0

IMPLEMENTASI NILAI KEMANDIRIAN DI MASA PANDEMI COVID-19 DALAM RANGKA MENGUATKAN PENDIDIKAN KARAKTER (0)

Mahadir2519 November 15, 2021

Sebagai salah satu dari empat konsensus dasar bangsa Indonesia, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia) memiliki tanggung jawab yang besar untuk menjawab tantangan-tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia di masa sekarang ataupun di masa yang akan datang. Sebagai konsensus, NKRI memiliki kandungan nilai yang terdiri dari: kesatuan wilayah, nilai persatuan, dan nilai kemandirian. Ketiga nilai tersebut selanjutnya harus diterjemahkan atau diimplementasikan lagi dalam bentuk tindakan nyata untuk mengatasi persoalan kebangsaan.

Salah satu persoalan besar yang sementara dihadapi oleh bangsa Indonesia saat ini adalah pandemi Covid-19. Disadari atau tidak, pandemi Covid-19 telah menimbulkan beberapa dampak sosial negatif, terutama bagi peserta didik. Masalah-masalah yang dimaksud meliputi: putus sekolah, penurunan capaian belajar, kekerasan pada anak, dan memudarnya nilai karakter yang mengarah pada ancaman “degradasi moral”.

Menyoal memudarnya nilai karakter yang mengarah pada ancaman degradasi moral, hal ini muncul sebagai imbas dari munculnya revolusi digital yang pengaruhnya semakin kuat dan menyasar berbagai macam sendi-sendi kehidupan, tidak terkecuali dunia pendidikan. Pendidikan kita saat ini sungguh telah mengalami perubahan. Saat ini, kita berada pada era milenial dimana kita harus siap menghadapi konsekuensi dari perubahan itu sendiri. Degradasi moral barangkali dapat dihindari dengan menanamkan karakter yang kuat bagi anak didik kita.

Dampak sosial negatif yang dimaksud di atas, jika dibiarkan berlangsung berkepanjangan, dikhawatirkan akan berimbas pada ketahanan nasional bangsa kita. Untuk itu, sangat diperlukan pengimplementasian nilai-nilai yang terkandung dalam NKRI sebagai salah satu sari empat konsensus kebangsaan, khususnya nilai kemandirian untuk menjawab persoalan-persoalan yang melanda dunia pendidikan Indonesa saat ini, utamanya yang berkaitan dengan persoalan karakter.

Implementasi nilai kemandirian yang bersumber dari NKRI pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, sangatlah dibutuhkan. Di dunia pendidikan, implementasi nilai kemandirian sangat diperlukan guna mendukung kegiatan pendidikan penguatan karakter.

Pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, tanggung jawab pendidikan tidak boleh lagi hanya digantungkan pada guru (sekolah). Akan tetapi, kita selaku bagian nyata dari Tri Pusat Pendidikan (sekolah, keluarga, dan masyarakat) juga harus ikut bertanggung jawab untuk mendukung terlaksananya pembelajaran yang menyenangkan.

Salah satu indikator pembelajaran yang menyenangkan dapat dilihat dari gaya komuniasi. Gaya komunikasi yang bersahabat/komunikatif merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam melakukan pembelajaran selama masa pandemi Covid-19. Guru, siswa dan para orang tua harus bersinergi membangun komunikasi yang sehat dan “bersahabat” guna menciptakan iklim pembelajaran yang santai dan menyenangkan. Gaya komunikasi yang bersahabat/komunikatif yang terjalin di antara guru, siswa, dan para orang tua, tidak hanya akan berdampak baik pada kesehatan fisik semata. Akan tetapi, juga akan berdampak baik pada kesehatan mental.

Kondisi-kondisi yang lahir sebagai akibat dari pandemi yang melanda bangsa Indonesia sejak awal tahun 2020, bisa dibilang memang sangat tidak menyenangkan. Akan tetapi, jika tanggung jawab ini kita bisa pikul bersama, maka percayalah, pandemi ini tidak akan menjadi penghalang untuk mengurangi antusias dan semangat belajar anak-anak kita.
Kondisi khusus seperti saat ini benar-benar mengharuskan kita untuk memiliki sikap mandiri. Siswa yang tadinya belajar di ruang kelas dan didampingi oleh guru, saat ini harus membiasakan diri belajar mandiri tanpa ada pendampingan guru secara langsung.

Disadari atau tidak, kondisi khusus seperti saat ini mengharuskan kita untuk terus “mengeksplorasi” sisi-sisi kreatif yang ada di dalam diri kita. Khusus bagi guru-guru yang ingin sukses mengelola pembelajaran di masa pandemi seperti saat ini, sangat penting untuk terus bergerak dan berinovasi untuk menghasilkan ide-ide kreatif yang nantinya akan digunakan dalam kegiatan pembelajaran

Kondisi khusus seperti saat ini memang tidak menyenangkan. Akan tetapi, jika kita semua bersatu dan membangun sinergi yang baik, maka percayalah, pandemi ini tidak akan menjadi penghalang untuk mengurangi antusias dan semangat belajar anak-anak kita. Pandemi Covid-19 tidak boleh mematikan kreatifitas kita!

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar