0

IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA MERUPAKAN TANTANGAN BAGI GURU (0)

Angga September 21, 2022

Pada bulan juli tahun 2022 merupakan awal pembelajaran semester 1. Tidak hanya itu, pada bulan juli juga sebagai awal dimulainya kurikulum merdeka bagi kelas 1 dan kelas 4. Kurikulum Merdeka belajar merupakan suatu program kebijakan baru yang diputuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Nadiem Makarim. Beliau mengatakan bahwa program ini menjadi suatu upaya untuk memajukan dunia pendidikan Indonesia. Harapannya akan ada perubahan ke arah yang lebih baik dari sebelumnya.

Kurikulum yang diterapkan oleh Kementrian , merupakan hasil evaluasi dari kurikulum sebelumnya. Seorang anak tidak lagi fokus belajar dari buku nya saja, tidak hanya belajar dari dalam kelas saja, dan cenderung duduk manis di tempatnya. Melalui kurikulum ini kegiatan pembelajaran yang monoton berusaha dirubah melalui penerapan filosofi KiHajar Dewantara. Seorang anak lebih dibebaskan belajar sesuai bakat minat nya. Tugas guru menuntun dan mengarahkan agar anak tidak kehilangan arah serta membahayakan dirinya. Guru harus mengajar sesuai kodrat anak yaitu kodrat alam dan kodrat zaman. Kodrat alam berkaitan karakter yang telah dibawa seorang anak sedangkan kodrat zaman lebih berkaitan pada pengetahuan dan kemampuan anak terhadap teknologi saat ini.

Dengan program merdeka belajar, sistem pembelajaran tidak lagi hanya dengan mendengarkan penjelasan dari guru, tetapi lebih berani berargumentasi, mandiri, mempresentasikan dan menciptakan produk. Untuk menerapkan pembelajaran pada kurikulum merdeka , seorang guru perlu mempersiapkan rencana pembelajaran yang tepat , waktu yang tidak sebentar dan pasti banyak  permasalahan pada awal penerapan. Tapi semua itu menjadi sebuah tantangan bagi guru yang menginginkan perubahan.  Dan tantangan apa saja yang harus dihadapi oleh guru?

1. Perangkat pembelajaran

Tantangan bagi guru yang pertama yaitu bagaimanakah merancang modul ajar kurikulum merdeka . Biasanya perangkat pembelajaran bisa dengan bebas di download dari internet. Namun untuk modul ajar merdeka belajar ini masih jarang di temui referensinya di internet karena baru. Selain itu modul ajar perlu disesuaikan dengan karakteristik keunggulan sekolah. Dengan adanya kurikulum merdeka, maka sistem pembelajaran akan lebih aktif dengan mengajak siswa berkolaborasi dan memecahkan masalah . Namun ini menjadi tantangan besar bagi guru untuk untuk mengajak siswa berdiskusi, mengingat siswa sudah terbiasa dengan pembelajaran sebelumnya.

2. Menyita waktu

Dalam menerapkan kurikulum merdeka di kelas, seorang guru perlu melakukan asesmen awal untuk mengetahui karakteristik masing masing siswanya. Setelah itu guru perlu merancang pembelajaran dikelas dengan model pembelajaran yang lebih berpihak pada murid. Meningkatkan keaktifan siswa melalui kegiatan diskusi, tanya jawab, pemecahan masalah , presentasi dan menghasilkan produk. Upaya guru sangatlah penting untuk mencapai siswa yang memiliki karakter profil pelajar pancasila. Oleh sebab itu, hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi guru. 

3. Perlu berkolaborasi

Tantangan yang harus dihadapi guru berikutnya adalah berkolaborasi bersama rekan guru. Hal ini perlu dilakukan karena dalam satu fase terdiri dari dua kelas . Misalkan Fase A terdiri kelas 1 dan kelas 2, untuk itu kita sebagai guru kelas 1 perlu berkolaborasi dengan guru kelas 2. Menentukan bersama materi yang di ambil pada kelas 1 dan dilanjut materi pada kelas 2. Selain itu perlu berkoordinasi dengan guru mapel yang lain sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai.  

4. Pemanfaatan Teknologi

Kompetensi Guru perlu di upgrade , terutama dalam hal pemanfaatan teknologi . Saat ini siswa kita sudah pandai bermain gadget. Mereka pada usia masih muda sudah menguasai penggunaan aplikasi. Dalam implementasi merdeka belajar kita perlu media belajar untuk meningkatkan keaktifan siswa. Biasanya guru memanfaatkan LCD proyektor untuk menampilkan gambar atau video sehingga anak anak tertarik. Namun tidak semua guru mampu mengoperasikan .  Untuk itu kita sebagai guru juga jangan mau kalah, kitapun harus belajar lagi . Meskipun usia kita tidak muda lagi, namun semangat kita untuk mencerdaskan siswa kita menjadi tujuan utama. Tantangan bagi guru untuk mau belajar dan memiliki sikap tidak cepat puas. Jangan pernah malu belajar dengan mereka yang lebih muda. Tapi kita harus malu apabila mereka yang muda lebih pandai teknologi daripada kita.

5. Fasilitas yang kurang memadai

Pemerataan fasilitas di berbagai sekolah tentulah berbeda. Didaerah perkotaan jaringan internet, perangkat komputer, dan bangunan yang bagus biasanya sering kita jumpai. Beda lagi dengan daerah pelosok yang kesulitan jaringan internet, kamar mandi yang tidak layak , dan bahkan ruang kelas yang kurang nyaman. Fasilitas menjadi faktor penting dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar. Ketika Murid merasa nyaman di kelas maka akan terfokus terhadap pembelajaran yang disampaikan guru. Tentunya hal itu sebagai tantangan besar yang harus kita hadapi bersama.

Kita sebagai guru harus mampu menerapkan kurikulum merdeka belajar. Permasalahan yang muncul saat awal pembelajaran , mari kita jadikan sebuah tantangan dan pelajaran bagi kita. Mari bersama sama menjadi agen perubahan untuk membangun anak anak indonesia yang memiliki karakter profil pelajar pancasila. Selalu bersemangatlah guru guru indonesia.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar