1

Inilah Waktu Mustajab (Dikabulkan) Doa (0)

Zubaili November 6, 2020

Sebagai muslim, kita dianjurkan untuk selalu berdoa kepada Allah SWT, sehingga kita tidak tergolong kedalam orang-orang yang sombong.

Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur’an:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke Neraka Jahanam dalam keadaan hina dina. (Q.S. Gafir: 60)

Cukup banyak dari kita, ketika menginginkan sesuatu hajat kita terpenuhi, cita-cita kita kesampean, dan yang belum dapat jodoh disegerakan bertemu ‘tulang rusuknya’, yang lagi sakit diberi kesembuhan, yang miskin diberikan harta berlimpah, dan lain sebagainya, solusinya adalah biasanya kita selalu berdoa kepada Allah SWT, disamping juga berusaha secara fisik. Kita berharap doa yang ini kita panjatkan diterima (dikabulkan) oleh Allah SWT.

Pada artikel sebelumnya saya sudah berbagi tentang penyebab doa tidak makbul, baca ( https://guraru.org/guru-berbagi/penyebab-doa-tidak-makbul/ )

pada artikel ini saya ingin berbagi tentang waktu yang mustajab (dikabulkan) doa sebagaimana yang telah dinukilkan didalam buku “Ahmad Syihabuddin Al Qulyubi, Kitab An-Nawaadir”

Baca juga: Penyesalan yang Tak Berfaedah

Sebagian Ulama berpendapat bahwa dalam satu hari terdapat 90 waktu yang diijabahkan (dikabulkan doa), yaitu antara lain:

  • Ketika azan dan iqamah
  • Keluar dari kamar mandi
  • Setelah wudhu
  • Setelah memasuki suatu tempat atau masjid dan ketika keluar dari sana
  • Ketika mengucap Aamiin mengiringi fatihah
  • Ketika mengucap “Sami’allaahu liman hamidah” Pada saat bangun dari ruku’
  • Ketika tasyahhud
  • Ketika di masjidil haram
  • Ketika di masjid Nabawi
  • Ketika di Mesjid Aqsha
  • Ketika sebelum zuhur
  • Sebelum dan sesudah masuk waktu zuhur
  • Waktu antara maghrib dan isya
  • Ketika mengkhatam Al-Qur’an
  • Ketika thawaf
  • Ketika imam duduk diantara dua khutbah
  • Pada malam lailatul qadar
  • Malam dan hari Jum’at
  • Pada waktu sahur,
  • Pada sepertiga malam yang akhir,
  • Dan lain-lain.

Akhirnya, sebagai penutup tulisan ini saya mengutip sebuah hadits dari Rasulullah saw, yang artinya:

” Tidak ada seorang muslim yang berdoa melainkan akan dikabulkan, ada kalanya disegerakan didunia, ada kalanya disimpankannya untuknya di akhirat. Dan ada kalanya digunakan untuk menghapuskan dosa-dosanya sesuai dengan kadar doa yang ia ucapkan selama ia tidak berdoa untuk dosa atau memutuskan tali persaudaraan ”.

Darihadist diatas, kita dapat mengambil satu iktibar, bahwa tidak semua apa-apa yang kita minta (doa) kepada Allah SWT baik perkara kecil maupun besar, tidak selalu baik untuk dikabulkan di dunia. Tetapi terkadang akan lebih baik apabila doa yang kita panjatkan tersebut diterima di akhirat kelak. Oleh karena itu, jangan bosan-bosan untuk terus berdoa (istiqamah).

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi penulis dan pembaca sekalian.

Salam Ukhuwah.

Baca juga: Bersabarlah, Jangan Mengeluh

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar