2

Ini Amalan yang Tidak Terputus Walau Sudah Meninggal (0)

Zubaili March 3, 2021

Dalam sebuah hadits Rasulullah Saw bersabda:

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال، إذا مات ابن ادم ان قطع عمله الا من ثلاث، صدقة جارية، او علم ينتفع به او ولد صالح يدعو له.

 “Dari Abi Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, bahwasanya Rasulullah Saw bersabda, Apabila meninggal dunia manusia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anan yang shalih yang selalu mendoakan orang tuanya.” (H.R Muslim).

Dalam hadits ini, Rasulullah Saw berpesan kepada kita, bahwa ada 3 amalan di dunia yang tidak akan terputus pahalanya. Artinya pahalanya terus mengalir walaupun manusia tersebut telah meninggal dunia.

  1. Sedekah Jariyah

Rasulullah Saw. Menyuruh umatnya untuk bersedekah dan jangan sampai menghindari sedekah. Apabila sampai menghindari sedekah, maka Allah Swt. Akan menahan anugerahNya. Sabda Nabi Saw:

“Janganlah kau simpan hartamu untuk menghindari sedekah, maka Allah Swt. Akan menahan Anugerah-Nya kepadamu, infakkanlah menurut kemampuanmu.” (HR. Bukhari).

Sedekah jariyah berasal dari kata”shadaqatun” yang artinya sedekah/pemberian. Sedangkan jariyah artinya mengalir. Sedekah jariyah berarti pemberian yang dapat digunakan secara terus menerus. Dan pahalanya akan terus mengalir apabila hanya mengharapakan ridha dari Allah Swt.

Contoh dari sedekah jariyah adalah membantu pembangunan sekolah/ madrasah, masjid, Menasah, mushalla, pesantren, tempat-tempat pengajian, dan lain sebagainya. Dan termasuk sedekah jariyah adalah mewakafkan tanah untuk kepentingan khalayak ramai (masyarakat). Sedekah jariyah harus dengan niat yang ikhlas, hanya semata mata mengharap ridha Allah SWT.

2. Ilmu yang Bermanfaat

Manusia diwajibkan untuk menuntut ilmu. Allah Swt pun menjanjikan akan mengangkat derajat Orang-orang yang berilmu sebagaimana dalam firman-Nya, dalam Surah al-Mujadilah ayat 11:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا قِيلَ لَكُمۡ تَفَسَّحُواْ فِي ٱلۡمَجَٰلِسِ فَٱفۡسَحُواْ يَفۡسَحِ ٱللَّهُ لَكُمۡۖ وَإِذَا قِيلَ ٱنشُزُواْ فَٱنشُزُواْ يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَٰتٖۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ ١١

Artinya:

“Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”

Imam Al-Ghazali dalam Bidayatul Hidayah menjelaskan ciri-ciri ilmu yang bermanfaat.

 والعلم النافع هو ما يزيد في خوفك من الله تعالى ويزيد في بصيرتك بعيوب نفسك ويزيد في معرفتك بعبادة ربك ويقلل من رغبتك في الدنيا ويزيد في رغبتك في الآخرة ويفتح بصيرتك بآفات أعمالك حتى تحترز منها ويطلعك على مكايد الشيطان وغروره

Artinya:

“Ilmu yang bermanfaat adalah menambah rasa takutmu kepada Allah, menambah kebijaksanaanmu dengan aib-aib dirimu, menambah rasa makrifat dengan beribadah kepada Tuhanmu, serta meminimalisasi kecintaanmu terhadap dunia, dan menambah kecintaanmu kepada akhirat, membuka pandanganmu atas perbuatan jelekmu, hingga kaudapat menjaga diri dari hal itu, serta membebaskanmu dari tipu daya setan,”

3. Doa Anak yang Shalih

Doa yang dipanjatkan oleh anak kepada orang tuanya akan terus mengalir manfaat dan kebaikan kepada orang tua nya, baik orang tuanya telah meninggal dunia ataupun masih hidup. Seorang anak yang shaleh akan selalu mengingat jasa orang tuanya. Jasa orang tua tak sanggup dibalas dengnan apapun, walaupun kita berdoa terus menerus 24 jam setiap hari. Dengan demikian mencari ridha dari orang tua sangat kita butuhkan sebagai seorang anak.

Dari Abdullah bin Umar RA, Rasulullah SAW bersabda: “Keridhaan Allah bergantung kepada keridhaan kedua orangtua dan murka Allah juga bergantung kepada murka kedua orang tua.” (HR At-Tirmidzi).

Allah SWT berfirman dalam surah Al-Ankabut ayat 8 disebutkan:

وَوَصَّيۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيۡهِ حُسۡنٗاۖ وَإِن جَٰهَدَاكَ لِتُشۡرِكَ بِي مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٞ فَلَا تُطِعۡهُمَآۚ إِلَيَّ مَرۡجِعُكُمۡ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ٨

Artinya:

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar