22, 2021

BAB I
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Inovasi adalah suatu usaha perubahan dan pembaharuan menuju ke arah perbaikan, yang berbeda atau lain dari sebelumnya, yang dilakukan secara sengaja dan terencana. Inovasi tidak dapat terjadi secara kebetulan saja, melainkan adanya gagasan atau ide yang direncanakan secara matang untuk dapat mengatasi atau memecahkan suatu permasalahan. Inovasi pada umumnya dilakukan untuk meningkatkan nilai guna suatu barang atau jasa. Di era globalisasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat, kita hidup di tengah-tengah produk hasil inovasi. Baik itu dalam bidang teknologi, ICT, komputer, ekonomi, dsb.
Pendidikan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sadar oleh peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pelatihan dan pengajaran untuk menyiapkan masa depan peserta didik. pendidikan memberikan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan moral sebagai bekal peserta didik dalam menjalani kehidupannya di dalam masyarakat saat ia telah dewasa. Pendidikan yang baik harus dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman. Kemajuan zaman menuntut individu yang maju pula. Oleh karena itulah, untuk menyiapkan individu yang berkualitas yang mampu bersaing di zaman yang semakin maju, maka dituntutlah pendidikan yang berkualitas pula. Pola pendidikan lama tidak akan sesuai bila diterapkan dalam era globalisasi yang maju. Dibutuhkan perubahan dan pembaharuan (inovasi) dalam bidang pendidikan untuk memperbaiki kekurangan pendidikan yang ada sebelumnya. Selain itu, dengan adanya pelaksanaan inovasi di bidang pendidikan diharapkan mampu membawa pendidikan Indonesia ke arah yang lebih baik.

Rumusan Masalah
Apa itu inovasi?
Apa itu inovasi pendidikan?
Apa tujuan diadakannya inovasi pendidikan?
Apa saja masalah-masalah yang menuntut diadakannya inovasi pendidikan?
Apa saja upaya inovasi pendidikan yang telah diterapkan di Indonesia?
Apa saja tahap-tahap adopsi inovasi pendidikan?
Apa saja kendala-kendala dalam pelaksanaan inovasi pendidikan?
Apa saja faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar inovasi yang dilakukan tidak mengalami penolakan?

Tujuan
Untuk mengetahui pengertian inovasi.
Untuk mengetahui pengertian inovasi pendidikan.
Untuk mengetahui tujuan diadakannya inovasi pendidikan.
Untuk mengetahui masalah-masalah yang menuntut diadakannya inovasi pendidikan.
Untuk mengetahui upaya inovasi pendidikan yang telah diterapkan di Indonesia.
Untuk mengetahui tahap-tahap adopsi inovasi pendidikan.
Untuk mengetahui kendala-kendala dalam pelaksanaan inovasi pendidikan.
Untuk mengetahui faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar inovasi yang dilakukan tidak mengalami penolakan.

BAB II
PEMBAHASAN

Konsep Perubahan dan Inovasi
Berbicara mengenai inovasi, tidak lepas dari istilah invention dan discovery. Invention adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru, belum pernah ada, artinya hasil kreasi manusia. Sedangkan discovery adalah penemuan sesuatu, yang sebenarnya telah ada sebelumnya tetapi belum diketahui orang. Dengan demikian, inovasi dapat diartikan sebagai usaha menemukan sesuatu yang baru dengan jalan melakukan kegiatan invention dan discovery. Ibrahim mengatakan bahwa inovasi adalah penemuan yang dapat berupa suatu ide, barang, kejadian, metode yang diamati sebagai sesuatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang. Menurut Subandiyah, inovasi dilakukan dengan tujuan tertentu atau untuk memecahkan masalah. Proses dan tahapan perubahan itu ada kaitannya dengan masalah pengembangan (development), penyebaran (diffusion), diseminasi (dissemination), perencanaan (planning), adopsi (adoption), penerapan (implementation) dan evaluasi (evaluation).

Pengertian Inovasi
2.2.1 Pengertian Secara Umum
Secara Etimologi, Inovasi berasal dari kata dalam bahasa Latin innovation yang berarti pembaharuan dan perubahan. Sedangkan dalam bentuk kata kerja, inovasi dalam bahasa Latin innovo yang artinya memperbarui dan mengubah. Sehingga dapat disimpulkan bahwa inovasi adalah suatu perubahan yang baru yang menuju ke arah perbaikan, yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana (tidak secara kebetulan saja).
Kata kunci lainnya dalam pengertian inovasi adalah baru. Santoso S. Hamijoyo dalam Cece Wijaya dkk (1992 : 6) menjabarkan bahwa kata baru diartikan sebagai apa saja yang belum dipahami, diterima atau dilaksanakan oleh si penerima pembaharuan, meskipun mungkin bukan baru lagi bagi orang lain. Akan tetapi, yang lebih penting dari “sifat baru” adalah sifat kualitatif yang berbeda dari sebelumnya. Kualitatif berarti bahwa inovasi itu memungkinkan adanya reorganisasi atau pengaturan kembali dalam bidang yang mendapat inovasi.
Di era globalisasi ini, kita hidup di tengah-tengah produk atau hasil inovasi. Ada inovasi di bidang pengetahuan, teknologi, ICT, ekonomi, pendidikan, sosial, dsb.
Inovasi dapat menjadi positif atau negatif. Inovasi positif didefinisikan sebagai proses membuat perubahan terhadap sesuatu dengan memberikan nilai tambah pada produk tersebut. Misalnya: inovasi dalam bidang teknologi komunikasi yaitu smartphone yang dapat mengidentifikasi kandungan makanan. Inovasi negatif terjadi apabila perubahan yang dilakukan justru tidak disukai oleh penerima inovasi atau tidak dapat diterima oleh penerima inovasi. Misalnya: Inovasi di bidang ekonomi berupa pemotongan nominal rupiah yang menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
2.2.2 Pengertian Menurut Para Ahli
Pengertian Inovasi menurut Everett M. Rogers
Mendefisisikan bahwa inovasi adalah suatu ide, gagasan, praktek atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi.

Pengertian Inovasi menurut Stephen Robbins
Mendefinisikan, inovasi sebagai suatu gagasan baru yang diterapkan untuk memprakarsai atau memperbaiki suatu produk atau proses dan jasa.

Pengertian Inovasi menurut Van de Ven, Andrew H
Inovasi adalah pengembangan dan implementasi gagasan-gagasan baru oleh orang dimana dalam jangka waktu tertentu melakukan transaksi-transaksi dengan orang lain dalam suatu tatanan organisasi.

Pengertian Inovasi menurut Kuniyoshi Urabe
Inovasi bukan merupakan kegiatan satu kali pukul (one time phenomenon),melainkan suatu proses yang panjang dan kumulatif yang meliputi banyak proses pengambilan keputusan di dan oleh organisasi dari mulai penemuan gagasan sampai implementasinya di pasar.

Pengertian Inovasi Pendidikan
2.3.1 Pengertian Secara Umum
Inovasi pendidikan berarti inovasi yang dilakukan di bidang pendidikan. Inovasi pendidikan adalah ide, gagasan, metode atau cara yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan atau untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan.
2.3.2 Pengertian Menurut Para Ahli
Menurut Ibrahim: Inovasi pendidikan adalah inovasi dalam bidang pendidikan atau inovasi untuk memecahkan masalah pendidikan. Jadi, inovasi pendidikan adalah suatu ide, barang, metode, yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seorang atau kelompok orang (masyarakat), baik berupa hasil inversi (penemuan baru) atau discovery (baru ditemukan orang), yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan atau memecahkan masalah pendidikan.
Menurut Hamijoyo: inovasi pendidikan adalah suatu perubahan yang baru dan kualitatif yang berbeda dari hal yang ada sebelumnya serta disengaja untuk diusahakan dalam meningkatkan kemampuan guna mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan

Tujuan Diadakannya Inovasi Pendidikan
Menurut Santoso (1974), tujuan utama inovasi, yakni meningkatkan sumber tenaga, uang dan sarana, termasuk struktur dan prosedur organisasi.
Tujuan inovasi pendidikan adalah meningkatkan efesiensi, relevansi, kualitas, dan efektifitas, sarana serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan sebesar-besarnya(menurut criteria kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunan), dengan jumlah yang sekecil-kecilnya.

Tujuan inovasi pendidikan Indonesia tahap demi tahap, yaitu:
Mengejar ketinggalan-ketinggalan yang di hasilkan oleh kemajuan-kemajuan ilmu dan teknologi sehingga makin lama pendidikan di Indonesia makin berjalan sejajar dengan kemajuan-kemajuan tersebut.
Mengusahakan terselenggaranya pendidikan sekolah maupun luar sekolah bagi setiap warga-warga Negara. Misalnya meningkatkan daya tamping usia sekolah SD,SLTP,SLTA dan perguruan tinggi. Di samping itu, akan diusahakan peningkatan mutu yang dirasakan makin menurun dewasa ini. Dengan system penyampaian yang baru, diharapkan peserta didik menjadi manusia yang aktif, kreatif, dan trampil memecahkan masalah sendiri.
Tujuan jangka panjang yang hendak dicapai ialah terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya.
Bila di rinci tujuan utama inovasi adalah :
Meningkatkan kualitas
Menciptakan pasar baru
Memperluas jangkauan produk
Mengurangi biaya tenaga kerja
Meningkatkan proses produksi
Mengurangi bahan baku
Mengurangi kerusakan lingkungan
Mengganti produk atau pelayanan
Mengurangi konsumsi energy
Menyesuaikan diri dengan undang-undang

Masalah-Masalah Yang Menuntut Diadakannya Inovasi Pendidikan
Inovasi dilakukan ketika ditengarai adanya masalah. Masalah-masalah yang menuntut diadakan inovasi pendidikan di Indonesia, yaitu :
Perkembangan ilmu pengetahuan menghasilkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehidupan social, ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan bagsa Indonesia. Sistem pendidikan yang dimiliki dan dilaksanakan di Indonesia belum mampu mengikuti dan mengendalikan kemajuan-kemajuan tersebut sehingga dunia pendidikan belum dapat menghasilkan tenaga-tenaga pembangun yang terampil, kreatif, dan aktif sesuai dengan tuntutan dan keinginan masyarakat.
Laju eksplosi penduduk yang cukup pesat, yang menyebabkan daya tampung, ruang, dan fasilitas pendidikan yang sangat tidak seimbang.
Melonjaknya aspirasi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, sedangkan di pihak lain kesempatan sangat terbatas.
Mutu pendidikan yang disarankan makin menurun, yang belum mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Belum berkembang alat organisasi yang efektif, serta belum tumbuhnya suasana yang subur dalam masyarakat untuk mengadakan perubahan-perubahan yang dituntut oleh keadaan sekarang dan yang akan datang.
Kurang ada relevansi antara program pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun
Keterbatasan dana.

Sebagaiman yang dikatakan, bahwa keberhasilan pelaksanaan hasil inovasi pendidikan sangat tergantung pada kondisi sekolah untuk menerima dan mengasimilasi mentalitas inovasi dari pihak yang terkait dalam penyebaran, penerapan dan pelaksanaan hasil inovasi pendidikan. Kegiatan penyebaran hasil inovasi ini disebut dengan istilah diffusion/difusi. Difusi dan inovasi adalah dua kegiatan yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain.

Inovasi adalah suatu gagasan atau praktek yang diterima sebagai sesuatu yang baru dengan adopsi bagian-bagian secara potensial. Sedangkan difusi (penyebaran) adalah proses pengembangan praktek dan gagasan melalui system social. Oleh karena itu, agar hasil inovasi tersebut dapat tersebar secara luas, maka pihak yang terkait dengan kurikulum atu pendidikan dapat memperlancar jalannya proses difusi tersebut. Jalur komunikasi dapat ditempuh baik dengan cara berkomunikasi antar guru, kepala sekolah, penilik sekolah serta orang lainnya. Sedangkan yang secara informal dapat dilakukan melalui artikel-artikel yang berkenan dengan masalah inovasi yang akan didifusikan (disebarluaskan).

Inovasi ini sengaja diciptakan oleh atasan sebagai usaha untuk meningkatkan mutu pendidikan atau pemerataan kesempatan untuk memperoleh pendidikan, ataupun sebagai usaha untuk meningkatkan efisiensi dan sebagainya. Inovasi seperti ini dilakukan dan diterapkan kepada bawahan dengan cara mengajak, menganjurkan dan bahkan memaksakan apa yang menurut pencipta itu baik untuk kepentingan bawahannya. Dan bawahan tidak punya otoritas untuk menolak pelaksanaanya.
Contoh inovasi yang dilakukan oleh depdiknas selama beberapa dekade terakhir ini, seperti cara belajar siswa aktif (CBSA), guru pamong, sistem pengajaran modul, sistem belajar jarak jauh dll.

Pembahasan tentang model “Top-Down” dan “bottom-up” telah banyak dilakukan oleh para peneliti dan para ahli pendidikan. Sudah banyak pembahasan tentang inovasi pendidikan yang dilakukan misalnya perubahan kurikulum dan proses belajar mengajar. White (1988:136-156) misalnya menguraikan beberapa aspek yang berkaitan dengan inovasi seperti tahapan-tahapan dalam inovasi, karakteristik inovasi, manajemen inovasi dan sistem pendekatannya.

Jenis strategi inovasi yang ketiga adalah normative (pendidikan yang berulang) adalah suatu strategi inovasi yang didasarkan pada pemikiran para ahli pendidikan seperti Sigmund freud, john dewey, kurt lewis dan beberapa pakar lainnya(cece wijaya 1991), yang menemukan bagaimana klien memahami permasalahan pembaharuan seperti perubahan sikap, skill, dan nilai-nilai yang berhubungan dengan manusia.

Inovasi sebagai suatu ide, gagasan, praktik atau objek/benda yang disadari dan diterima sebagai suatu hal yang baru oleh seseorang atau kelompok untuk diadopsi. Oleh sebab itu, inovasi pada dasarnya merupakan pemikiran cemerlang yang bercirikan hal baru ataupun berupa praktik-praktik tertentu ataupun berupa produk dari suatu hasil olah pikir dan teknologi yang diterapkan melalui tahapan tertentu yang diyakini dan dimaksudkan untuk memecahkan persoalan yang timbul dan memperbaiki suatu keadaan tertentu ataupun proses tertentu yang terjadi di masyarakat.

Upaya Inovasi Pendidikan Yang Telah Diterapkan Di Indonesia
Proyek Perintis Sekolah Pembangunan
Proyek ini dimaksudkan untuk mencoba bentuk sistem persekolahan yang komprehensif dengan nama Sekolah Pembangunan. Selain itu, secara umum kerangka sistem pendidikan ini digariskan dalam Surat Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0172 Tahun 1974. Dalam surat keputusan itu terdapat beberapa pokok pikiran mengenai hakikat sekolah pembangunan, yang menyangkut relevansi sekolah dengan kebutuhan masyarakat, yaitu:
Adanya integrasi antara sekolah dan masyarakat serta pembangunan
Sekolah menghasilkan tenaga terdidik sehingga dapat menjadi tenaga kerja yang produktif.
Sekolah menghasilkan manusia yang terdidik dengan pengertian kesadaran ekologi, baik lingkungan sosial, fisik, maupun biologis.
Sekolah menyelenggarakan pendidikan yang menyenangkan, merangsang sesuai dengan tuntutan zaman untuk pendidikan watak, pengetahuan, kecerdasan, keterampilan, kemampuan berkomunikasi dan kesadaran ekologi.
Sekolah menciptakan keseimbangan fisik, emosional intelektual, kultural dan spiritual, serta keseluruhan pembangunan masyarakat.
Sekolah memberikan sumbangan bagi ketahanan nasional dan ikut serta dalam pembangunan masyarakat.
Konsepsi Sekolah Pembangunan disebarluaskan ke sekolah di Indonesia pada tahun 1974. Tampaknya konsepsi ini masih perlu dikembangkan melalui proses penelitian dan percobaan yang dilakukan secara sistematis. Oleh karena itu, disusun “Master Design Pembaharuan Pendidikan Melalui PPSP” yang kemudian diperkuat dengan keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 041 Tahun 1974 tentang landasan, tujuan, strategi, proses dan tata-kerja pembaharuan pendidikan.
PPSP adalah salah satu proyek dalam rangka program pendidikan yang ditugaskan untuk mengembangkan satu sistem pendidikan dasar dan menengah (Surat Keputusan Menteri 0141 Tahun 1974) yang:
Efektif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat dan individu yang diwujudkan melalui program pendidikan yang sesuai.
Merupakan dasar bagi pendidikan seumur hidup
Efisiensi dan realistis, sesuai dengan tingkat kemampuan pembiayaan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Pembelajaran Sistem Modul
Modul adalah suatu satuan program belajar-mengajar, yang dapat dipelajari oleh murid dengan ketentuan yang minimal dari pihak guru. Satuan program ini berisikan tujuan yang harus dicapai secara praktis, petujuk-petujuk yang harus dilakukan, materi dan alat-alat yang dibutuhkan, alat penilaian guru yang mengukur keberhasilan murid dalam mengerjakan modul.
Modul sebagai suatu sistem penyampaian merupakan suatu unit kecil program penyampaian yang dapat dipelajari oleh peserta didik. peserta didik harus menguasai suatu unit bahan pelajaran sebelum mereka beralih ke unit berikutnya.
Badan Penelitian dan Pengembangan Kebudayaan (BP3K) memilih modul sebagai satu sistem penyampaian materi, dengan alasan:
Modul mempunyai potensi untuk menyelesaikan masalah pemerataan pendidikan karena modul memungkinkan siswa belajar sendiri tanpa bergantung pada tempat dan waktu. Modul memungkinkan siswa belajar tanpa harus mengikuti pelajaran di kelas, memungkinkan orang dewasa mengambil program yang sesuai dengan minat dan kepentingannya, tanpa harus mengikuti pelajaran yang terikat.
Modul mempunyai potensi untuk meningkatkan mutu pendidikan.sistem pengajaran dengan modul menekankan bahwa setiap siswa harus dapat mencapai tingkat penguasaan tertentu (mastery learning). Apabila 75 persen siswa tidak dapat menguasai tingkat penguasaan minimum maka modul harus diulang oleh siswa dengan bimbingan guru. Dalam hal ini, Bloom menyarankan 90 persen dari siswa. Hal ini berarti jaminan mutu pendidikan secara merata dapat dijaga.
Modul mempunyai potensi untuk meningkatkan relevansi pendidikan.
Modul berorientasi kepada tujuan yang direncanakan dengan seksama supaya memungkinkan terjadinya relevansi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat.
Modul mempunyai potensi untuk meningkatkan efisiensi penggunaan waktu dan fasilitas sebab dengan modul memungkinkan guru membantu dan memperbaiki siswa selama dia belajar. Guru secara cepat dapat mengetahui penyebab siswa mengalami kesulitan dan tingkat kemampuan yang dapat dicapai siswa tiap periode. Jika siswa mendapat kesulitan atau gagal, akan diberi remedial sesuai dengan yang diharapkan. Sedangkan bagi siswa yang telah menguasai modul, akan diberikan pengayaan sehingga tidak dirugikan oleh keterlambatan teman-temannya.

Proyek Pamong
Pamong adalah singkatan dari Pendidikan Anak oleh Masyarakat, Orang Tua, dan Guru. Proyek ini diuji-cobakan di tingkat sekolah dasar pada Kecamatan Kebakramat (Kleurahan Alastimo, Banjarhardjo, Malanggaten dan Kebak) di Kabupaten Karanganyer, Solo
Tujuan proyek pamong, yaitu:
Membantu anak-anak yang tidak sepenuhnya dapat mengikuti pendidikan sekolah, atau membantu siswa yang drop-out
Membantu anak-anak yang tidak mau terikat oleh tempat dan waktu dalam belajar, oleh karena dapat belajar sambil menggembala ternak, waktu istirahat, dll.
Mengurangi penggunaan tenaga guru sehingga rasio guru.
Dengan meningkatkan pemerataan kesempatan belajar, dengan pembiayaan yang sedikit dapat ditampung sebanyak mungkin siswa.
Proyekeksperimentasi ini berakhir pada tahun 1976. Sistem penyampaian yang digunakan dengan pemakaian modul. Setiap siswa dapat mengambil modul di Pusat Pendidikan Masyarakat (Pusdikmas). Di Pusdikmas ini, ada guru profesional yang mengelola pendidikan siswa. Anak dapat belajar sendiri dengan bantuan orang-tua, atau tutor (seorang siwa yang lebih tinggi tingkat belajarnya) atau anggota masyarakat yang mempunyai kecakapan khusus.
Jadi dengan sistem pamong ini siswa dapat belajar sendiri dengan bimbingan tutor, atau anggota masyarakat, serta bimbingan orang tua. Pengajaran yang diberikan memperhatikan kesanggupan anak.

SMP Terbuka
Sekolah Menengah Pertama Terbuka (SMPT) adalah sekolah menengah umum tigkat pertama, yang kegiatan belajarnya sebagian besar diselenggarakan di luar gedung sekolah dengan cara penyampaian pelajaran melalui berbagai media, dan interaksi yang terbatas antara guru dan murid.

Pembaharuan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan
Tujuan dan sasaran pembaruan Sistem Pendidikan Tenaga Kependidikan diarahkan untuk menunjag pembangunan bangsa pada khususnya dan peningkatan kualitas hidup manusia pada umumnya. Sedangkan, sasaran-sasaran pendidikan tenaga kependidikan adalah sebagai berikut:
1.      Pengadaan tenaga kerja kependidikan dalam jumlah dan kualifikasi yang tepat.
2.      Pengembangan dan pembaruan Ilmu Kependidikan
3.      Perencanaan dan pembangunan terpadu.

Pergantian Kurikulum
Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 disetujui oleh Mentri Pendidikan dan Kebudayaan untuk secara nasional dilaksanakan bertahap mulai tahun pengajaran 1976 dengan catatan, bahwa bagi sekolah-sekolah yang menurut penilaian kepala perwakilan telah mampu, diperkenankan melaksanakannya mulai tahun 1975. Tujuan utama Kurikulum 1975 adalah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
Kurikulum 1984
Perbaikan kurikulum ini dilaksanakan sesuai dengan Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0461/U/1983 tahun 1983 tanggal 23 Oktober. Pembenahan kurikulum ini diharapkan dapat memberikan peluang yang lebih besar kepada siswa untuk memperoleh pendidikan yang sesuai dengan bakat, minat, kebutuhan dan kemampuannya.
Kurikulum 1994
Ciri yang membedakan Kurikulum 1994 dengan kurikulum sebelumnya, ada pada pelaksanaan tentang pendidikan dasar sembilan tahun, memberlakukan kurikulum muatan lokal serta penyempurnaan tiga kemampuan dasar; membaca, menulis dan menghitung (3 M) yang fungsional.

Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA)
Adalah suatu program yang menuntut ke-aktifan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga pembelajaran tidak hanya berorientasi pada guru yang menjelaskan materi. Namun, juga menuntut keterlibatan siswa aktif dalam kegiatan belajar-mengajar, seperti tanya-jawab, diskusi, dsb.

Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI)
Program RSBI merupakan program pendidikan berorientasi internasional yang diadakan agar siswa Indonesia dapat menikmati pendidikan seperti pendidikan di luar negeri. Tentu saja pada program ini, dalam penyampaian materi pelajaran menggunakan bahasa Inggris. Hanya beberapa sekolah saja yang dapat menyelenggarakan program RSBI ini.

Akselerasi
Akselerasi merupakan program kelas percepatan. Dimana anak atau siswa yang telah loloh seleksi tertentu akan menempati sebuah kelas khusus dimana mereka akan menempuh pendidikan dengan lebih cepat dibandingkan anak lain pada umumnya. Program akselerasi ini ditujukan untuk menyalurkan kemampuan anak-anak dengan tingkat intelegensi di atas rata-rata teman sebayanya.

Pemerataan Pendidikan
Pemerataan pendidikan dilakukan dengan tujuan agar seluruh wilayah di Indonesia, terutama daerah 3T(Terdepan, Terbelakang dan Tertinggal) dapat merasakan pendidikan yang sama dengananak-anak di daerah lain. Program ini memiliki banyak jenis dan nama dengan ketentuan program yang berbeda. Contohnya: Program afirmasi, PPGT, dsb.

Indonesia Mengajar
Indonesia Mengajar adalah inovasi pendidikan yang dicetuskan oleh Menteri Pendidikan, Anies baswedan untuk pemerataan mutu pendidikan Indonesia. Program ini memfasilitasi pengajar-pengajar muda dengan hati yang teguh untuk mengabdikan diri memberikan pendidikan yang berkualitas untuk anak-anak di daerah tertinggal. Mereka telah dilatih dan dibimbing sebelum diberangkatkan ke daerah dengan mutu pendidikan yang rendah di Indonesia.

Tahap-Tahap Adopsi atau Penerapan Inovasi Pendidikan
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa inovasi merupakan usaha pembaharuan terhadap sesuatu yang belum atau telah ada ke arah yang lebih baik. Hasil kegiatan inovasi tersebut akan diadopsi atau diterapkan dalam pemecahan suatu masalah yang timbul. Misalnya, apabila pada waktu kurikulum sekolah tidak lagi memiliki relevansi terhadap kebutuhan masyarakat, maka perlu diadakan pembaharuan terhadap beberapa komponen kurikulum yang bersangkutan. Berikut tahapan-tahapan dalam penerapan inovasi pendidikan:
Eksplorasi
Adalah tahap dimana seseorang bereksplorasi mengenai ide-ide, gagasan atau hal-hal baru untuk menciptakan suatu inovasi
Antisipasi
Adalah tahap dimana pencipta inovasi membayangkan setiap kemungkinan yang akan terjadi bila inovasi tersebut diterapkan
Penanganan (management)
Adalah tahap pelaksanaan inovasi secara langsung, bagaimana pelaksana inovasi berperan dalam memanage inovasi agar dapat diterapkan
Adaptasi (Penyesuaian)
Tahap penyesuaian inovasi dengan seluruh objek inovasi
Kerjasama (Collaboration)
Tahap untuk meningkatkan pengaruh inovasi pada objek inovasi secara maksimal
Perhitungan (Extrapolation)
Tahap penilaian terhadap keunggulan dan kelemahan inovasi.

Kendala-Kendala Dalam Pelaksanaan Inovasi Pendidikan
Kendala-kendala yang mempengaruhi keberhasilan usaha inovasi pendidikan seperti inovasi kurikulum, antara lain:
Perkiraan yang tidak tepat terhadap inovasi
Konflik dan motivasi yang kurang sehat
Lemahnya berbagai faktor penunjang sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya inovasi yang dilakukan
Keuangan (financial) yang tidak terpenuhi
Penolakan dari kelompok tertentu atas hasil inovasi
Kurang adanya hubungan sosial dan publikasi

Faktor-Faktor Yang Perlu Diperhatikan Agar Inovasi Yang Dilakukan Tidak Mengalami Penolakan
Ada beberapa hal yang mengakibatkan inovasi sering ditolak atau tidak diterima oleh para pelaksana inovasi di lapangan atau di sekolah, antara lain sebagai berikut:
Sekolah atau guru tidak dilibatkan dalam proses perencanaan, penciptaan, bahkan pelaksanaan inovasi tersebut, sehingga ide baru atau inovasi tersebut dianggap oleh guru atau sekolah bukan miliknya, dan merupakan kepunyaan orang lain yang tidak perlu dilaksanakan, karena tidak sesuai dengan keinginan atau kondisi sekolah mereka.
Guru ingin mempertahankan sistem atau metode yang mereka lakukan sekarang, karena sistem atau metode tersebut telah mereka laksanakan bertahun-tahun dan tidak ingin diubah. Di samping itu sistem yang mereka miliki dianggap oleh mereka memberikan rasa aman atau kepuasan serat sudah baik sesuai dengan pikiran mereka.
Inovasi yang baru dibuat oleh orang lain terutama dari pusat (khususnya Depdiknas) belum sepenuhnyamelihat kebutuhan dan kondisi yang dialami oleh guru dan siwa.
Inovasi yang diperkenalkan dan dilaksanakan yang berasal dari pusat merupakan kecenderungan sebuah proyek dimana segala sesuatunya ditentukan oleh pencipta inovasi dari pusat.inovasi ini bisa terhenti kalau proyek itu selesai atau kalau finansial dan keuangannya sudah tidak ada lagi. Dengan demikian pihak sekolah atau guru hanya terpaksa melakukan perubahan sesuai dengan kehendak para inovator di pusat dan tidak punya wewenang untuk merubahnya.
Kekuatan dan kekuasaan pusat yang sangat besar sehingga dapat menekan sekolah atau guru malaksanakan keinginan pusat., yang belum tentu sesuai dengan kemauan merekadan situasi sekoalah mereka.
Untuk mengatasi masalah dan kendala tersebut, ada beberapa faktor yang perlu mendapat perhatian agar inovasi pendidikan dapat berjalan baik, antara lain:
Guru
Dalam pelaksanaan inovasi pendidikan, guru merupakan komponen yang sangat penting. Keberhasilan pelaksanaan inovasi bergantung pada guru sebagai pelaksana inovasi. Jika guru menolak untuk melaksanakan inovasi, maka inovasi tidak dapat diterapkan. Oleh karena itu, pada dasarnya dalam penciptaan inovasi pendidikan, peran guru seharusnya dilibatkan karena guru adalah pihak yang paling megerti situasi dan kondisi belajar-mengajar. Selain itu, guru jugalah yang paling mengerti kesulitan-kesulitan diterapkannya inovasi.
Siswa
Siswa sebagai objek utama dalam pendidikan, sangat berperan penting dalam berhasil atau tidaknya inovasi dijalankan. Karena siswa berperan sebagai penerima pelajaran, pemberi materi pembelajaran pada temannya, petunjuk bagi guru dalam keberhasilan pendidikan. Oleh karen itu, dalam mamperkenalkan inovasi pendidikan sampai dengan penerapannya, siswa perlu diajak atau dilibatkan sehingga mereka tidak saja menerima dan melaksanakan inovasi tersebut, tetapi juga mengurangi resistensi.
Kurikulum
Kurikulum merupakan program pengajaran dan perangkatnya yang menjadi pedoman dalam pelaksanaan pendidikan dan pengajaran di sekolah. Oleh karena itu, kurikulum dianggap sebagai bagian yang penting dalam pelaksanaan inovasi. Tanpa adanya kurikulum dan tanpa mengikuti program-program yang ada di dalamnya, maka inovasi pendidikan tidak akan berjalan sesuai tujuan.
Fasilitas
Fasilitas, termasuk sarana dan prasarana pendidikan, tidak bisa diabaikan dalam proses pendidikan khususnya dalam proses belajar-mengajar. Dalam pembaharuan pendidikan, tentu saja fasilitas merupakan hal yang ikut mempengaruhi kelangsungan inovasi yang akan diterapkan. Tanpa adanya fasilitas, maka pelaksanaan inovasi pendidikan akan bisa dipastikan tidak bisa berjalan dengan baik.
Lingkup Sosial Masyarakat
Dalam menerapkan inovasi pendidikan , ada hal yang secara tidak langsung terlibat dalam perubahan tersebut tapi bisa membawa dampak, baik positif maupun negatif., dalam pelaksanaan pembaharuan endidikan. Masyarakat secara langsung ataupun tidak langsung, sengaja maupun tidak sengaja, terlibat dalam pendidikan. Karena apa yang ingin dilakukan dalam pendidikan sebenarnya adalah mengubah masyarakat menjadi lebih baik terutama masyarakat dimana peserta didik itu berasal. Tenpa melibatkan masyarakat sekitarnya, inovasi pendidikan tentu akan terganggu, bahkan bisa merusak apabila mereka tidak diberitahu atau dilibatkan. Keterlibatan masyarakat dalam inovasi pendidikan sebaliknya akan membantu inovator dan pelaksana inovasi dalam melaksanakan inovasi pendidikan.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Inovasi adalah suatu perubahan yang baru yang menuju ke arah perbaikan, yang lain atau berbeda dari yang ada sebelumnya, yang dilakukan dengan sengaja dan berencana (tidak secara kebetulan saja).
Inovasi pendidikan adalah ide, gagasan, metode atau cara yang dirasakan atau diamati sebagai hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat) yang digunakan untuk mencapai tujuan tertentu dalam pendidikan atau untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan.
Tujuan Inovasi pendidikan adalah meningkatkan efesiensi, relevansi, kualitas, dan efektifitas, sarana serta jumlah peserta didik sebanyak-banyaknya, dengan hasil pendidikan sebesar-besarnya(menurut criteria kebutuhan peserta didik, masyarakat, dan pembangunan), dengan jumlah yang sekecil-kecilnya.
Masalah-masalah yang menuntut diadakannya inovasi pendidikan adalah Perkembangan ilmu pengetahuan menghasilkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi kehidupan social, ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan bagsa Indonesia; Laju eksplosi penduduk yang cukup pesat, yang menyebabkan daya tampung, ruang, dan fasilitas pendidikan yang sangat tidak seimbang; Melonjaknya aspirasi masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik, sedangkan di pihak lain kesempatan sangat terbatas; Mutu pendidikan yang disarankan makin menurun, yang belum mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi; Belum berkembang alat organisasi yang efektif, serta belum tumbuhnya suasana yang subur dalam masyarakat untuk mengadakan perubahan-perubahan yang dituntut oleh keadaan sekarang dan yang akan datang; Kurang ada relevansi antara program pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun; Keterbatasan dana.
Upaya inovasi pendidikan yang telah diterapkan di Indonesia adalah Proyek Perintis Sekolah Pembangunan, Pembelajaran Sistem Modul, Proyek Pamong, SMP Terbuka, Pergantian Kurikulum, Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA), Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI), Akselerasi, dan Indonesia Mengajar.
Tahap-tahap adopsi inovasi pendidikan adalah Eksplorasi, antisipasi, penanganan (management), adaptasi (Penyesuaian), kerjasama (Collaboration), perhitungan (Extrapolation).
Kendala-kendala dalam pelaksanaan inovasi pendidikan adalah perkiraan yang tidak tepat terhadap inovasi, konflik dan motivasi yang kurang sehat, lemahnya berbagai faktor penunjang sehingga mengakibatkan tidak berkembangnya inovasi yang dilakukan, keuangan (financial) yang tidak terpenuhi, penolakan dari kelompok tertentu atas hasil inovasi, kurang adanya hubungan sosial dan publikasi.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan agar inovasi yang dilakukan tidak mengalami penolakan adalah guru, siswa, kurikulum, fasilitas dan lingkup sosial.

DAFTAR PUSTAKA

Roesminingsih, MV.Prof.DR.M.Pd. dan Hadi Susarno, Lamijan, Drs. M.Pd., 2004, Teori dan Praktek Pendidikan, LPPIP FIP UNESA: Surabaya.
http://www.slideshare.net/adysetia1/inovasi-pendidikan-di-indonesia
http://www.slideshare.net/azura003/inovasi-pendidikan-di-indonesia-dan-pelaksanaannya
http://mujirahayu-muji.blogspot.co.id/
http://unindraenglishfaculty.blogspot.co.id/2013/09/metode-belajar-cbsa.html

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar